Inter Milan Bikin 2 Blunder Konyol Vs Real Madrid, Christian Chivu Justru Bangga
MADRID, iNews.id - Inter Milan kalah 1-2 dari Real Madrid di Liga Champions, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Tetapi Pelatih I Nerazzurri Cristian Chivu justru bangga.
Inter memang meninggalkan Madrid tanpa poin. Namun, hasil tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan penampilan tim asuhan Chivu yang mampu memberikan perlawanan hingga menit-menit akhir.
Dua kesalahan menjadi penyebab utama Inter tertinggal. Curtis Jones lebih dulu kehilangan bola melalui umpan yang tidak akurat sehingga Kylian Mbappe mendapatkan ruang untuk membuka keunggulan Real Madrid.
Petaka berikutnya datang dari Josep Martinez. Kiper Inter tersebut mencoba melewati Federico Valverde di area pertahanan sendiri, tetapi kehilangan bola dan membuat Real Madrid mendapatkan peluang yang berujung pada gol kedua.
Inter tidak menyerah setelah tertinggal 0-2. Carlos Augusto kemudian memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan assist Lautaro Martinez, sekaligus membuat Nerazzurri kembali memiliki peluang untuk mengejar hasil positif.
Duel di Bernabeu juga memperlihatkan aksi penting dari kedua penjaga gawang. Thibaut Courtois tampil gemilang untuk Real Madrid, sedangkan Josep Martinez beberapa kali melakukan penyelamatan yang membuat Inter tetap berada dalam pertandingan.
Chivu tidak memilih menyalahkan pemain setelah kekalahan tersebut. Pelatih asal Rumania itu justru memuji keberanian serta karakter Inter ketika menghadapi salah satu tim terbaik Eropa.
“Saya sama sekali tidak marah, saya senang dengan keberanian dan karakter yang ditunjukkan tim saya,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
Bagi Chivu, kesalahan merupakan bagian dari olahraga. Fokus utama dia terletak pada respons pemain setelah melakukan kesalahan, termasuk bahasa tubuh, sikap, serta kemampuan menjaga permainan sampai pertandingan berakhir.
“Jika Anda melakukan kesalahan, dan itu bagian dari olahraga, yang penting adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap kesalahan tersebut dan terus melangkah, bahasa tubuh Anda, sikap Anda hingga akhir. Saya akan mengatakan ini adalah penampilan yang bagus malam ini, mencoba mendominasi dan terus memegang kendali,” ujar Chivu.
Chivu bahkan menganggap penampilan di Bernabeu bisa menjadi modal berharga bagi Inter. Dia senang timnya tetap mampu bertahan dalam pertandingan meski harus menghadapi kualitas serangan Real Madrid.
“Itu membuat saya senang dan optimistis untuk masa depan tim ini. Kesalahan bisa terjadi, kami tahu kami harus memberi mereka ruang dalam transisi dan menghadapi kualitas yang mereka miliki dalam serangan, tetapi kami tetap berada dalam pertandingan hingga akhir, menunjukkan karakter dan itu adalah penampilan yang bagus,” tutur Chivu.
Sikap tersebut semakin terlihat dari keputusan Inter untuk tidak bermain pasif. Chivu bangga timnya datang ke markas Real Madrid dengan keberanian untuk mengambil inisiatif, bukan sekadar mengejar hasil imbang.
“Saya bangga kami menunjukkan keberanian dan tidak datang ke sini dengan mencoba bermain untuk mendapatkan satu poin, melainkan kami membawa permainan kepada tim seperti Real Madrid,” kata Chivu.
Josep Martinez juga mendapat pembelaan dari sang pelatih setelah kesalahan fatal yang dia lakukan pada gol Valverde. Chivu menilai kiper Inter tersebut mampu menunjukkan respons layaknya penjaga gawang berlevel tinggi.
“Kenapa Anda harus menyebut namanya? Saya baru saja mengatakan, hal yang paling penting adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap kesalahan, dan Pepo bereaksi seperti penjaga gawang level tinggi, karena dia tetap tenang dan melakukan beberapa penyelamatan hebat,” ujar Chivu.
Menurut Chivu, prinsip tersebut berlaku untuk seluruh pemain. Kesalahan tidak boleh membuat seorang pemain kehilangan konsentrasi maupun kepercayaan diri selama pertandingan.
“Bukan hanya penjaga gawang, setiap pemain di lapangan, yang penting adalah bagaimana Anda bereaksi, tetap tegakkan kepala, menemukan kembali kepercayaan diri, itu yang menarik bagi saya,” katanya.
Mentalitas comeback Inter juga sebelumnya terlihat di Serie A. Pada akhir pekan, Nerazzurri mampu bangkit setelah tertinggal 0-2 dan berbalik mengalahkan Napoli 3-2. Namun, cerita berbeda terjadi di Bernabeu karena Inter gagal mencetak gol penyama kedudukan.
Editor: Reynaldi Hermawan