Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ruben Amorim Bergerak, AC Milan Bidik Bek Rp1 Triliun Milik MU
Advertisement . Scroll to see content

Inter Milan Dihantam Krisis Mental usai Dibantai AC Milan 3-1, Chivu hingga Barella Akui Masalah Serius

Senin, 02 November 2026 - 19:26:00 WIB
Inter Milan Dihantam Krisis Mental usai Dibantai AC Milan 3-1, Chivu hingga Barella Akui Masalah Serius
Inter Milan dipermalukan AC Milan 1-3 dalam Derby della Madonnina di Stadion San Siro, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id – Inter Milan menghadapi persoalan mentalitas setelah dipermalukan AC Milan dengan skor 1-3 dalam Derby della Madonnina di Stadion San Siro, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Kekalahan perdana Nerazzurri di Liga Italia 2026-2027 itu memunculkan pengakuan mengejutkan dari pelatih Cristian Chivu serta dua pemain senior, Nicolo Barella dan Alessandro Bastoni.

Ketiganya kompak menyoroti masalah sikap dan pendekatan permainan Inter yang dinilai belum mencapai standar terbaik sejak awal musim. Kritik tersebut semakin mengkhawatirkan mengingat Nerazzurri berstatus juara bertahan Serie A dan Coppa Italia musim 2025-2026.

Inter sebenarnya datang ke pertandingan dengan catatan belum terkalahkan di Serie A musim ini. Namun, dominasi mereka langsung runtuh setelah Milan mencetak dua gol hanya dalam sepuluh menit pertama melalui Christian Pulisic pada menit keempat dan Adrien Rabiot menit ke-10.

Alessandro Bastoni sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-22. Inter kemudian mendapatkan sejumlah kesempatan menyamakan kedudukan, tetapi penampilan gemilang kiper Milan, Mike Maignan, menggagalkan peluang tersebut.

Petaka kembali menghampiri Inter menjelang turun minum. Diego Moreira mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-43 sekaligus memastikan keunggulan Milan 3-1 yang bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Inter dalam Derby della Madonnina. Nerazzurri belum pernah mengalahkan Milan sejak April 2024, ketika kemenangan atas rival sekota memastikan gelar Scudetto ke-20 mereka.


Cristian Chivu Akui Mentalitas Inter Milan Bermasalah

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui timnya melakukan kesalahan sejak awal pertandingan. Dia menilai pendekatan permainan yang buruk menjadi salah satu penyebab utama kegagalan Nerazzurri menghadapi Milan.

"Kami memulai pertandingan dengan pendekatan yang salah. Namun, tidak semuanya sia-sia karena kami sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan memiliki kesempatan menyamakan skor menjadi 2-2 jika bukan karena penyelamatan Maignan. Kemudian kami justru memberikan gol lain kepada lawan menjelang turun minum," ujar Chivu seusai pertandingan, dikutip dari Football Italia.

Pelatih asal Rumania tersebut juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa Inter yang dinilai belum memperlihatkan determinasi sesuai harapan.

"Ini mengecewakan. Kami berharap bisa tampil lebih baik daripada yang kami tunjukkan. Kami perlu memperbaiki pendekatan dan determinasi yang terkadang masih kurang," katanya.

Pernyataan Chivu menjadi sorotan karena persoalan yang dihadapi Inter bukan semata-mata berkaitan dengan taktik. Kesiapan mental serta konsentrasi pemain sejak menit awal juga dianggap membutuhkan pembenahan.

Media Italia turut melontarkan kritik terhadap keputusan taktik Chivu dalam pertandingan tersebut. Namun, pengakuan para pemain senior menunjukkan persoalan yang dihadapi Inter juga menyangkut sikap kolektif di lapangan.

Nicolo Barella menyampaikan penilaian serupa. Gelandang Timnas Italia tersebut mengakui Inter belum memperlihatkan pendekatan mental yang tepat sejak kompetisi dimulai.

"Sejak awal musim, kami belum menunjukkan sikap yang tepat, dan itu merupakan hal negatif," kata Barella sebagaimana dilaporkan La Gazzetta dello Sport.

Barella juga mengingatkan dampak buruk dari kebiasaan Inter yang kerap tertinggal terlebih dahulu sebelum berusaha mengejar ketertinggalan.

"Kelelahan terus menumpuk dan akhirnya harus dibayar. Kami harus bercermin dan mengevaluasi diri. Perjalanan masih panjang," ujarnya.


Bastoni Kritik Keras Sikap Pemain, Inter Kebobolan 13 Gol

Kritik lebih tajam datang dari Alessandro Bastoni. Bek Timnas Italia itu menilai pendekatan Inter dalam menghadapi Milan tidak mencerminkan kualitas serta tanggung jawab yang seharusnya dimiliki para pemain Nerazzurri.

"Kami melakukan pendekatan yang salah sepanjang pertandingan. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan adalah bermain untuk Inter harus dibuktikan setiap hari," ujar Bastoni.

Dia menegaskan kritik tersebut ditujukan kepada seluruh anggota tim, termasuk dirinya sendiri. Bastoni tidak ingin tanggung jawab kekalahan hanya dibebankan kepada individu tertentu.

"Ini berlaku untuk semua orang, termasuk saya. Saya sama sekali tidak menyukai sikap yang ditunjukkan. Itu tidak memadai," tegasnya.

Pengakuan tiga sosok penting Inter tersebut memperlihatkan persoalan yang lebih luas di balik hasil buruk dalam pertandingan derby.

Meski baru mengalami satu kekalahan dalam sepuluh pertandingan Serie A 2026/2027, pertahanan Inter menunjukkan tanda-tanda kerentanan.

Nerazzurri telah kebobolan 13 gol dari sepuluh pertandingan liga. Angka tersebut menjadi yang terbanyak di antara tim penghuni sepuluh besar klasemen setelah Frosinone yang sudah kemasukan 14 gol. Sementara itu, Juventus dan Napoli masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan Inter.

Statistik lainnya juga memperlihatkan masalah yang berulang. Dari 13 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini, Inter sudah delapan kali kebobolan gol pembuka.

Kebiasaan tertinggal lebih dahulu membuat Nerazzurri harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membalikkan keadaan. Situasi tersebut dinilai berisiko menguras kondisi fisik dan mental pemain, terutama ketika jadwal pertandingan semakin padat.

La Gazzetta dello Sport menyoroti kecenderungan Inter terlalu percaya terhadap kemampuan sendiri. Keyakinan untuk selalu bangkit dari ketertinggalan dinilai dapat menjadi kelemahan ketika tim kehilangan kewaspadaan sejak awal pertandingan.

Sebelum menghadapi Milan, pendekatan tersebut masih kerap menghasilkan hasil positif. Namun, kekalahan dalam derby kembali memperlihatkan kelemahan Inter, khususnya dalam aspek mentalitas di bawah kepemimpinan Chivu.

Kini, tantangan terbesar Chivu bukan sekadar memperbaiki organisasi pertahanan atau strategi pertandingan. Dia juga dituntut mengembalikan konsentrasi, motivasi, serta determinasi pemain agar Inter tidak terus mengulangi kesalahan yang sama.

Setelah meraih Scudetto dan Coppa Italia pada musim sebelumnya, Inter menghadapi ujian penting untuk membuktikan kemampuan mempertahankan konsistensi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Italia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut