Juara League One, Coventry Promosi ke Championship usai Menanti 8 Tahun
COVENTRY, iNews.id – Coventry City dinobatkan jadi juara League One, divisi ketiga Liga Inggris, musim 2019/2020. Dengan begitu, The Sky Blues akan naik kasta ke divisi Championship.
Suka cita ini menjadi sebuah berkah yang tak terduga sebelumnya buat klub di West Midlands Inggris itu. Mereka dikukuhkan jadi juara League One oleh para rival dengan pertimbangan poin per pertandingan. Selain mereka, sistem tersebut juga membuka jalan Rotherham United ikut promosi.
Selasa (9/6/2020) pagi waktu setempat, 71 klub profesional Inggris yang tergabung dalam English Football League (EFL) sepakat menentukan juara berdasarkan poin per pertandingan. Sistem ini diambil karena kompetisi diputuskan tak dilanjutkan karena pandemi virus corona.
Juga disepakati promosi dan degradasi harus dihormati di semua divisi EFL dan bahwa play-off tidak boleh melebihi empat tim.
5 Rivalitas Paling Dikenang di Bulutangkis, Nomor 3 Dihentikan Kanker
Hasil pemungutan suara diumumkan pukul 13.00 waktu setempat. Namun, pemungutan suara kedua dan terakhir di hari ini tersebut jadi perhatian utama saat Coventry yang diwakili CEO Dave Boddy masuk ke kotak suara virtual untuk mendukung atau menentang mengakhiri musim.
Pada pemungutan lainnya, 51 persen klub diminta untuk mempengaruhi mayoritas dan menentukan nasib promosi klub, dan jumlah itu tercapai.
Raheem Sterling Ingin Lebih Banyak Pelatih Berkulit Hitam di Premier League
Buat Coventry, ini promosi kedua mereka dalam tiga musim terakhir yang membuat mereka kembali bermain di divisi kedua Liga Inggris setelah absen delapan tahun.
Rotherham, rival terdekat mereka dalam perebutan gelar, akan bergabung sebagai klub promosi. Sementara Wycombe Wanderers, Oxford United, Portsmouth dan Fleetwood Town akan bertempur di babak play-off promosi selama Juli nanti.
Namun, keputusan ini bukan berita baik buat Sunderland dan Peterborough United yang akan tetap di League One meskipun berada dalam jarak yang dekat dari zona play-off promosi dengan begitu banyak sisa pertandingan yang terpaksa dihentikan.
Editor: Abdul Haris