Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Juventus Catat Sejarah Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2026
Advertisement . Scroll to see content

Gila! Ruben Amorim Selangkah Lagi Pecahkan Rekor AC Milan yang Bertahan 68 Tahun

Sabtu, 05 September 2026 - 14:00:00 WIB
Gila! Ruben Amorim Selangkah Lagi Pecahkan Rekor AC Milan yang Bertahan 68 Tahun
Ruben Amorim berpeluang mencetak sejarah 68 tahun AC Milan. (Foto: AC Milan)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Ruben Amorim berpeluang mencetak sejarah baru bersama AC Milan dengan memenangkan tiga pertandingan pertamanya di Serie A, sebuah pencapaian yang terakhir kali dilakukan pelatih Rossoneri pada 1958.

Amorim mengambil alih AC Milan pada awal musim panas setelah klub berpisah dengan Massimiliano Allegri. Tugas utama pelatih asal Portugal tersebut tidak ringan karena Milan gagal lolos ke Liga Champions musim sebelumnya.

Produktivitas Milan juga menjadi persoalan. Mereka hanya mencetak 53 gol di Serie A musim lalu, salah satu aspek yang kerap menjadi sorotan dari permainan tim asuhan Allegri.

Amorim datang ke Milan setelah meninggalkan Manchester United pada Januari. Kini, dia mendapat misi mengembalikan raksasa Italia tersebut ke level elite Eropa.

Start Amorim bersama Milan sejauh ini berjalan sempurna. Rossoneri memenangkan dua pertandingan pertama Serie A musim 2026/2027.

Pada pekan pembuka, Milan mengalahkan Torino dengan skor 2-1. Mereka kemudian kembali meraih kemenangan saat menjamu Venezia di San Siro dengan skor 2-0.

Dua kemenangan tersebut membuat Amorim hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai catatan langka dalam sejarah Milan. Jika berhasil menaklukkan Juventus, dia akan menjadi pelatih pertama Milan sejak 1958 yang memenangkan tiga pertandingan Serie A pertamanya.

Juventus Jadi Penghalang Rekor Amorim

Rekor tersebut terakhir kali dibuat Luigi Bonizzoni pada awal musim 1958/1959. Bonizzoni berhasil membawa Milan memenangkan tiga pertandingan pertama sebelum timnya hanya dua kali menelan kekalahan sepanjang musim.

Milan kemudian mengakhiri musim 1958/1959 dengan meraih Scudetto. Dua tahun sebelumnya, Giuseppe Viani juga sempat memenangkan tiga pertandingan awal ketika memulai masa kepemimpinannya pada musim 1956/1957.

Viani memang gagal mempertahankan rekor sempurna setelah Milan kalah dalam dua pertandingan berikutnya. Namun, Milan hanya kembali mengalami satu kekalahan hingga Maret dan akhirnya menjadi juara Serie A.

Sejumlah pelatih elite Milan seperti Carlo Ancelotti, Fabio Capello dan Arrigo Sacchi tidak mampu menyamai catatan tersebut. Kini, Amorim memiliki peluang untuk masuk dalam daftar sejarah tersebut.

Masalahnya, lawan yang menunggu adalah Juventus. Milan harus bertandang ke Turin pada Minggu untuk menghadapi Juventus yang juga mengawali musim dengan sempurna.

Juventus memenangkan dua pertandingan pertama mereka tanpa kebobolan di bawah arahan Luciano Spalletti. Kondisi tersebut membuat pertandingan ini menjadi ujian serius bagi Amorim.

Milan dan Juventus juga bukan satu-satunya tim yang masih memiliki catatan sempurna. Atalanta, Lazio, Inter Milan dan pemuncak klasemen Roma juga meraih dua kemenangan dari dua pertandingan awal Serie A.

Amorim sebelumnya hanya sekali berhasil memenangkan tiga pertandingan pertamanya di Premier League ketika menangani Manchester United. Kini, dia berpeluang mengulangi pencapaian tersebut sekaligus membuat sejarah baru bersama Milan.

Amorim Percaya Diri dengan Skuad Milan

Milan melakukan investasi besar pada bursa transfer musim panas untuk memperkuat skuad. Goncalo Ramos didatangkan dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer mencapai 70 juta euro dan menjadi pembelian termahal dalam sejarah klub.

Milan juga mengeluarkan 45 juta euro ditambah bonus 20 juta euro untuk mendatangkan mantan winger Chelsea, Diego Moreira, dari Strasbourg. Selain itu, Omari Hutchinson bergabung dari Nottingham Forest dengan status pinjaman selama satu musim disertai opsi pembelian.

Pengeluaran besar tersebut sebagian tertutup melalui penjualan Rafael Leao ke Galatasaray dengan nilai 45 juta euro. Secara keseluruhan, Milan dinilai memiliki skuad yang lebih kuat dibandingkan musim sebelumnya.

Amorim menegaskan stabilitas dan fleksibilitas menjadi bagian penting dari rencananya pada musim 2026/2027.

"Kami perlu memberikan stabilitas kepada tim dan mengembangkan cara bermain yang memungkinkan semua pemain terlibat sepanjang musim. Kami selalu ingin kompetitif, baik di Serie A maupun di Eropa," kata Amorim dalam konferensi pers.

"Kami harus mampu mengubah personel. Kami membutuhkan kualitas berbeda tergantung lawan dan apa yang dibutuhkan pertandingan, jadi semua pemain harus siap ketika pertandingan membutuhkannya," ujarnya.

Bagi Amorim, konsentrasi juga menjadi faktor utama untuk menjaga performa Milan sepanjang musim. Dia meminta para pemain memiliki tingkat fokus yang sama ketika menghadapi tim besar maupun lawan yang dianggap lebih mudah.

"Bagi saya, konsentrasi adalah hal fundamental. Kami tidak boleh hanya fokus pada detail dalam pertandingan besar lalu tidak menunjukkan tingkat perhatian yang sama ketika menghadapi lawan yang mungkin dianggap lebih mudah," tutur Amorim.

"Kami harus menghadapi setiap pertandingan seolah-olah lawan berikutnya adalah tim terbaik di dunia. Jika kami tetap fokus, kami bisa mengalahkan siapa pun. Jika tidak, kami bahkan bisa kalah dari tim Serie B," lanjutnya.

Kini, Juventus menjadi ujian terbesar pertama bagi Amorim di Serie A. Kemenangan di Turin bukan hanya menjaga rekor sempurna Milan, tetapi juga berpotensi membawa nama Amorim ke dalam sejarah klub setelah penantian selama 68 tahun.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut