Gasperini Waspadai Kebangkitan MU di Old Trafford, AS Roma Kehilangan 3 Pemain Penting
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United mendapat peringatan serius dari pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menjelang duel kedua tim pada matchday keempat Liga Champions 2026-2027 di Old Trafford, Rabu dini hari WIB. Meski Setan Merah sedang terpuruk, Gasperini menegaskan Roma tidak akan meremehkan kekuatan tuan rumah.
Manchester United tengah berada dalam tekanan setelah menelan kekalahan 0-2 dari Chelsea pada pertandingan Liga Inggris, Sabtu (31/10/2026). Hasil tersebut semakin memperburuk situasi Michael Carrick yang sedang berusaha mengangkat performa Setan Merah.
Sebaliknya, AS Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim besutan Gasperini baru saja menghancurkan Udinese dengan skor 5-2 pada akhir pekan lalu.
Kemenangan tersebut membuat Roma menempati peringkat ketiga klasemen Liga Italia. Mereka hanya terpaut satu poin dari tim yang berada di puncak klasemen.
Namun, Gasperini meminta anak asuhnya tidak terlena dengan kondisi Manchester United. Dia menilai klub Inggris tersebut tetap memiliki kualitas individu yang bisa menjadi ancaman serius.
"Di liga, mereka sedang melalui periode sulit dalam hal hasil pertandingan, tetapi kami tidak boleh membiarkan diri terganggu. Manchester United tetap tim kuat, mereka memiliki pemain-pemain dengan kualitas luar biasa, dan atmosfer stadionnya sangat panas serta sulit. Kami mempersiapkan diri seolah-olah menghadapi Manchester United dalam performa terbaik," kata Gasperini dalam konferensi pers prapertandingan yang dikutip dari Corriere dello Sport.
Gasperini juga mendapat pertanyaan mengenai Old Trafford yang dikenal dengan julukan Theatre of Dreams atau Teater Impian. Pelatih asal Italia itu memberikan jawaban menarik sekaligus menyampaikan harapannya menjelang pertandingan.
"Setiap orang berhak bermimpi. Saya berusaha memiliki mimpi yang bisa segera menjadi kenyataan, dimulai besok, di stadion fantastis yang terkenal di seluruh dunia. Saya berharap mimpi itu bisa menjadi kenyataan," ujarnya.
Di balik kepercayaan diri menghadapi Manchester United, Gasperini justru menghadapi persoalan serius dalam menyusun komposisi pemain. AS Roma dipastikan kehilangan tiga pemain penting, yakni Lorenzo Pellegrini, Paulo Dybala, dan Manu Kone.
Absennya ketiga pemain tersebut membuat Roma kekurangan pilihan, terutama di sektor tengah. Bahkan, Gasperini mengakui timnya harus melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengatasi keterbatasan personel.
"Kami kehilangan Pellegrini, Dybala, dan Kone di sektor yang sama, sehingga kami berusaha sedikit beradaptasi pada momen-momen tertentu. Kami memiliki Castro sebagai alternatif bersama Malen, tetapi di lini tengah kami kekurangan pemain. Saya berharap ini hanya fase sementara," tutur Gasperini.
Dia menjelaskan Roma sudah melewati tujuh pertandingan dengan kondisi pemain yang cukup terbatas. Meski demikian, para pemain yang tersedia mampu menjaga kebugaran dan memulihkan kondisi dengan cepat.
"Kami sudah memainkan tujuh pertandingan ini dalam kondisi yang sangat sulit, tetapi kami selalu memiliki pemain yang dipersiapkan dengan baik dan mampu pulih dengan cepat. Mora? Dia baik-baik saja, 17 pemain yang kami miliki semuanya siap. Setelah jeda internasional, kami berharap semua pemain kembali. Pekan ini memang sulit," katanya.
Gasperini juga memberikan perhatian khusus kepada para pemain yang mengisi posisi bek sayap. Dia menilai Wesley, Molina, dan Rensch mampu menjalankan tugas dengan baik meskipun posisi tersebut menuntut tenaga besar sepanjang pertandingan.
"Lulli? Wesley juga tampil sangat baik di posisi tersebut. Molina membutuhkan kesempatan bermain, dan Rensch juga sudah tampil sangat baik. Posisi itu menguras tenaga mereka karena harus menempuh banyak jarak dengan akselerasi dan kecepatan," ucapnya.
Selain membahas kondisi pemain, Gasperini menyinggung target kesempurnaan permainan. Dia menilai tidak ada tim yang bisa selalu tampil sempurna, termasuk klub-klub besar Eropa.
"Kesempurnaan itu tidak ada, baik untuk tim-tim besar maupun untuk kami. Kualitas kami adalah selalu berusaha berkembang. Kami mengetahui karakteristik permainan sendiri, tetapi kami juga tahu masih bisa tampil lebih baik dalam beberapa situasi," ujarnya.
Editor: Reynaldi Hermawan