Ganesport: Perlu Adanya Komite Tetap Penanganan Pengaturan Skor

Haryo Jati Waseso ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 12:47 WIB
Ganesport: Perlu Adanya Komite Tetap Penanganan Pengaturan Skor

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Ganesport Institute menanggapi pembentukan Komite Ad Hoc Integritas Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut wadah pemikir di area kebijakan olahraga itu, untuk menangani masalah pengaturan skor dibutuhkan komite permanen.

PSSI meresmikan pembentukan Komite Ad Hoc integritas pada kongres tahunan di Bali, Minggu (20/1/2019). Komite tersebut akan bertugas untuk memerangi pengaturan skor serta membangun sinergi dengan pihak lain.

Menurut Pendiri Ganesport Amal Ganesha permasalahan yang saat ini terjadi di sepak bola Indonesia tak cukup hanya dengan komite yang bersifat ad hoc. Menurutnya, dibutuhkan komite tetap agar hal itu bisa terus diawasi secara berkesinambungan.

“Pengaturan skor terjadi dimana-mana, bukan hanya di Indonesia, dan sudah terjadi sejak lama di dunia. Isu ini sedang menjadi topik hangat di dunia, dan beberapa negara lain sudah lebih dulu peka dalam penanggulangannya,” tutur Amal.

“Inggris mengalami kasus match-fixing sepakbola pertama di tahun 1900-an, Jerman di tahun 1970-an, jadi ini masalah yang harus ditertibkan secara tetap, bukan ad-hoc. Selain itu, 80 persen kasus match-fixing di dunia ternyata ada di sepakbola,” ujarnya,

Sementara itu, Peneliti Hukum Olahraga Ganesport Institute Rimba Supriatna merasa pembentukan Komite Ad Hoc integritas akan menimbulkan tumpang tindih dengan komite etik PSSI yang sudah ada. Menurutnya, kedua komite memiliki tugas yang tak jauh berbeda.

“Apa bedanya komite etik PSSI dan komite ad hoc Integritas yang baru dibuat ini? Saya rasa, secara fungsi, komite etik itu sama saja dengan komite integritas. Lalu, jika fungsinya sudah sama, kenapa dibuat lagi komite ad hoc integritas?” ujarnya.

Rimba pun menyarankan PSSI, agar melalui komite etik dan komite disiplin bisa melakukan penegakkan hukum terhadap pelanggaran pengaturan skor yang terjadi akhir-akhir ini. Sedangkan, Peneliti Kebijakan Olahraga Ganesport Institute Renata Melati Putri menegaskan perlunya pengawasan dari pihak selain PSSI.

“Yang dibutuhkan saat ini, demi sehatnya sepakbola nasional, adalah sistem pengawasan yang bersifat eksternal, yaitu pengawasan di luar PSSI. Karena terbukti, sistem pengawasan internal PSSI tidak mampu menemukan dan memecahkan kasus pengaturan skor baru-baru ini,” ucap Renata.

“PSSI juga jangan hanya bersikap reaktif, harus lebih proaktif. Mereka harus lebih terbuka untuk saling bertukar informasi dengan FIFA atau bisa juga dengan konfederasi lain seperti AFC dan UEFA, jangan cuma menghubungi mereka saat merasa diobok-obok pemerintah,” katanya.


Editor : Haryo Jati Waseso