Jadi Pelatih Timnas Prancis, Zinedine Zidane Diperdebatkan karena Beragama Islam
PARIS, iNews.id – Zinedine Zidane baru saja resmi menjadi pelatih baru Timnas Prancis. Namun, penunjukan legenda Les Bleus tersebut tidak hanya membahas kemampuan dia sebagai pelatih, tetapi juga memicu perdebatan terkait agama Islam yang dianutnya.
Zidane resmi dipercaya menggantikan Didier Deschamps yang telah menangani Timnas Prancis selama 14 tahun. Selama masa kepemimpinannya, Deschamps berhasil membawa Les Bleus meraih sejumlah prestasi besar, termasuk gelar Piala Dunia dan UEFA Nations League.
Kedatangan Zidane sebenarnya mendapat perhatian besar karena rekam jejak dia sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis. Namun, sorotan terhadap pelatih baru Les Bleus justru melebar ke ranah pribadi karena isu agama ikut dipermasalahkan.
Sejumlah pihak yang memiliki pandangan Islamofobia mempertanyakan keputusan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menunjuk Zidane sebagai pelatih. Perdebatan tersebut membuat agama yang dianut Zidane ikut menjadi pembahasan di ruang publik.
Anggota Majelis Nasional Prancis dari partai sayap kiri La France Insoumise, Abdelkader Lahmar, kemudian memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Dia menilai pembahasan mengenai agama tidak seharusnya muncul dalam penunjukan seorang pelatih tim nasional.
"Kami tidak pernah menanyakan soal agama kepada Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, atau Aime Jacquet saat mereka ditunjuk. Lalu mengapa pertanyaan ini diajukan kepada Zidane," tulis Abdelkader Lahmar melalui akun X @AK_Lahmar.
Zidane diumumkan sebagai pelatih Timnas Prancis pada 28 Juli 2026. Kontrak dia bersama jajaran staf kepelatihan akan mulai berlaku pada 1 September 2026.
Sebelum menerima pekerjaan tersebut, Zidane diketahui menolak sejumlah tawaran melatih dari klub karena dia sudah lama mengincar posisi pelatih Timnas Prancis. Kesempatan itu datang setelah Deschamps menyampaikan rencana meninggalkan kursi pelatih Les Bleus.
Kini, Zidane harus membuktikan kualitasnya melalui performa Timnas Prancis. Tantangan pertama dia akan datang dalam ajang UEFA Nations League pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober mendatang.
Prancis akan menghadapi persaingan berat di fase grup karena harus melawan Italia, Belgia, dan Turki. Hasil pertandingan, strategi, serta kemampuan Zidane dalam meracik skuad akan menjadi penilaian utama publik terhadap era baru Les Bleus.
Editor: Abdul Haris