Hari Ini 6 Tahun Lalu, Gerrard Terpleset Bikin Liverpool Gagal Juara
JAKARTA, iNews.id - Liverpool sebenarnya tak harus menunggu sampai 30 tahun untuk menyudahi puasa gelar liga, andai hari ini enam tahun lalu Steven Gerarrd tidak terpleset.
Musim 2013/14 diyakini bakal jadi musimnya Liverpool. The Reds saat itu difavoritkan jadi juara karena bermaterikan pemain-pemain berlabel bintang, sebut saja Raheem Sterling, Daniel Sturridge, Philippe Coutinho, Luis Suarez serta sang kapten Steven Gerrard.
Saat itu, duet Sturridge-Suarez jadi mesin gol Si Merah. Sepanjang musim 2013/14 mereka total menyumbang 52 gol, sebuah catatan yang terbilang oke.
Perjalanan Liverpool di musim 2013-14 hampir dikatakan mulus, memasuki paruh kedua musim mereka mampu mengemas 11 kemenangan beruntun dari awal Februari sampai pertengahan April 2014. Kemenangan tersebut termasuk menghajar Arsenal 5-1, lalu menang atas Manchester United di Old Trafford 3-0 serta menang dramatis atas Manchester City.
Wolverhampton Kalahkan Liverpool di Final FIFA 20 ePremier League
Liverpool semakin dekat dengan gelar juara, saat tersisa tiga laga Si Merah punya keunggulan lima poin. Namun, langkah The Reds mendapat hambatan dari Chelsea di pekan ke-35.
Kedua tim saling bertemu di Anfield tanggal 27 April 2014. Hasil imbang sebenarnya sudah bagus bagi Liverpool dalam upaya menjaga asa meraih titel. Tapi, situasinya tidak seperti yang diharapkan.
Saat babak pertama tinggal menyisakan beberapa menit, Gerrard yang mendapat operan dari sisi kiri lapangan justru terpleset. Bola lepas dari kakinya dan berhasil direbut Demba Ba.
Sendirian masuk ke area pertahanan Si Merah, Ba mengeksekusi kesempatan tersebut dengan sempurna untuk membawa Chelsea 1-0.
Alih-alih mencetak gol penyeimbang di babak kedua, gawang The Reds malah kemasukan gol kedua yang dicetak Willian. Skor 0-2 bagi kemenangan Chelsea menutup laga.
Setelah kekalahan tersebut, Liverpool seperti kehilangan mental juaranya. Di pekan ke-36 mereka malah ditahan imbang Crystal Palace, padahal sempat unggul tiga gol terlebih dulu. Hasil tersebut membuat harapan juara Liverpool sirna.
Di akhir musim 2013-14, Manchester City meraih gelar juara sedangkan Liverpool harus puas jadi runner-up dengan selisih dua poin.
Kekalahan atas Chelsea jadi mimpi buruk yang selalu menghampiri Gerarrd sampai kapanpun. Bagaimana tidak, saat itulah kesempatan terbaik Gerrard meraih juara Liga Premier Inggris, gelar yang tak pernah didapat sampai pensiun.
"Luka ini telah terbuka sejak momen itu (terpleset). Saya tidak yakin luka itu akan hilang karena saya tidak bisa mengubah masa lalu," kata Gerrard dalam buku My Autobiography.
"Momen itu mempengaruhi bagaimana perasaan saya sampai sekarang," ucapnya.
Kini, enam tahun setelah insiden tersebut Liverpool kembali berpeluang memutus puasa gelar liga selama 30 tahun. The Reds punya keunggulan 25 poin dari Manchester City dengan menyisakan sembilan laga cuma butuh dua kemenangan lagi untuk memastikan kampiun Premier League 2019/2020.
Namun demikian, Liverpool masih diliputi perasaan harap-harap cemas pasalnya belum ada keputusan final apakah Liga Premier Inggris yang ditangguhkan sementara sejak Maret lalu akibat pandemi virus corona bisa dilanjutkan atau malah dinyatakan selesai.
Berkaca pada keputusan KNVB yang menyetop Liga Belanda tanpa tim juara, tim degradasi dan promosi, tak menutup kemungkinan Liverpool mengalami nasib serupa. Sebab, dalam aturan Liga Premier Inggris tidak menjamin klub yang tengah memimpin klasemen bisa dinyatakan juara ketika kompetisi dihentikan karena situasi darurat (force majeure).
Editor: Arif Budiwinarto