Hattrick Kylian Mbappe Dianulir, Aturan FIFA Jadi Biang Kekalahan Real Madrid dari Benfica
LISBON, iNews.id – Hattrick Kylian Mbappe dianulir wasit dalam laga Real Madrid vs Benfica di Liga Champions, keputusan krusial yang mengubah arah pertandingan dan memicu kegagalan Los Blancos lolos langsung ke babak 16 besar. Duel dramatis di Estadio da Luz itu berakhir dengan kekalahan Real Madrid 2-4, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.
Gol ketiga Mbappe sempat dianggap sah oleh kubu Real Madrid, termasuk Real Madrid TV yang langsung mempertanyakan keputusan wasit. Namun, penjelasan resmi akhirnya muncul dan mengacu langsung pada Laws of the Game milik IFAB.
Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga paling panas di Liga Champions musim ini. Benfica memastikan tiket terakhir play-off berkat gol sundulan kiper Anatoliy Trubin pada menit ke-98, hasil yang ditentukan lewat selisih gol.
Situasi makin memburuk bagi Real Madrid yang kehilangan kendali di menit-menit akhir. Raul Asencio dan Rodrygo menerima kartu merah, sementara tim yang ditangani caretaker Alvaro Arbeloa gagal menjaga emosi dalam usaha terakhir menembus delapan besar.
Jude Bellingham Blak-blakan Sebut Masalah Real Madrid usai Kalah dari Benfica
Kekalahan ini membuat Real Madrid finis di peringkat kesembilan klasemen akhir, hanya terpaut satu poin dari Barcelona yang berada di posisi kelima. Selisih tipis tersebut menegaskan satu momen krusial bisa menentukan nasib di Liga Champions.
Salah satu titik balik utama terjadi saat gol ketiga Mbappe dianulir. Momentum yang hilang justru memberi dorongan besar bagi Benfica untuk menekan hingga memastikan kemenangan meyakinkan.
Real Madrid Tumbang di Kandang Benfica, Arbeloa: Saya Tanggung Jawab!
Real Madrid TV sempat mempertanyakan keputusan wasit secara terbuka saat siaran langsung. “Mengapa gol ketiga Mbappe dianulir oleh wasit? Apa penjelasannya?” ucap komentator RMTV.
Mbappe Murka Usai Real Madrid Tumbang di Benfica: Kami Bukan Tim Bermental Juara!
Dari tayangan ulang, terlihat Mbappe mengganggu kiper Benfica, Anatoliy Trubin, saat dia berusaha melepaskan bola dari kedua tangannya. Posisi Mbappe yang terlalu dekat dinilai menghambat proses tersebut.
Penjelasan aturan merujuk langsung ke Law 12 IFAB. Tendangan bebas tidak langsung diberikan jika “seorang pemain mencegah kiper melepaskan bola dari tangan atau menendang atau mencoba menendang bola ketika kiper sedang dalam proses melepaskannya”.
Benfica Libas Real Madrid, Mourinho Sentil Keras Para Pengkritik
Dengan posisi Mbappe hanya berjarak beberapa meter dan terlibat langsung dalam gangguan, keputusan wasit dinilai sesuai regulasi permainan.
Di sisi lain, Benfica di bawah arahan Jose Mourinho menciptakan malam bersejarah. Real Madrid sempat unggul dua kali lewat Mbappe, namun Benfica bangkit melalui dua gol Andreas Schjelderup dan penalti Vangelis Pavlidis hingga berbalik unggul 3-2.
Mourinho sempat mengira skor tersebut cukup untuk lolos. Dia lalu melakukan pergantian pemain demi mengamankan keunggulan sebelum akhirnya menyadari Benfica masih membutuhkan satu gol tambahan.
Nicolas Otamendi didorong bermain lebih maju, lalu Trubin maju ke kotak penalti pada situasi bola mati terakhir. Keputusan berisiko itu terbayar lunas lewat sundulan sang kiper yang memastikan tiket play-off.
Mourinho menjelaskan kebingungan tersebut kepada media.
“Saat saya mengganti António Silva dan Ivanovic, saya tidak tahu apakah skor 3-2 sudah cukup. Saya hanya ingin menutup permainan dan saya pikir itu cukup. Ketika saya diberi tahu kami membutuhkan satu gol lagi, sejujurnya saya kesal. Saya berpikir, ‘Mengapa saya tidak diberi tahu beberapa detik sebelumnya?’” ujarnya.
Editor: Reynaldi Hermawan