Inter vs Pisa: Dari Tertinggal 2 Gol Jadi Pesta Gol, Nerazzurri Tunjukkan Mental Juara
MILAN, iNews.id – Pelatih Cristian Chivu menyoroti reaksi mental pemain Inter Milan setelah bangkit dari ketertinggalan dan menghajar Pisa 6-2. Sang arsitek sekaligus membela Yann Sommer atas gol pembuka yang lahir dari kesalahan build-up.
Inter sempat tertinggal dua gol pada laga kandang melawan Pisa dalam giornata ke-22 Liga Italia 2025-2026 di Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1/2026) dini hari WIB. Situasi tersebut berubah drastis sebelum turun minum ketika Nerazzurri membalikkan keadaan dan kemudian menambah tiga gol di babak kedua.
Pergantian pemain pada menit ke-34 menjadi titik balik. Chivu menarik Luis Henrique dan memasukkan Federico Dimarco. Keputusan itu berdampak instan, Dimarco tampil sebagai Man of the Match dengan satu gol dan satu assist.
“Ada pertandingan yang berlangsung 100 menit dan bisa dibalikkan,” kata Chivu kepada DAZN melalui FCInter1908.
Gol pertama Pisa dicetak Stefano Moreo lewat lob dari jarak sekitar 30 meter. Kesalahan bermula ketika Sommer kehilangan bola di luar kotak penalti saat mencoba membangun serangan dari belakang.
“Itu kesalahan saya karena saya yang meminta hal-hal tertentu kepada kiper. Kadang saya menempatkan Yann dalam situasi sulit,” ujar Chivu.
Pisa kemudian menambah gol dari situasi bola mati. Setelah itu, Inter menunjukkan respons berbeda. Chivu menilai sikap pemain menjadi faktor utama kebangkitan tim.
“Setelah itu, kami menunjukkan kebanggaan dan terus menekan dengan kualitas dan intensitas, lalu membalikkan keadaan,” ucap Chivu.
“Sikap adalah hal terpenting. Kadang kamu menderita, tetapi yang menentukan adalah cara bereaksi. Menurut saya kami tampil sangat baik,” lanjut dia.
Chivu mengakui Inter sempat berada di ambang runtuh. Namun, tim tetap menjalankan rencana permainan. “Kami bisa saja kolaps, tetapi tim terus melakukan hal-hal mereka. Satu-satunya penyesalan adalah kami tidak membuat skor 4-2 lebih cepat, baru terjadi di akhir,” tutur Chivu.
Dia memberi pujian penuh kepada para pemain. “Salut untuk para pemain, mereka memberikan segalanya demi membuat musim ini kompetitif dan menunjukkan kami bekerja untuk mencapai target,” kata dia.
Inter unggul 3-2 tepat sebelum jeda melalui gol Pio Esposito. Itu menjadi gol ketiga sang penyerang muda di Serie A musim ini.
“Dia sangat ingin membuktikan diri dan berani mengambil tanggung jawab, seperti semua dari 25 pemain kami,” ujar Chivu.
Chivu kembali menegaskan perannya sebagai penanggung jawab utama. “Jika sesuatu tidak berjalan baik, itu selalu kesalahan saya karena kadang saya mendorong terlalu keras. Saya senang mereka percaya pada pekerjaan kami,” ucap dia.
Pelatih asal Rumania itu datang terlambat ke sesi wawancara usai laga karena harus mendapat perawatan medis dari tim dokter Inter.
“Saya menenggak banyak obat pereda nyeri untuk punggung saya,” ungkap Chivu.
Dia lalu menyinggung kehidupan pribadi. “Besok anak-anak saya ingin saya segar, dan istri saya juga mengharapkannya. Saya harus siap menjadi suami dan ayah yang baik,” kata dia.
Saat ditanya apakah dia akan menyaksikan laga Juventus vs Napoli dan Roma vs Milan, Chivu menjawab santai. “Saya punya kecintaan pada sepak bola yang melampaui pekerjaan. Kadang saya lelah karena menonton terlalu banyak pertandingan, tetapi itu perlu untuk belajar,” ujar Chivu.
“Jika ada kesempatan, saya akan menontonnya. Namun keluarga adalah prioritas karena saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk para pemain luar biasa ini dan sering mengabaikan tugas saya sebagai suami dan ayah. Keluarga selalu nomor satu,” tutup dia.
Editor: Abdul Haris