Jay Idzes Sebut Satu Gol yang Bikin Nama Indonesia Mendunia
SASSUOLO, iNews.id – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengenang kembali momen bersejarah saat dirinya berhasil membobol gawang Juventus di ajang Serie A Italia. Gol tersebut bukan hanya berarti kemenangan pribadi, tetapi juga menjadi catatan emas bagi sepak bola Indonesia, karena Idzes tercatat sebagai pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di Liga Italia.
Jay Idzes menjadi salah satu sosok inspiratif bagi generasi muda Indonesia yang berkarier di Eropa. Kariernya mulai menanjak ketika bergabung dengan Venezia FC, di mana ia sukses membantu klub tersebut promosi ke Serie A 2024/2025.
Sayangnya, musim berikutnya Venezia harus terdegradasi ke Serie B. Namun, performa impresif Idzes di lini belakang tak luput dari perhatian klub lain. Sassuolo pun bergerak cepat dan resmi merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2025/2026.
Kini, bek berdarah Indonesia-Belanda itu menjadi salah satu pilar utama I Neroverdi — julukan Sassuolo — di bawah asuhan pelatih Fabio Grosso.
Namun, momen yang paling berkesan bagi Idzes tetaplah ketika ia mencetak gol spektakuler ke gawang raksasa Serie A, Juventus.
“Mencetak gol melawan Juventus adalah perasaan yang luar biasa. Saya menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain dan mencetak gol di Serie A, itu kehormatan besar bagi saya,” ujar Idzes, dilansir dari Sassuolonews, Senin (27/10/2025).
Bagi Jay Idzes, torehan tersebut bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga pembuktian bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
“Saya pikir ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai dikenal di dunia sepak bola,” ungkapnya.
Idzes bahkan menyebut beberapa rekan senegaranya yang kini juga berkarier di klub-klub top Eropa, seperti Kevin Diks yang bermain di Borussia Mönchengladbach, serta Calvin Verdonk bersama Lille di Ligue 1 Prancis.
“Ada banyak pemain bagus dari Indonesia, beberapa bermain di Belanda, seperti Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach, dan Calvin Verdonk di Lille. Kami mulai mencapai level yang lebih tinggi,” tambah bek berusia 24 tahun tersebut.
Sejak bergabung, Jay Idzes langsung menjadi kepercayaan pelatih Fabio Grosso di jantung pertahanan Sassuolo. Ia tampil konsisten dengan kemampuan membaca permainan dan ketenangan dalam mengawal lini belakang.
Meski demikian, hasil kurang memuaskan harus diterima Sassuolo setelah takluk 0-1 dari AS Roma di Stadion Mapei, Minggu (26/10/2025). Kekalahan tersebut menghentikan tren positif mereka di Liga Italia musim ini.
Dengan performanya yang terus berkembang, Idzes diyakini akan menjadi simbol kebangkitan pemain Indonesia di kancah Eropa — bukti bahwa talenta Nusantara mampu bersaing di antara pemain terbaik dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan