Julian Alvarez Beri Sinyal Keras ke Barcelona, Arsenal Harus Siapkan Rp3 Triliun Lebih!
MADRID, iNews.id - Julian Alvarez kembali memberi sinyal kuat soal masa depannya setelah diklaim menyukai video TikTok yang menampilkan dirinya mengenakan jersey Barcelona di tengah saga transfer yang semakin panas.
Masa depan Alvarez di Atletico Madrid terus menjadi sorotan menjelang penutupan bursa transfer. Penyerang asal Argentina itu disebut ingin meninggalkan Atletico dan masih berharap bisa bergabung dengan Barcelona, klub impiannya.
Sinyal terbaru muncul melalui TikTok. Seorang penggemar mengklaim Alvarez menyukai video yang menampilkan gambar hasil edit dirinya sedang memakai seragam Barcelona.
Dalam video tersebut, Alvarez terlihat menggunakan selebrasi khasnya. Menurut laporan GOAL, gambar Alvarez mengenakan jersey Barcelona memang sudah melalui proses penyuntingan. Meski demikian, aktivitas menyukai video tersebut kembali memicu spekulasi mengenai klub tujuan berikutnya.
Alvarez sebelumnya sudah secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan Atletico Madrid. Pernyataan tersebut disampaikan saat dia menjalankan tugas bersama Timnas Argentina pada Juni lalu.
"Saya berbicara dengan orang-orang di [Atletico] yang perlu saya ajak bicara, dan hal terbaik bagi semua orang adalah transfer. Saya ingin mewujudkan impian saya," ujar Alvarez.
Dia kemudian menegaskan tidak ingin menyembunyikan keinginannya meski belum waktunya membicarakan masa depannya secara panjang lebar.
"Ini bukan waktunya untuk membicarakan hal ini, tetapi saya juga tidak bisa menyembunyikannya. Saya berusaha menjadi orang yang jujur," tutur Alvarez.
Situasi Alvarez menjadi semakin rumit karena Arsenal juga masih memantau peluang mendatangkan sang striker. ESPN melaporkan Arsenal siap bergerak jika mendapatkan sinyal positif dari Alvarez atau Atletico Madrid terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan.
Sebelumnya, Mundo Deportivo melaporkan pihak Atletico di belakang layar sudah sepakat membuka pembicaraan transfer dengan Arsenal. Klub asal London tersebut disebut siap mengajukan lebih dari 100 juta pounds atau sekitar Rp2,42 triliun.
Namun, Atletico tidak berada dalam posisi terdesak untuk melepas Alvarez dengan harga murah. Klub asal Madrid tersebut justru dikabarkan menaikkan banderol sang penyerang setelah dia mendapatkan sambutan buruk dari suporter sendiri ketika menghadapi Villarreal pada Minggu.
The Athletic, dengan mengutip sumber dari petinggi klub, melaporkan Atletico akan mempertimbangkan tawaran senilai 128 juta pounds untuk Alvarez setara sekitar Rp3,09 triliun.
Sumber yang dekat dengan jajaran petinggi Atletico juga menyebut satu-satunya skenario realistis bagi Alvarez untuk dijual adalah jika Arsenal mengajukan tawaran sesuai harga yang ditetapkan klub.
Arsenal memang diketahui tertarik kepada Alvarez. Namun, sampai saat ini belum ada tawaran resmi dari klub Premier League tersebut. Ada pula keraguan Arsenal bersedia mengeluarkan 128 juta pounds atau sekitar Rp3,09 triliun untuk mendapatkan striker Argentina tersebut.
Arsenal sebelumnya sudah melakukan kontak dengan Atletico dan perwakilan Alvarez pada pekan lalu untuk membahas kemungkinan transfer. Namun, Alvarez disebut tidak terlalu tertarik kembali bermain di Premier League setelah sebelumnya pernah berkarier di Manchester City.
Situasi tersebut membuat Barcelona tetap menjadi tujuan yang paling menarik bagi Alvarez. Sementara Arsenal memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi tuntutan Atletico, sang pemain disebut masih menyimpan ambisi bermain untuk raksasa Catalunya.
Jika sinyal dari Alvarez melalui aktivitasnya di media sosial memang mencerminkan keinginannya, Arsenal menghadapi tantangan besar dalam perburuan sang striker. Mereka bukan hanya harus meyakinkan Atletico dengan tawaran sekitar Rp3,09 triliun, tetapi juga perlu mendapatkan kesediaan Alvarez.
Untuk saat ini, saga transfer Alvarez masih terbuka. Atletico memasang harga tinggi, Arsenal terus memantau peluang, sedangkan Alvarez tampaknya masih menunggu kesempatan untuk mewujudkan impiannya bermain bersama Barcelona.
Editor: Reynaldi Hermawan