Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fajar/Fikri Tumbang di Semifinal, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026
Advertisement . Scroll to see content

Jonatan Christie Tembus Perempat Final BAC 2026, Adaptasi Jadi Kunci Kemenangan

Kamis, 09 April 2026 - 17:45:00 WIB
Jonatan Christie Tembus Perempat Final BAC 2026, Adaptasi Jadi Kunci Kemenangan
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

NINGBO, iNews.id – Jonatan Christie tembus perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 usai mengalahkan Yudai Okimoto dengan skor 21-18, 21-13.

Kemenangan tersebut diraih dalam babak 16 besar yang berlangsung di Ningbo, China, Kamis (9/4/2026). Hasil ini membuat Jonatan kembali mengulang pencapaian musim lalu yang juga mencapai delapan besar.

Jonatan membuka komentarnya dengan rasa syukur atas hasil positif tersebut. Dia merasa tampil lebih siap menghadapi tekanan di fase gugur.

“Pertama Puji Tuhan, bersyukur bisa kembali lolos ke babak ke-8 besar. Terakhir tahun lalu juga ke-8 besar,” ujarnya.


Minim Data Lawan, Adaptasi Jadi Penentu

Pertandingan melawan Okimoto memberi tantangan tersendiri bagi Jonatan. Dia mengaku tidak memiliki banyak referensi terkait gaya bermain lawannya.

“Memang baru pertama ketemu, jarang melihat dia main juga. Kemarin pun melihat beberapa di YouTube tidak banyak cuplikannya,” katanya.

Situasi tersebut memaksa Jonatan untuk cepat membaca permainan selama laga berlangsung. Dia menilai proses adaptasi menjadi kunci untuk mengendalikan pertandingan.

“Bersyukur tadi bisa pelan-pelan adaptasi dengan baik,” ujarnya.

Jonatan juga menyinggung dinamika yang selalu muncul di setiap turnamen. Menurut dia, kondisi pertandingan tidak selalu berpihak kepada satu pemain.

“Setiap turnamen, setiap kondisi pasti ada yang dirugikan, ada yang diuntungkan,” katanya.

Dia menilai setiap lawan membawa tantangan berbeda yang harus dihadapi dengan pendekatan berbeda pula.

“Lawan musuh A bisa menguntungkan, lawan musuh B bisa jadi rugi,” ujarnya.

Jonatan menegaskan tidak ingin terjebak dalam situasi yang dianggap menguntungkan atau merugikan. Fokus utama dia adalah mencari solusi di lapangan.

“Tidak ada perasaan dengan kondisi seperti ini saya diuntungkan. Hanya bagaimana cara mengatasinya saja, lawannya siapa, dengan keadaan seperti ini, harus berbuat apa,” tuturnya.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Jonatan untuk menghadapi laga berikutnya di perempat final. Konsistensi permainan dan kemampuan beradaptasi akan kembali diuji untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di BAC 2026.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut