Hubungan Lionel Messi dan Barcelona Tak Harmonis Sebelum Gabung dengan PSG
BARCELONA, iNews.id - Presiden Barcelona, Joan Laporta, memastikan hubungan timnya dengan Lionel Messi telah berakhir. Bahkan hubungan Messi dan Barcelona sudah tak lagi harmoni sebelum sang pemain bergabung dengan Paris Saint-Germain.
Pernyataan tersebut disampaikan Laporta pada konferensi pers di markas Barcelona, Senin (16/8/2021). Laporta mengakui hubungan timnya dengan Messi memang sudah mulai memburuk dalam beberapa musim terakhir.
Namun di sisi lain, kedua pihak sebenarnya sudah memiliki niat untuk memperbaiki semuanya pada musim 2021/2022. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya dan Messi pada akhirnya harus pergi dari Camp Nou.
"Saya pikir itu adalah hubungan yang sukses yang telah berlangsung bertahun-tahun dan pada akhirnya memburuk," ujar Laporta dilansir dari laman Marca, Selasa (17/8/2021).
"Presentasinya terasa aneh. Seperti semua penggemar Barcelona, kami semua lebih suka melihatnya di Barcelona. Tetapi saya rasa ini keputusan yang tepat karena tim di atas segalanya," lanjutnya.
Diakui Laporta, hengkangnya Lionel Messi tidak pernah diharapkan oleh siapa pun di timnya, termasuk sang pemain. Namun, situasi keuangan tim tidak bisa mencegah hal tersebut.
Negosiasi pun terus dilakukan Barcelona hingga menit-menit terakhir kepindahan La Pulga ke PSG. Termasuk usaha mereka untuk melobi pihak Liga Spanyol terkait peraturan finansial tim.
Seperti diketahui, salah satu alasan utama kepergian Messi dari Barcelona adalah peraturan financial fair play (FPP) di Liga Spanyol. Para pemangku kebijakan melihat kondisi keuangan Blaugrana tidak memungkinkan mempertahankan penyerang 34 tahun tersebut.
"Leo (Messi) juga punya waktu, tapi kami melihat itu tidak bisa terjadi. Terlepas dari kenyataan bahwa pemain melakukan banyak upaya untuk menyesuaikan kontraknya dengan batas gaji," ujar Laporta lagi.
"Pada akhirnya, kedua belah pihak harus menerima akhir yang berbeda. Namun kami harus menerima bahwa ide yang kami miliki di awal tidak dapat dipenuhi. Salah satu kisah terindah dalam sepak bola telah berakhir," ucapnya.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya