Piala Asia 2019

Juara Bertahan Australia Tersingkir, Ini Penyebabnya

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Sabtu, 26 Januari 2019 - 17:00 WIB
Juara Bertahan Australia Tersingkir, Ini Penyebabnya

Defender Australia Jacksen Irvine (2) coba dihibur rekannya, Milos Degenek, setelah timnya kalah 0-1 dari Uni Emirat Arab pada perempat final Piala asia 2019 di Hazza Bin Zayed Stadium, Sabtu (26/1/2019) dini hari WIB. (Foto: the-afc.com)

AL AIN, iNews.id - Gelandang tim nasional Australia Jackson Irvine mengaku timnya tak memanfaatkan peluang dengan baik sehingga kalah 0-1 dari tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) pada perempat final Piala Asia 2019 di Hazza Bin Zayed Stadium, Sabtu (26/1/2019) dini hari WIB. 
 
Sebenarnya sang juara bertahan tampil lebih dominan di pertandingan itu. Tercatat ada 14 peluang yang dibuat Australia. Berbanding terbaik dengan UEA yang hanya membuat 6 peluang saja (4 tidak tepat sasaran) namun cukup efektif. 
 
“Sulit untuk menerima kekalahan ini dan menahan emosi setelah pertandingan. Kami membuat banyak peluang dan seharusnya memanfaatkan bola dengan baik ketika menguasainya,” kata Irvine di laman resmi timnas Australia
 
Kesalahan umpan backpass dari pemain Australia membuat lini serang UEA sukses mengintersep dan Ali Ahmed tak segan untuk mencetak gol pada menit ke-68. Berkat blunder ini, Australia tak bisa membalas dan skor 1-0 ini bertahan hingga akhir pertandingan. Irvine berharap timnya mampu bangkit dari kekalahan itu. 
 
“Semua ditentukan oleh satu kejadian dan kami harus bisa menerimanya. Tentunya kami semua akan bersatu, karena menang atau kalah tetap sebagai tim. Kejadian ini berat bagi semua yang mendukung, tetapi kami harus tetap kuat,” ujarnya. 
 
Usai pertandingan, Irvine tampak menghibur salah satu rekannya Milos Degenek yang sempat meneteskan air mata. Padahal, performa Degenek selama Piala Asia 2019 sudah terbiilang mengesankan. Sayang, daya serangnya tumpul ketika menghadapi tuan rumah. 
 
“Saya rasa dia adalah salah satu pemain yang solid selama beberapa bulan terakhir, dan memiliki masa depan bagus. Dia hanya mengungkapkan emosinya. Kami memiliki sisa waktu 25 menit, dan tak mampu memanfaatkannya dengan baik,” tutur Irvine.


Editor : Abdul Haris