Joan Laporta Telepon Bos Inter soal Lautaro Martinez, Jawabannya Bikin Barcelona Mundur
BARCELONA, iNews.id - Barcelona gagal mendapatkan Lautaro Martinez setelah Joan Laporta menghubungi langsung Presiden Inter Milan Beppe Marotta untuk membahas kemungkinan transfer sang penyerang.
Upaya Barcelona merekrut Lautaro Martinez pada bursa transfer musim panas lalu berakhir tanpa hasil. Inter Milan menegaskan sang kapten tidak untuk dijual.
Presiden Barcelona Joan Laporta mengungkap langsung proses pendekatan tersebut dalam wawancara dengan Corriere della Sera. Laporta mengatakan dia memilih menghubungi Marotta secara langsung tanpa menggunakan perantara.
Menurut Laporta, pembicaraan tersebut berlangsung singkat. Dia menyampaikan kekagumannya kepada Lautaro dan keinginannya melihat penyerang Argentina tersebut bermain untuk Barcelona.
“Saya akan memberi tahu Anda apa yang terjadi. Suatu hari saya menelepon Marotta. Dia dan saya, tanpa perantara. Saya mengatakan kepadanya saya sangat ingin memiliki Lautaro di tim saya karena saya sangat mengagumi pemain itu,” kata Laporta dikutip dari Football Italia.
Namun, keinginan Laporta langsung mendapat respons tegas dari Marotta. Presiden Inter tersebut tidak memberikan ruang untuk pembahasan lebih jauh mengenai kemungkinan transfer Lautaro.
“Tetapi dia bahkan tidak membiarkan saya menyelesaikan pembicaraan. Dia menjelaskan dengan jelas pemain tersebut tidak dijual dan keputusan untuk pindah atau tidak juga bukan berada di tangannya. Jadi saya menghentikan seluruh pembicaraan; tidak ada cara untuk melanjutkannya. Marotta dan saya memiliki hubungan berdasarkan kepercayaan satu sama lain. Kami tidak melangkah lebih jauh karena menghormati dia dan Inter,” ujar Laporta.
Dengan sikap tersebut, Barcelona akhirnya tidak melanjutkan upaya untuk mendatangkan Lautaro. Inter tetap mempertahankan kapten mereka setelah Barcelona mencoba membuka peluang transfer pada musim panas.
Selain membahas Lautaro, Laporta juga berbicara mengenai Cesc Fabregas. Mantan pemain akademi Barcelona tersebut kini menangani Como dan akan membawa timnya menghadapi Barcelona pada pertandingan terakhir fase liga Liga Champions, 27 Januari 2027.
Laporta memberikan pujian terhadap pekerjaan Fabregas bersama klub asal Italia tersebut. Dia juga menilai filosofi permainan Fabregas masih memiliki hubungan dengan identitas Barcelona.
“Cesc melakukan pekerjaan yang hebat. Saya sangat menyukai mentalitasnya. Dia sangat memahami filosofi Barcelona dan membawanya ke Como. Kami memiliki gaya bermain yang serupa, dan akan menyenangkan menghadapi mereka di Liga Champions. Klub itu berkembang pesat. Mereka memiliki pemain-pemain level tinggi,” kata Laporta.
Meski memuji Fabregas, Laporta menepis kemungkinan mantan pemain Barcelona tersebut kembali ke Camp Nou sebagai pelatih dalam waktu dekat. Dia menegaskan Barcelona masih puas dengan pelatih mereka saat ini.
“Tidak, kami senang dengan pelatih kami. Kami mencintainya, dan dia memberikan kepuasan yang luar biasa kepada kami,” ujar Laporta.
Laporta kemudian memberikan perhatian kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Presiden Barcelona tersebut secara terbuka mendukung Yamal untuk meraih penghargaan Ballon d'Or.
“Lamine layak mendapatkannya. Dia berada di urutan pertama dalam daftar dan siap memenangkannya. Ini adalah momennya,” kata Laporta.
Laporta juga menyandingkan kualitas Yamal dengan sejumlah pemain besar yang pernah menjadi ikon sepak bola dunia. Menurut dia, pemain muda Barcelona tersebut memiliki kualitas seperti para pemain yang mampu menghibur penggemar.
“Dia adalah pemain dengan kualitas seperti pemain-pemain terbesar dalam sejarah, seperti Ronaldinho, Messi, dan Neymar. Pemain-pemain yang telah menghibur para penggemar,” pungkasnya.
Editor: Reynaldi Hermawan