Jadwal Padat Mulai Gerogoti Persib, Thom Haye: Kini Kami Lihat Siapa yang Sehat!
BANDUNG, iNews.id – Jadwal padat Persib Bandung mulai berdampak langsung terhadap kondisi pemain dan pemilihan susunan tim, bukan hanya di Super League 2026-2027, namun juga di AFC Champions League Two (ACL Two), dan ASEAN Club Championship. Thom Haye mengungkapkan tim kini tidak lagi semata mencari komposisi terbaik, tetapi harus lebih dulu melihat siapa pemain yang cukup sehat untuk diturunkan.
Persib menghadapi periode dengan jeda pemulihan yang sangat pendek di tengah tuntutan pertandingan beruntun. Kondisi tersebut membuat staf pelatih harus menempatkan kebugaran dan kondisi medis sebagai pertimbangan utama sebelum menentukan susunan pemain.
Haye mengakui menjaga seluruh pemain tetap bugar dalam situasi tersebut nyaris mustahil. Dia mencontohkan kondisi setelah pertandingan menghadapi Dewa United ketika sejumlah pemain harus ditarik keluar karena mengalami masalah fisik.
“Satu-satunya hal yang kami lakukan sekarang adalah berusaha untuk bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir tidak mungkin. Hari ini (laga lawan Dewa United) lihat, para pemain yang berjuang, mereka harus keluar digantikan dalam keadaan cedera, lalu dalam tiga hari kemudian kami harus bermain lagi,” kata Thom Haye, dikutip dari situs resmi I.League.
Tekanan jadwal membuat dasar pemilihan pemain Persib mengalami perubahan. Haye menilai kesiapan fisik kini menjadi faktor yang lebih mendesak dibanding sekadar menentukan susunan berdasarkan kebutuhan taktik.
“Sekarang rasanya, untuk di pertandingan berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tapi kami melihat siapa yang sehat,” tutur Haye.
Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi Persib karena waktu pemulihan antarlaga sangat terbatas. Pemain yang baru saja menguras tenaga dalam satu pertandingan harus kembali mempersiapkan diri untuk laga berikutnya hanya dalam hitungan hari.
Meski kondisi fisik skuad terus tertekan, Haye menegaskan Persib tidak ingin menjadikan jadwal padat sebagai alasan untuk mengendurkan permainan. Dia menilai para pemain tetap berusaha memberikan kemampuan maksimal sepanjang pertandingan.
Haye juga menyoroti peran Bobotoh yang terus memberikan dukungan kepada Persib. Dukungan suporter dinilai menjadi sumber motivasi bagi pemain untuk tetap berjuang ketika stamina mulai terkuras.
“Kami juga sangat senang karena Bobotoh selalu ada untuk kami, mereka mendukung kami, dan kami sangat ingin berjuang untuk Bobotoh juga. Saya pikir kami bisa tunjukkan (vs Dewa United),” dia menegaskan.
Dalam pertandingan melawan Dewa United, Haye mengakui Persib tidak tampil maksimal pada babak pertama dan sempat tertinggal. Namun, Maung Bandung tetap meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua meski kondisi fisik pemain mulai menurun.
“Kami tidak bermain dengan baik babak pertama, kami kebobolan terlebih dahulu di belakang. Tetapi bahkan dengan jadwal yang padat, bukan berarti babak kedua kami bermain untuk imbang atau semacamnya, kami tampil habis-habisan hingga akhir, dan kemudian Anda melihat beberapa pemain kelelahan,” pungkasnya.
Editor: Abdul Haris