Inter Milan Tumbang di Bernabeu, Lautaro Martinez Soroti 2 Kesalahan Fatal
MADRID, iNews.id - Inter Milan kalah 1-2 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu pada laga perdana Liga Champions, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Tetapi Lautaro Martinez menegaskan Nerazzurri tetap layak pulang dengan kepala tegak setelah tampil kompetitif sepanjang pertandingan.
Inter sebenarnya mampu mendominasi permainan dalam waktu yang cukup panjang. Namun, dua kesalahan fatal membuat tim asal Italia tersebut harus membayar mahal ketika menghadapi Real Madrid dalam laga Liga Champions.
Kesalahan pertama terjadi ketika umpan Curtis Jones justru jatuh ke kaki lawan. Situasi tersebut membuat Kylian Mbappe mendapatkan ruang untuk berhadapan langsung dengan gawang Inter dan membawa Real Madrid mencetak gol.
Kesalahan berikutnya terjadi di sektor pertahanan Inter. Josep Martinez mencoba menggiring bola dari jarak sekitar enam meter, tetapi keputusannya berujung fatal setelah Federico Valverde mampu memanfaatkan situasi tersebut.
Inter sempat memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto. Bek asal Brasil itu mencetak gol setelah menerima assist dari Lautaro Martinez. Nerazzurri juga menciptakan sejumlah peluang lain, tetapi upaya tersebut belum cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan 1-2.
Lautaro Martinez menilai pertandingan melawan Real Madrid memperlihatkan pentingnya detail dalam kompetisi sebesar Liga Champions. Menurut kapten Inter tersebut, kesalahan kecil bisa langsung dihukum oleh lawan dengan kualitas tinggi.
"Kami terus mengulangi bahwa ini adalah kompetisi di mana detail sangat menentukan, dan Anda harus membayar mahal ketika melakukan kesalahan," ujar Lautaro Martinez kepada Sky Sport Italia.
Penyerang asal Argentina itu mengungkapkan Inter sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Nerazzurri mampu menguasai bola dan mengontrol permainan, tetapi dua kesalahan pada awal laga membuat situasi menjadi sulit.
"Kami memulai dengan baik, mengontrol penguasaan bola, mempertahankan bola, tetapi dua kesalahan begitu awal untuk dua gol membuat situasi menjadi sulit. Real Madrid adalah tim dengan level tinggi, tetapi Inter datang ke sini hari ini dan bermain dengan karakter, determinasi, kami menunjukkan level permainan yang bisa kami tampilkan," tutur Lautaro.
Menurut Lautaro, Real Madrid dan Inter memiliki ambisi yang sama di Liga Champions. Kedua klub sama-sama membidik trofi paling bergengsi di Eropa tersebut.
"Real Madrid akan berjuang untuk memenangkan Liga Champions, sama seperti kami, karena itu juga merupakan tujuan kami. Setiap kompetisi yang Anda mulai dengan jersey ini di punggung, harus menjadi target," katanya.
Lautaro sendiri mengakhiri pertandingan dengan luka gores di wajah setelah terlibat benturan dengan Dean Huijsen. Kedua pemain mendapat kartu setelah terlibat perselisihan dalam pertandingan tersebut.
Meski kalah, statistik pertandingan menunjukkan Inter mampu memberikan perlawanan serius kepada Real Madrid. Nerazzurri mencatat penguasaan bola sebesar 61 persen dan menyelesaikan 596 operan.
Sebagai perbandingan, Real Madrid hanya mencatat 313 operan. Namun, dominasi penguasaan bola Inter tidak mampu sepenuhnya diterjemahkan menjadi gol.
"Itulah kepahitannya, kami hanya membiarkan mereka melakukan serangan balik karena mereka memiliki dua penyerang yang sangat cepat, tetapi kami tidak mampu memanfaatkan semua peluang yang kami ciptakan," lanjut Lautaro.
Lautaro juga memberikan apresiasi kepada Thibaut Courtois yang tampil penting di bawah mistar Real Madrid. Menurut dia, Inter masih harus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir jika ingin mendapatkan hasil lebih baik.
"Saya tetap mengatakan kami pulang dengan kepala tegak, karena kami bermain dengan level tinggi melawan lawan hebat. Courtois adalah salah satu penjaga gawang terbaik di dunia, tetapi kami juga harus meningkatkan permainan di depan gawang dan seharusnya bisa tampil lebih baik," ujar Lautaro.
Inter juga melakukan perubahan setelah jeda. Lautaro menjelaskan perubahan pergerakan pemain membantu tim menemukan lebih banyak ruang, termasuk dalam proses terciptanya gol Carlos Augusto.
"Dengan Real Madrid bermain dengan empat pemain di belakang, tidak banyak ruang di tengah, jadi kami seharusnya lebih banyak menyerang melalui sayap. Kami melakukan penyesuaian pada pergerakan di babak kedua, menemukan banyak ruang, termasuk saat mencetak gol. Kami pulang dengan kepala tegak, karena kami tahu kami bermain pada level yang sama dengan tim hebat seperti Real Madrid," kata Lautaro.
Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Inter, terutama dalam mengurangi kesalahan individu dan meningkatkan efektivitas di depan gawang. Lautaro menilai perjalanan Liga Champions masih panjang sehingga hasil ini belum menentukan nasib Nerazzurri.
"Kami harus bekerja pada detail-detail tersebut, karena ini adalah pertandingan pertama, perjalanan masih panjang, dan kami harus meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya," pungkasnya.
Editor: Reynaldi Hermawan