Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, PSBS Biak Ancam Mogok Main Lawan Dewa United
SLEMAN, iNews.id - PSBS Biak memutuskan tidak akan bertanding melawan Dewa United pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Tunggakan gaji selama empat bulan jadi penyebabnya.
Situasi ini memunculkan krisis besar di internal tim menjelang laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
Ketegangan di ruang ganti PSBS Biak memuncak setelah para pemain menyatakan sikap tegas untuk tidak bermain sebelum hak mereka diselesaikan.
Ancaman mogok tidak hanya berlaku untuk pertandingan, tetapi juga latihan jelang laga melawan Dewa United jika tidak ada kepastian pembayaran.
Persebaya Menggila! Pesta 4 Gol ke Gawang PSBS Biak
Para pemain PSBS Biak menggelar pertemuan bersama manajer dan staf pelatih pada Selasa (5/5/2026) untuk membahas krisis finansial tersebut.
Dalam pertemuan itu, seluruh pemain sepakat satu suara menuntut pelunasan gaji yang sudah tertunda cukup lama.
Malut United Pesta 7 Gol, PSBS Biak Hancur Lebur
"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa United," kata pemain PSBS Biak, Nelson Alom.
Nelson menegaskan, prioritas utama harus diberikan kepada pemain jika dana sudah tersedia.
Hasil Persijap vs PSBS Biak 2-0 di Super League: Herrera Buka Kran Gol
"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain," tegas eks pemain Persebaya Surabaya itu.
Dia juga menyebut para pemain berharap pembayaran dilakukan paling lambat Kamis (7/5/2026).
Hasil Persijap vs PSBS Biak di Super League: Penalti Terbuang, Laskar Kalinyamat Menang Meyakinkan
Jika tuntutan tidak dipenuhi, para pemain siap tidak mengikuti latihan resmi dan official training menjelang pertandingan.
Selain soal gaji, Nelson juga menyampaikan sikap tegas terkait kondisi tim.
"Kami juga tidak mau Coach Marian Mihail kembali," jelasnya.
Pernyataan itu memperlihatkan situasi internal PSBS Biak yang semakin panas di tengah kompetisi yang masih berjalan.
Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, mengakui sikap pemain bukan sekadar ancaman kosong.
Dia menyebut ada kesepakatan kolektif di dalam tim untuk menghentikan aktivitas jika tidak ada penyelesaian dari manajemen.
"Iya benar (tidak mau main dan latihan)."
Dia menegaskan persoalan ini sudah dibawa ke tingkat direksi agar segera dicari solusi.
"Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," kata Alex.
Dia juga berharap manajemen pusat segera turun tangan agar situasi tidak semakin memburuk.
Menurut dia, potensi mogok di sisa kompetisi Super League 2025/2026 bisa menjadi masalah besar bagi klub.
"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal."
"Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," tutup Alex.
Kondisi ini membuat masa depan PSBS Biak di sisa musim menjadi tidak pasti jika masalah gaji tidak segera diselesaikan.
Editor: Reynaldi Hermawan