Heboh! Jurnalis Senior Ditangkap Polisi Gegara Beritakan Bursa Transfer
ISTANBUL, iNews.id - Jurnalis Turki Burhan Can Terzi ditahan polisi. Dia ditangkap setelah memberitakan Galatasaray disebut semakin dekat mendapatkan bintang Bayern Munchen, Jamal Musiala.
Menurut laporan Haberler, Terzi ditahan atas perintah Kantor Kejaksaan Negeri Bakırköy dengan tuduhan menyebarkan informasi menyesatkan kepada publik.
Kasus tersebut menjadi perhatian besar di Turki karena Terzi disebut sebagai jurnalis olahraga papan atas pertama yang ditahan dengan tuduhan tersebut.
Namun, penahanan itu tidak berlangsung lama. Gazzetta melaporkan Terzi akhirnya dibebaskan beberapa jam kemudian tanpa dikenai pembatasan apa pun.
Persoalan bermula ketika Terzi memberitakan pada 26 Juli jika Galatasaray sudah mencapai kesepakatan dalam sebagian besar proses transfer Musiala. Laporan tersebut langsung mendapat bantahan keras dari Galatasaray.
Musiala sendiri merupakan salah satu pemain penting Bayern Munchen. Klaim mengenai kemungkinan kepindahan pemain berusia 23 tahun itu ke Galatasaray pun menjadi berita besar di tengah aktivitas transfer musim panas.
Galatasaray kemudian mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah informasi tersebut. Klub menilai ada upaya menyebarkan informasi yang tidak benar terkait aktivitas transfer mereka.
"Baru-baru ini, kebutuhan untuk menginformasikan kepada publik mengenai klub kami sengaja disebarluaskan dan tidak mencerminkan kebenaran."
"Klaim bahwa pemain sepak bola profesional Jamal Musiala akan pindah ke Galatasaray adalah tidak benar."
"Menjaga klaim yang jelas-jelas tidak nyata ini tetap menjadi agenda; ini merupakan upaya untuk menciptakan persepsi yang bertujuan menyesatkan publik dan mendiskreditkan upaya transfer klub kami."
"Perlu dicatat bahwa orang-orang dan media yang menyebarkan spekulasi ini pernah menyampaikan klaim tidak nyata serupa kepada publik pada musim lalu."
"Galatasaray menjalankan aktivitas transfer dengan sangat cermat dan rahasia sesuai dengan kepentingan klub kami."
"Berita yang tidak nyata dan klaim spekulatif tidak akan mengubah prinsip kerja dan tujuan klub kami."
"Kami dengan hormat meminta publik dan para penggemar besar Galatasaray untuk hanya menjadikan pernyataan resmi klub kami sebagai dasar, tidak mempercayai berita dan spekulasi yang tidak mencerminkan kebenaran, serta orang-orang dan media yang terus-menerus menyebarkannya."
Meski mendapat bantahan dari Galatasaray, Terzi tetap mempertahankan informasi yang dia sampaikan. Menurut NTV, sang jurnalis menegaskan hasil penelusurannya mengenai Musiala dan Galatasaray didasarkan pada informasi yang dia yakini benar.
"Secara bersamaan, Musiala akan menghadiri pemusatan latihan pekan depan dari sumber yang berbeda."
"Saya tidak dalam suasana hati untuk bangun pagi dan mengarangnya atau melihatnya dalam mimpi pada malam hari."
Terzi bukan sosok baru dalam dunia jurnalistik olahraga Turki. Kariernya dimulai setelah dia menyelesaikan pendidikan jurnalistik di Istanbul University.
Dia mengawali karier di Fotospor pada 2009. Setelah itu, Terzi bekerja sebagai editor sekaligus asisten direktur olahraga di Guneş sebelum kemudian bergabung dengan Aksam.
Kariernya kemudian berkembang ke televisi. Terzi tampil dalam sejumlah program sepak bola di TGRT dan BenguTurk sebelum menjadi salah satu pendiri Sportcell Media.
Dia juga sudah bertahun-tahun meliput Galatasaray. Pengalaman panjang tersebut membuat Terzi dikenal sebagai salah satu jurnalis yang mengikuti perkembangan klub raksasa Turki tersebut secara dekat.
Menurut Halk TV, hubungan Terzi dengan Galatasaray juga pernah memanas pada tahun lalu. Ketika itu, dia mengklaim Presiden Galatasaray Dursun Ozbek akan kalah dalam pemilihan 2022 dari Esref Hamamcioglu jika bukan karena mantan direktur klub Erden Timur.
Nama Timur kemudian terseret dalam penyelidikan besar terkait perjudian dan pengaturan pertandingan dalam sepak bola Turki. Dia ditangkap pada Desember dan menjalani penahanan pra-persidangan selama sekitar enam bulan.
Timur kemudian dibebaskan pada Juni dengan pengawasan yudisial. Penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlangsung.
Sementara itu, Terzi kini telah dibebaskan setelah sempat ditahan akibat pemberitaan mengenai Musiala dan Galatasaray. Tidak ada pembatasan yang dikenakan kepadanya setelah proses tersebut berakhir.
Kasus ini membuat pemberitaan transfer Musiala ke Galatasaray berkembang menjadi persoalan hukum dan menjadi sorotan luas di Turki. Di tengah bantahan resmi klub, Terzi tetap berdiri di balik informasi yang dia sampaikan.
Editor: Reynaldi Hermawan