Jelang Kick-off Liga 1 2021, Persebaya Diterpa Badai Cedera
SURABAYA, iNews.id - Persebaya Surabaya diterpa badai cedera menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2021. Tercatat ada 6 orang pemain cedera dua pekan sebelum Liga 1 yang bakal dimulai pada Jumat (27/8/2021).
Nama terakhir yang masuk meja perawatan yakni pemain belakang Persebaya, Arif Satria. Beruntung cedera yang dialaminya dikabarkan tak terlalu parah.
Cedera mantan pemain Persela, menambah panjang deretan pemain-pemain Persebaya yang cedera. Sebelumnya sejumlah nama mulai Koko Araya, dua pemain anyar Bruno Moreira dan Jose Wilkson, Muhammad Hidayat, hingga Frank Sokoy terlebih dahulu menepi karena cedera.
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso mengakui, bila Arif Satria mengalami cedera pada tumitnya. Cedera tersebut merupakan cedera kambuhan yang pernah dideritanya saat membela Timnas Indonesia. Selain Arif, ada beberapa pemain lain yang juga dibekap cedera.
Jelang Liga 1, PSIS Semarang Asah Pola Taktikal
"Arif Satria rumitnya sakit, itu mulai dari Timnas Indonesia, kalau Hidayat itu waktu jatuh kemarin kurang tepat (salah tumpuan), jadi ada masalah pada engkelnya," ujar Aji Santoso, saat dikonfirmasi pada Senin (16/8/2021).
Lelang Jersey Legenda Persebaya Mat Halil Terjual Rp130 Juta
Sejauh ini dikatakan Aji, persiapan timnya menjelang Liga 1 musim 2021 terus dilakukan. Namun diakuinya ada beberapa pemain yang tidak bisa bergabung karena faktor cedera tadi.
"Anak-anak sudah cukup bagus, cuma ada beberapa pemain yang masih tidak bisa bergabung dengan tim," ungkap pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.
Pihaknya sendiri telah meliburkan latihan timnya pada Minggu dan Senin pagi tadi. Nantinya tim bakal kembali berlatih pada Senin (16/8/2021) sore ini. "Senin pagi libur (latihan), Senin sore baru kami menggelar latihan lagi," katanya.
Sebagai informasi, Liga 1 musim 2021 sedianya bakal kembali digelar pada 27 Agustus 2021 setelah sebelumnya diundur beberapa kali. Bergulirnya Liga 1 musim 2022 ini telah diumumkan oleh Menpora Zainudin Amali dan mendapatkan izin dari Mabes Polri.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya