Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mbappe Gagal Penalti! Real Madrid Digilas Betis, Mourinho Sebut Lawan Menang Lotre
Advertisement . Scroll to see content

Jelang Hadapi Real Madrid, Sneijder Bongkar Kelemahan Inter Milan

Sabtu, 05 September 2026 - 11:00:00 WIB
Jelang Hadapi Real Madrid, Sneijder Bongkar Kelemahan Inter Milan
Wesley Sneijder membongkar kelemahan Inter Milan jelang jumpa Real Madrid (Foto: Inter)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Wesley Sneijder menilai Inter Milan punya kesempatan mengirim pesan kuat kepada dunia saat menghadapi Napoli dan Real Madrid. Tetapi dia meragukan kualitas skuad Nerazzurri jika dibandingkan dengan tim peraih treble pada 2010.

Inter akan menjalani rangkaian pertandingan penting dengan menjamu Napoli di Serie A di San Siro sebelum bertandang ke markas Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions. Dua pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi tim asuhan Cristian Chivu.

Sneijder melihat duel melawan Napoli dapat menjadi persiapan ideal sebelum Inter menghadapi Real Madrid. Menurut dia, para pemain akan dipaksa tampil maksimal karena pertandingan tersebut bisa menjadi tolok ukur kesiapan mereka.

“Menghadapi Napoli memungkinkan Anda mempersiapkan diri lebih baik untuk Liga Champions, karena para pemain tahu mereka harus berada dalam kondisi 100 persen,” kata Sneijder dikutip dari Football Italia.

Legenda Inter itu bahkan melihat dua laga tersebut sebagai peluang bagi mantan klubnya untuk menunjukkan ambisi besar di level domestik dan Eropa.

“Inter bisa mengirim pesan kepada dunia. Mengalahkan Napoli dan mendapatkan hasil melawan Real Madrid, mereka akan mengumumkan pencalonan mereka untuk mencapai final Liga Champions dan memenangkan Scudetto,” ujar Sneijder.

Sneijder Bandingkan Inter Sekarang dengan Tim Treble

Sneijder memiliki alasan kuat ketika membandingkan skuad Inter saat ini dengan tim yang mengukir sejarah pada 2010. Dia merupakan bagian dari generasi emas Inter yang meraih treble di bawah asuhan Jose Mourinho.

Cristian Chivu juga menjadi bagian dari skuad tersebut. Kini, Chivu berstatus sebagai pelatih Inter dan Sneijder mengaku sudah melihat potensi kepelatihan bek asal Rumania tersebut sejak masih menjadi pemain.

“Dia tiba di Ajax pada usia 20 tahun dan langsung menjadi kapten, sedangkan di Inter kami berbagi kamar dan dia hanya pernah berbicara tentang sepak bola, dia cukup membosankan,” tutur Sneijder.

“Saya selalu tahu dia akan menjadi pelatih hebat, bahkan saat itu dia sudah mengatakan ingin menjadikan ini sebagai profesinya. Dia sudah mengalami beberapa momen sulit, tetapi setelah dua atau tiga bulan, tim benar-benar mulai berkembang,” lanjutnya.

Inter berhasil meraih Scudetto dan Coppa Italia pada musim lalu. Namun, pencapaian tersebut belum membuat Sneijder melihat skuad sekarang memiliki level yang sama dengan tim treble 2010.

“Saya tidak punya banyak waktu untuk perbandingan dengan 2010. Skuad saat ini sama sekali tidak seperti tim Treble, kami benar-benar memiliki semuanya saat itu, itu bukan kelompok yang bisa diulang. Tidak ada pemain dari tim saat ini yang akan masuk ke tim 2010. Yah, mungkin Lautaro Martinez,” kata Sneijder.

Penilaian tersebut menjadi sorotan tersendiri menjelang pertandingan besar Inter. Sneijder secara khusus menyebut Lautaro Martinez sebagai satu-satunya pemain dari skuad sekarang yang menurut dia mungkin bisa menembus susunan pemain Inter saat meraih treble pada 2010.

Selain membahas kualitas skuad, Sneijder juga menyoroti pertemuan Inter dengan Real Madrid yang akan menjadi ajang reuni bagi Denzel Dumfries. Bek tersebut meninggalkan Inter dan bergabung dengan Real Madrid pada musim panas ini.

“Ketika Real Madrid menelepon, Anda pergi. Sekarang dia harus tampil lebih baik daripada saat di Inter, karena Real Madrid adalah klub yang lebih besar,” ujar Sneijder.

Menurut Sneijder, Dumfries akan menghadapi tekanan besar setelah bergabung dengan Real Madrid. Namun, dia tetap menilai sang pemain memiliki kualitas untuk tampil di level klub raksasa Spanyol tersebut.

“Ada banyak tekanan pada tim, tetapi Dumfries memiliki kualitas dan jika dia mencapai level itu, itu juga berkat Inter,” tutur Sneijder.

Dengan Napoli dan Real Madrid menunggu di depan mata, Inter kini dituntut membuktikan diri. Dua pertandingan tersebut dapat menjadi ukuran apakah skuad Chivu benar-benar mampu bersaing dalam perebutan Scudetto sekaligus melangkah jauh di Liga Champions.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut