Julian Alvarez Jadi Sasaran Cemoohan, Atletico Ambil Langkah Drastis di Tengah Isu Transfer
MADRID, iNews.id - Julian Alvarez berada dalam situasi sulit bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mendapat sambutan negatif dari pendukung sendiri saat namanya diumumkan sebelum pertandingan melawan Villarreal dalam lanjutan kompetisi di Stadion Metropolitano.
Alvarez hanya menjadi pemain cadangan dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 tersebut. Dia baru masuk pada menit ke-66 untuk menggantikan Marc Pubill. Namun, kehadiran Alvarez di lapangan justru kembali disambut dengan siulan keras dari tribun.
Situasi tersebut tidak lepas dari rumor mengenai masa depan Alvarez. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul laporan mengenai keinginan mantan pemain Manchester City itu untuk meninggalkan Atletico Madrid. Arsenal disebut tertarik, sementara Alvarez juga dikaitkan dengan Barcelona.
Tekanan dari suporter bahkan sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Ketika nama Alvarez disebut melalui sistem pengeras suara stadion, respons dari pendukung Atletico berupa siulan keras. Rekaman yang beredar di media sosial kemudian memperlihatkan Alvarez duduk di bangku cadangan dengan ekspresi tertekan.
Kondisi semakin panas ketika Alvarez masuk ke lapangan. Setelah pertandingan berakhir, dia sempat berada di lapangan. Namun, suara ejekan dari tribun membuat Alvarez memilih berjalan menuju lorong stadion.
Alvarez akhirnya tidak ikut dalam momen ketika para pemain Atletico Madrid menghampiri suporter untuk memberikan penghormatan. Dia terlihat berjalan sendirian menuju ruang ganti. Sebuah syal Atletico Madrid juga dilempar ke arah pemain berusia 26 tahun tersebut, meski Alvarez tidak memberikan respons.
Situasi itu membuat Atletico Madrid mengambil langkah untuk mencegah kondisi berkembang lebih buruk. Pelatih Diego Simeone mengungkap klub memutuskan untuk tidak membiarkan Alvarez bergabung dengan pemain lain saat menyapa suporter karena situasinya berpotensi menjadi semakin buruk.
Sebuah video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan Alvarez sempat didampingi anggota departemen komunikasi klub sebelum akhirnya berjalan menjauh dari rombongan pemain Atletico Madrid.
Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, ikut memberikan pandangan mengenai situasi yang menimpa Alvarez. Dia berharap persoalan tersebut segera menemukan jalan keluar dan tidak mengganggu kekompakan tim sepanjang musim.
"Saya pikir kami semua harus tetap bersatu," ujar Oblak dikutip dari Sport Bible.
"Julian Alvarez bersama kami, dan selama dia bersama kami, kami akan mendukungnya," ujarnya.
"Ini bukan situasi yang nyaman bagi siapa pun. Semoga masalah ini segera terselesaikan dan kami bisa tetap bersatu sepanjang musim."
Di tengah situasi tersebut, masa depan Alvarez memang menjadi perhatian besar. Dia disebut ingin meninggalkan Atletico Madrid dan dikaitkan dengan Barcelona. Arsenal juga masuk dalam daftar klub yang dikaitkan dengan pemain Argentina itu.
Namun, Atletico Madrid tidak berniat melepas Alvarez ke Barcelona karena klub asal Catalunya tersebut merupakan salah satu rival langsung mereka. Atletico tetap ingin mempertahankan pemain yang didatangkan pada 2024 tersebut.
CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin, bahkan menegaskan klub akan terus membantu Alvarez agar bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di sisi lain, dia melontarkan kritik terhadap pihak yang dianggap memberi masukan kurang tepat kepada sang pemain dalam beberapa bulan terakhir.
"Atletico Madrid, seperti semua klub besar, dibangun dengan pemain-pemain hebat, dan saya yakin Julian adalah salah satunya, sekaligus seorang profesional hebat. Kami harus bersaing berdasarkan nilai-nilai kami, dengan talenta dari akademi dan pemain-pemain terbaik dari luar yang bisa kami datangkan."
"Kami akan membantu Julian dan terus menjaganya agar dia bisa memberikan potensi terbaiknya, karena kami membutuhkannya untuk terus bersaing di antara klub-klub terbaik Eropa. Kami harus memahami Julian tidak mendapatkan penasihat terbaik dalam beberapa bulan terakhir terkait karier profesionalnya."
Gil Marin kemudian menegaskan Atletico Madrid tidak ingin strategi olahraga klub ditentukan oleh pihak luar. Dia juga menilai ada upaya untuk memecah persatuan di dalam tubuh klub.
"Kami tidak bisa membiarkan klub lain dan media yang berafiliasi dengan mereka menentukan apa yang harus kami lakukan, menentukan strategi olahraga kami, dan tidak menghormati kami."
"Itulah yang sebenarnya sedang mereka coba lakukan, yaitu memecah kami. Jelas kami tidak sekuat mereka, tetapi kami memiliki nilai-nilai. Kami, para penggemar Atleti, tidak akan membiarkan mereka merusaknya. Atleti kuat ketika kami semua bersama."
Alvarez bergabung dengan Atletico Madrid pada 2024 setelah meninggalkan Manchester City. Sejak memperkuat klub tersebut, dia telah mencetak 49 gol dalam 107 penampilan. Kini, Atletico menghadapi tantangan untuk menjaga sang penyerang tetap fokus di tengah tekanan suporter dan ketidakpastian mengenai masa depannya.
Editor: Reynaldi Hermawan