Gary Neville Sebut Bintang MU Bodoh usai Buang Kemenangan di Markas Everton
LIVERPOOL, iNews.id - Manchester United harus puas bermain imbang 2-2 melawan Everton di Hill Dickinson Stadium pada Minggu, (6/9/2026). Legenda The Red Devils Gary Neville menilai gol penyama kedudukan Ainsley Maitland-Niles tidak hanya lahir dari tembakan luar biasa, tetapi juga diawali sejumlah kesalahan pertahanan MU.
Maitland-Niles mencetak gol spektakuler pada menit-menit terakhir dalam laga debutnya bersama Everton. Gol tersebut memastikan The Toffees mendapatkan satu poin setelah United sempat dua kali berada dalam posisi unggul.
Bryan Mbeumo lebih dulu membawa Manchester United memimpin sebelum Tyrique George menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Benjamin Sesko kemudian kembali membawa tim tamu unggul setelah masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol pertamanya pada musim baru.
Namun, untuk pertandingan ketiga secara beruntun, Manchester United kembali kebobolan dua gol. Kali ini Maitland-Niles menjadi pemain yang menghukum kelengahan lini belakang United pada penghujung laga.
Neville menyoroti peran Dorgu dalam terciptanya gol tersebut. Menurut mantan kapten Manchester United itu, Dorgu keluar dari posisinya untuk melakukan tekanan secara individual, tetapi keputusan tersebut justru membuka ruang di sisi kiri pertahanan United.
“Dorgu karena suatu alasan, mengejar keluar dan melakukan pressing - pressing terisolasi. [Andrey] Santos kemudian tidak bergerak ke belakangnya dan tetap bertahan,” kata Neville dalam Gary Neville Podcast di kanal YouTube Sky Sports.
Situasi tersebut membuat Everton dapat melewati Dorgu dan mengembangkan serangan dengan mudah. Neville menilai koordinasi antarpemain Manchester United tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam situasi krusial tersebut.
“Dan bola hanya dimainkan melewati Dorgu. Bagi saya, ini terlihat seperti miskomunikasi besar,” ujar Neville.
Neville juga menyoroti perubahan komposisi lini belakang United sepanjang pertandingan. Diogo Dalot ditarik keluar dan digantikan Leny Yoro yang kemudian bermain sebagai bek kanan. Kondisi tersebut membuat struktur pertahanan United kembali berubah.
“Dalot akhirnya keluar dan Yoro masuk sebagai bek kanan. Dia bermain lebih sempit dan berada jauh di dalam, begitu juga empat pemain belakang lainnya,” tutur Neville.
Mazraoui juga dimainkan sebagai bek kiri, sehingga Manchester United kembali harus mengubah susunan empat pemain belakang ketika pertandingan memasuki fase penting.
“Dan Mazraoui berada di bek kiri, jadi United harus mengubah empat pemain belakang mereka lagi selama pertandingan,” kata Neville.
Menurut Neville, keputusan memasukkan Yoro sebagai bek kanan turut memperlihatkan persoalan yang lebih besar di lini belakang Manchester United. Dia meminta kesalahan dalam proses gol tidak hanya dilihat dari kualitas penyelesaian Maitland-Niles.
“Masuknya Yoro sebagai bek kanan, bagi saya, menyoroti masalah tersebut,” ujar Neville.
Neville tetap mengakui kualitas gol Maitland-Niles. Namun, dia menilai ada banyak hal yang terjadi sebelum bola akhirnya bersarang di gawang Manchester United.
“Lupakan golnya karena itu adalah tembakan yang luar biasa, tetapi ada banyak hal yang terjadi sebelum bola itu masuk ke gawang Manchester United,” kata Neville.
Mantan kapten United itu kemudian menyoroti keputusan Dorgu yang meninggalkan posisinya untuk melakukan pressing. Menurut dia, tindakan tersebut membuat Everton mendapatkan ruang besar untuk mengembangkan serangan dari sisi kiri.
“Anda harus naik dan memastikan Anda tidak memiliki pemain yang berlari keluar dan melakukan hal-hal bodoh,” tegas Neville.
“Dorgu berlari keluar dan bola melewatinya, Everton bergerak ke kiri dengan begitu mudah,” lanjutnya.
Masalah semakin besar karena Santos tidak bergerak menutup ruang yang ditinggalkan Dorgu. Pada saat yang sama, Yoro berada dalam posisi terlalu dalam dan sempit sehingga United kesulitan menghentikan serangan Everton sebelum bola masuk ke kotak penalti.
“Santos tidak bergerak ke sana dan ketika Santos tidak bergerak ke sana, Yoro berada jauh di dalam dan sempit, hampir bermain seperti bek tengah ketiga atau keempat yang menunggu bola masuk ke kotak penalti,” ujar Neville.
Neville menilai Manchester United sebenarnya memiliki kesempatan untuk menghentikan serangan tersebut sejak awal. Struktur pertahanan yang lebih terorganisasi dinilai bisa mencegah Everton mengirim bola ke area berbahaya.
“Mereka bisa menghentikannya sejak sumbernya. Saya berteriak ketika itu terjadi. Anda tahu betul Anda akan mendapatkan bola yang dipompa ke kotak penalti atau sebuah tim yang sedang mati-matian menyerang,” kata Neville.
“Kalian harus memastikan kalian terorganisasi dan United tidak melakukannya dalam beberapa menit terakhir tersebut,” tambahnya.
Dorgu merupakan satu dari lima pemain pengganti yang digunakan Michael Carrick dalam pertandingan tersebut. Dua bek sayap United juga ditarik keluar, dengan Luke Shaw dan Diogo Dalot meninggalkan lapangan.
Neville melihat perubahan lini belakang tersebut sebagai persoalan tersendiri. Dia menilai Carrick perlu berhenti terlalu sering melakukan perubahan pada empat pemain belakang ketika pertandingan sedang berlangsung.
“Anda tidak bisa terus mengubah empat pemain belakang,” tegas Neville.
Neville memberikan contoh situasi di klub lain ketika perubahan di lini belakang masih dapat dilakukan karena tersedia pemain dengan posisi yang sesuai. Namun, menurut dia, Manchester United tidak memiliki kedalaman yang cukup untuk melakukan perubahan secara terus-menerus.
“Jika Anda memiliki [Piero] Hincapie untuk masuk menggantikan [Riccardo] Calafiori, mungkin Anda bisa melakukannya, tetapi Manchester United memiliki empat bek Shaw, Dalot, Maguire dan Lisandro Martinez dan mereka tidak memiliki banyak pemain di belakang mereka,” kata Neville.
Dia menilai perubahan susunan pemain belakang menjadi semakin berisiko karena opsi yang tersedia bagi Manchester United terbatas.
“Anda benar-benar tidak bisa mengubah empat pemain belakang Anda. Mungkin Michael Carrick akan memberi tahu kami, mungkin mereka cedera atau dia berpikir mereka bisa lolos dalam lima atau 10 menit terakhir dan menyimpan mereka untuk pertandingan tengah pekan, tetapi itu tidak ideal,” ujar Neville.
“Ini menjadi perhatian,” tutup Neville.
Editor: Reynaldi Hermawan