Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tribut Menyentuh Juventus untuk Franco Baresi: 39 Mawar Merah yang Tak Terlupakan
Advertisement . Scroll to see content

Juventus Gagal Menang Lawan Milan, Spalletti Tuntut Tim Main Lebih Berani

Senin, 07 September 2026 - 11:00:00 WIB
Juventus Gagal Menang Lawan Milan, Spalletti Tuntut Tim Main Lebih Berani
Juventus ditahan AC Milan 1-1, Luciano Spalletti menuntut tim lebih berani (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

TURIN, iNews.id - Juventus harus puas berbagi poin dengan AC Milan setelah bermain 1-1 dalam lanjutan Serie A, Senin (7/9/2026) dini hari WIB. Bagi Pelatih Si Nyonya Tua Luciano Spalletti, hasil tersebut tidak menghapus sejumlah hal positif dari penampilan pasukannya, tetapi masih ada persoalan penting yang harus segera dibenahi.

Juventus tampil agresif sejak awal pertandingan. Francisco Conceicao beberapa kali memaksa lini belakang Milan bekerja keras, bahkan sempat melepaskan peluang yang mengenai tiang gawang.

Namun, tekanan Juventus belum mampu menghasilkan gol. Milan justru berhasil mencuri keunggulan melalui Alphadjo Cisse. Pemain muda tersebut mencetak gol lewat aksi individu yang menjadi satu-satunya peluang nyata Milan sepanjang pertandingan.

Juventus kemudian mengubah pendekatan pada penghujung pertandingan. Federico Gatti dimainkan sebagai tambahan kekuatan di lini depan, bukan sekadar menjalankan peran sebagai bek.

Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Gatti menyambut umpan silang Teun Koopmeiners dari jarak sekitar enam meter dan mencetak gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Spalletti menilai respons Juventus setelah tertinggal menjadi salah satu fondasi penting untuk perkembangan tim. Dia melihat para pemain tetap menjaga intensitas permainan meski sempat berada dalam posisi tertinggal.

“Ini adalah fondasi untuk dibangun, karena kami memberikan penampilan, Juventus terus menekan mereka dan mencoba meningkatkan tempo permainan bahkan saat skor 0-0,” kata Spalletti kepada DAZN Italia.

Meski puas dengan sikap para pemain, Spalletti menilai Juventus harus memperbaiki pengambilan keputusan di pertandingan seperti ini. Dia meminta timnya tidak bermain terlalu menunggu ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti Milan.

“Kami memiliki niat yang tepat, tetapi jelas kami perlu meningkatkan pilihan yang kami buat, dan tidak meminta izin dalam pertandingan seperti ini. Anda tidak bisa menunggu untuk diundang, Anda harus pergi ke sana dan mengambil kendali pertandingan,” ujar Spalletti.

Salah satu masalah Juventus terlihat dari banyaknya umpan silang yang masuk ke kotak penalti tanpa menemukan pemain untuk menyambutnya. Situasi serupa juga terlihat dalam eksekusi sepak pojok dan tendangan bebas yang belum memberikan hasil maksimal.

Kendati demikian, Spalletti tetap memberikan dukungan kepada Kolo Muani yang berada dalam sorotan. Pelatih Juventus tersebut belum berniat mengubah pilihannya di lini depan.

“Saya tidak tahu apakah itu masalah, tetapi Nick Woltemade memiliki kemampuan itu di dalam kotak penalti, jadi dia bisa menjadi seseorang yang menjadi sasaran. Dengan Kolo Muani, saya akan tetap berada di jalur ini dan melihat di akhir ke mana jalur ini membawa kami, saya memilih Kolo Muani sebagai striker dan akan tetap bersamanya sampai akhir musim. Ketika kami sampai di sana, kami akan melihat di mana posisi kami,” tutur Spalletti.

Juventus sendiri menghadapi masalah besar terkait kondisi skuad. Kenan Yildiz, Khephren Thuram, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, Jeff Ekhator, Juan Cabal, dan Pape Matar Sarr harus absen karena cedera.

Situasi tersebut membuat Juventus memberikan kesempatan kepada Kerim Alajbegovic dan Nico Gonzalez untuk mencatatkan penampilan sebagai starter pertama mereka musim ini.

Spalletti melihat Juventus sebenarnya sudah beberapa kali berada di area yang tepat untuk membangun serangan. Masalahnya, keputusan akhir dan kualitas umpan masih belum cukup akurat untuk membongkar pertahanan Milan.

“Ketika kami berada di sepertiga akhir untuk menembus garis pertahanan mereka, di situlah kami perlu berkembang. Kami juga harus meningkatkan cara menciptakan peluang, karena kami berada di posisi itu berkali-kali dan hanya membutuhkan bola 5 cm lebih tinggi, atau di kaki kanan bukan kiri, ini adalah detail kecil yang bisa membuat perbedaan,” tambah Spalletti.

Menurut Spalletti, Juventus memiliki mentalitas untuk terus mengejar gol meski Milan sempat unggul. Sikap tersebut akhirnya menghasilkan gol Gatti pada masa tambahan waktu.

“Tim memiliki kekuatan untuk terus menekan, karena mereka tidak pantas tertinggal, tetapi tetap memiliki tekad yang sama untuk terus maju dengan sikap yang sama, dan akhirnya mendapat penghargaan berupa gol penyama kedudukan,” kata Spalletti.

Pelatih Juventus itu juga mengakui kualitas Milan sebagai lawan. Dia menilai Rossoneri merupakan tim kuat, tetapi Juventus juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi tim besar jika mampu mempertahankan sikap seperti dalam pertandingan tersebut.

“Milan adalah tim hebat, tidak ada jalan untuk menghindari itu. Kami bisa menjadi tim hebat, seperti yang kami tunjukkan lagi hari ini, jadi saya memiliki keyakinan dan berterima kasih kepada para pemain atas apa yang mereka tunjukkan hari ini,” tutup Spalletti.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut