Hindari Krisis, Tottenham Hotspur Pangkas Upah 550 Karyawan

Reynaldi Hermawan · Rabu, 01 April 2020 - 14:14 WIB
Hindari Krisis, Tottenham Hotspur Pangkas Upah 550 Karyawan

Tottenham Hotspur memangkas gaji 550 karyawan klub untuk menghindarkan timnya dari krisis di tengah pandemi virus corona.

LONDON, iNews.id – Chairman Tottenham Hotspur Daniel Levy mengambil langkah tegas untuk menghindarkan timnya dari krisis di tengah pandemi virus corona. Dia memangkas gaji 550 karyawan klub sebesar 20 persen.

Klub London Utara itu menjadi kontestan Premier League kedua yang memakai skema tersebut setelah Newcastle United. Mereka menggunakan peraturan pemerintah Inggris yang mewajibkan instansi memberikan upah minimal 80 persen kepada karyawan saat cuti bersama di tengah virus corona.

“Kegiatan klub berhenti secara efektif. Sponsor kami akan peduli dengan bisnis. Mitra media tidak diberikan kepastian kapan kami bermain lagi atau apakah tim diizinkan tampil di depan para penggemar jika liga dilanjutkan. Sementara itu, klub memiliki pengeluaran tahunan yang mencapai ratusan jutaan pound,” kata Levy di laman klub.

“Kami telah melihat beberapa klub terbesar di dunia seperti Barcelona, ​​Bayern Munchen dan Juventus mengambil langkah untuk mengurangi pengeluaran mereka. Saya juga mengambil langkah serupa. Kami mengurangi remunerasi bagi 550 direktur dan karyawan yang tidak bermain untuk bulan April dan Mei sebesar 20 persen,” ujarnya.

Dia juga berharap ke depannya para pemain dan staf Tottenham juga rela gajinya dipotong demi menyelamatkan keuangan klub meski pekan ini Ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) Gordon Taylor tidak setuju dengan hal tersebut.

“Kami berharap diskusi saat ini antara Premier League, PFA dan LMA (Asosiasi Manajer Inggris) akan menghasilkan keputusan kalau pemain dan pelatih juga akan menerima potongan gaji. Ini demi kelangsungan ekologi sepak bola,” ucapnya.

Editor : Abdul Haris