Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Timnas Indonesia Ketiban Untung
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Dean James Guncang Liga Belanda! 133 Laga Terancam Diulang

Selasa, 05 Mei 2026 - 22:00:00 WIB
Kasus Dean James Guncang Liga Belanda! 133 Laga Terancam Diulang
Kasus Dean James hampir membuat 133 laga Eredivisie diulang sebelum pengadilan Utrecht memutuskan menjaga stabilitas Liga Belanda. (Foto: IG @deanjames)
Advertisement . Scroll to see content

UTRECHT, iNews.id - Kasus Dean James mengguncang Eredivisie. 133 pertandingan terancam diulang akibat polemik status pemain usai membela Timnas Indonesia.

Situasi ini bermula dari keputusan bek kiri Go Ahead Eagles tersebut yang mengganti kewarganegaraan sepak bola ke Indonesia pada 2025. Dia bahkan sudah menjalani debut dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Australia.

Langkah tersebut memicu polemik serius di kompetisi kasta tertinggi Belanda. Sejumlah pihak menilai perubahan status itu berpotensi membuat dia tidak memenuhi syarat tampil di liga domestik.

Kontroversi memanas setelah NAC Breda kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Klub tersebut mengajukan protes resmi dan meminta pertandingan diulang dengan alasan Dean James dianggap tidak memenuhi syarat bermain.

Protes itu diajukan dalam batas waktu delapan hari setelah pertandingan. Mereka berargumen perpindahan kewarganegaraan membuat status pemain berubah menjadi non-Uni Eropa sehingga membutuhkan izin kerja khusus.

Ancaman 133 Laga Diulang

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) merespons dengan pernyataan mengejutkan. Mereka menyebut setidaknya 11 pemain lain di Eredivisie berpotensi terkena dampak aturan serupa akibat kasus kewarganegaraan ganda.

Jika argumen tersebut diterima, maka minimal 133 pertandingan harus diulang. Situasi itu berpotensi membuat kompetisi kacau total dan sulit diselesaikan tepat waktu.

Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, bahkan sempat menyebut musim liga bisa gagal diselesaikan jika gelombang protes terus berlanjut. Kondisi ini membuat klub-klub besar seperti Ajax dan Feyenoord mengambil sikap waspada dan membuka opsi langkah hukum.

Meski dewan kompetisi KNVB menolak banding NAC Breda, mereka mengakui ada indikasi Dean James tidak memenuhi syarat bermain. Kasus kemudian berlanjut ke pengadilan di Utrecht.

Pengadilan akhirnya memberikan putusan penting yang menyelamatkan kompetisi. Mereka menilai mengulang pertandingan bukan langkah tepat karena bisa menimbulkan dampak besar bagi keseluruhan liga.

Pengadilan Utrecht menyatakan, “Kepentingan NAC untuk memainkan ulang pertandingan tidak otomatis lebih penting dibanding kepentingan KNVB dalam mencegah masalah besar dalam penyelesaian kompetisi Eredivisie.”

NAC Breda Belum Menyerah

NAC Breda merespons putusan tersebut dengan hati-hati. Klub itu menyatakan akan mempelajari hasil sidang sebelum menentukan langkah berikutnya.

Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan pertandingan melawan Go Ahead Eagles tidak akan dibatalkan dan tidak perlu diulang sesuai keputusan hakim.

Kasus ini menyorot dampak besar perpindahan kewarganegaraan pemain di sepak bola modern. Efeknya tidak hanya menyentuh level internasional, tetapi juga bisa mengguncang kompetisi domestik.

Meski krisis berhasil dihindari, polemik ini meninggalkan pertanyaan serius terkait regulasi pemain dengan kewarganegaraan ganda di Eropa.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut