Jerman Kontra Prancis, Ingatkan Loew dan Deschamps Teror Bom
COLOGNE, iNews.id - Laga persahabatan antara Jerman dan Prancis yang akan dilangsungkan di Stadion Rhein Energie Stadion, Rabu (14/11/2017), membuka kenangan pahit kedua pelatih, Joachim Loew dan Diedier Deschamps. Mereka sebelumnya pernah bertemu pada duel serupa, dua tahun lalu di Paris, yang diwarnai sebuah rangkaian aksi terorisme di sekitar stadion.
Kala pertandingan baru berlangsung 20 menit, suara ledakan besar terdengar di luar stadion Stade De France. Ternyata, suara tersebut berasal dari ledakan bom bunuh diri. Namun, penonton malah bersorak, mereka mengira suara tersebut berasal dari petasan.
“Anda tidak akan melupakan hal seperti itu, kenangan tersebut begitu membekas," papar Loew dilansir Times Of Indian.
Karena panitia pertandingan belum menyadari tentang apa yang terjadi sebenarnya, pertandingan tetap dilanjutkan hingga laga dimenangi Prancis 2-0. Namun usai laga, para pemain Jerman diminta segera memasuki ruang ganti untuk diungsikan dari hotel tempat mereka menginap.
Loew mengungkapkan, dirinya dan para pemain merasa cemas."Malam itu, kami sangat ketakutan ketika berada di stadion, susana gemuruh dan tidak terkontrol memenuhi isi stadion," sambung Loew.
Kepanikan juga terjadi dari kubu tuan rumah. Meski memenangi pertandingan, Deschamps dan anak asuhnya tak merasa bahagia. “Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana keadaannya di stadion, kami takut, bahkan hingga menitikkan air mata," ujar pemain yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 itu.
Aksi bom bunuh diri pun berlanjut. Setelahnya, adalah di restoran Le Comptoir Voltaire di Boulevard Voltairedi tak jauh dari stadion, tak lama setelah pertandingan usai. Lalu, ledakkan ketiga terjadi di area tempat pertandingan berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.
Selain bom, terjadi pula aksi penembakan kepada para pengunjung restoran di Rue Bichat. Tak hanya itu, mereka juga menyandera para penonton yang memenuhi gedung konser Paris Bataclan. Akibat rangkaian teror ini tercatat 129 orang tewas, 89 di antaranya di teater Bataclan, 352 orang lainnya cedera dalam serangan ini, termasuk 99 korban luka serius.
Daftar korban diatas sudah termasuk sepupu dari Lassana Diara, Asta Diakite yang juga tewas akibat serangan terorisme di tanah kelahirannya. Kala itu mantan Pemain Real Madrid sedang bermain 80 menit untuk Les Bleus.
Belajar dari pengalaman, sistem keamanan pertandingan malam nanti akan lebih diperketat. Saat ini status keamanan di Koeln sedang siaga merah, akibat sepertiga tiket pertandingan belum terjual. Pemerintah setempat menyiasati itu dengan menerjunkan personel keamanan di sekeliling arena stadion.
“Saya percayakan semuanya pada pihak keamanan, nampaknya saya melihat mereka sudah melakukan prosedur keamanan tingkat tinggi" tandas Loew.
Editor: Abdul Haris