Jakmania Desak Persija Boyong Pemain Diaspora, Ivar Jenner Merapat?
JAKARTA, iNews.id – Persija Jakarta didesak melakukan langkah berani dengan merekrut pemain diaspora pada putaran kedua Super League 2025-2026 jika ingin benar-benar bersaing dalam perburuan gelar juara musim ini.
Desakan tersebut datang dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno. Dia menilai komposisi skuad Persija Jakarta saat ini masih menyisakan sejumlah kelemahan yang wajib segera dievaluasi oleh manajemen.
Sebelumnya, Persija Jakarta sempat dikaitkan dengan pemain Timnas Indonesia, Ivar Jenner. Namun, pemain tersebut masih terikat kontrak bersama FC Utrecht hingga Juni 2026, sehingga peluang merekrutnya dinilai tidak mudah.
Diky Soemarno secara terbuka mengaku belum puas dengan kekuatan tim asuhan Mauricio Souza. Dia melihat masih ada beberapa lini yang belum solid untuk bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Persija Jakarta menutup putaran pertama Super League 2025-2026 di posisi ketiga klasemen sementara. Rizky Ridho dan kolega mengoleksi 35 poin, tertinggal tiga angka dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara paruh musim dengan 38 poin.
Menurut Diky, posisi tersebut belum ideal jika Persija ingin kembali mengangkat trofi. Dia menilai langkah evaluasi harus dilakukan secepat mungkin sebelum kompetisi memasuki putaran kedua.
“Harapan saya, Persija harus terus berbenah. Harus tahu siapa yang dipertahankan dan siapa yang diganti. Persija butuh pelapis yang sepadan dan pemain yang benar-benar memberikan kontribusi positif, bukan yang merugikan tim,” kata Diky usai konferensi pers Clash of Legends Jakarta di Balai Kota, Senin (12/1/2025).
Pria berkacamata itu menilai pemain diaspora bisa menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas tim. Dia menyebut banyak pemain diaspora memiliki level permainan setara pemain asing, namun tetap berstatus pemain lokal.
Diky mendorong Persija mulai bermanuver di bursa transfer untuk memboyong pemain diaspora berkualitas agar performa tim jauh lebih baik dibanding putaran pertama.
“Kalau ditanya soal nama pemain, saya tidak ingin menyebutkan secara spesifik. Namun, Persija bisa mencontoh klub yang menggunakan pemain diaspora,” ujar Diky.
Menurut dia, keberanian mengambil langkah tersebut menjadi pembeda antara tim yang sekadar bersaing dan tim yang benar-benar serius mengejar gelar juara.
“Ada pemain diaspora yang kualitasnya setara pemain asing, tapi secara branding tetap pemain lokal. Jika ingin serius juara, Persija harus berani melakukan itu,” sambung Diky.
Masukan dari The Jakmania tersebut kini menjadi sorotan jelang dibukanya putaran kedua Super League 2025-2026, saat Persija Jakarta dituntut tampil lebih konsisten dan kompetitif hingga akhir musim.
Editor: Abdul Haris