Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026, Sahabat Jay Idzes Minta Maaf
ROMA, iNews.id - Bek Sassuolo Tarik Muharemovic tetap menunjukkan rasa hormat kepada Italia usai membawa Bosnia menyingkirkan raksasa tersebut dari playoff Piala Dunia 2026.
Kemenangan Bosnia atas Italia melalui adu penalti menjadi salah satu kejutan besar. Hasil itu memastikan langkah Bosnia ke putaran final, sekaligus memperpanjang kegagalan Italia lolos ke ajang tersebut.
Muharemovic yang jadi rekan setim Jay Idzes di Sassuolo menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan tersebut. Dia mengaku emosional setelah pertandingan.
“Mimpi saya adalah bermain di Piala Dunia bersama Bosnia, mimpi terbesar kami semua," kata Muharemovic dikutip dari Football Italia.
Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Bermasalah, Situs FIFA Error, Antrean Mengular
“Semua rasa hormat saya untuk Italia, teman-teman dan saudara saya," ujarnya.
Muharemovic memiliki kedekatan khusus dengan Italia. Dia menjalani karier klub di Serie A, sehingga memiliki banyak relasi di negara tersebut.
Mengejutkan! Italia Bisa Tampil di Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Tak Biasa
Dia menegaskan tidak ada niat buruk dalam pernyataannya sebelumnya yang sempat disalahartikan. Hubungannya dengan Italia tetap kuat.
Tragis! 7 Legenda Sepak Bola yang Tak Pernah Cicipi Piala Dunia: Ada Pele hingga Legenda AC Milan
“Saya berharap mereka tidak salah paham, karena saya punya banyak teman dan saudara di sana. Saya sangat bahagia di Italia. Saya tidak pernah kehilangan rasa hormat, saya tahu dari mana saya berasal dan saya tetap rendah hati. Italia selalu di hati saya," tuturnya.
Dalam pertandingan tersebut, Bosnia harus bekerja keras menghadapi Italia yang bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Alessandro Bastoni.
Thomas Tuchel Ancam Coret Bintang Timnas Inggris dari Skuad Piala Dunia 2026
“Mereka mencoba segalanya, bahkan dengan satu pemain lebih sedikit, dan tidak mudah bertahan selama 120 menit. Saya merasa kasihan pada mereka," ucapnya.
Meski demikian, kebanggaan atas pencapaian Bosnia tetap terasa kuat. Dia menilai ini baru awal dari perjalanan timnya.
"Kami siap. Sekarang kami merayakan, lalu kami akan memikirkan Piala Dunia."
Editor: Reynaldi Hermawan