Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Lengkap Liga Spanyol: Real Madrid Bantai Betis, Atletico Ditahan Sociedad
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Cristiano Ronaldo Tinggalkan Real Madrid? Ini Kisahnya

Rabu, 11 Juli 2018 - 10:02:00 WIB
Kenapa Cristiano Ronaldo Tinggalkan Real Madrid? Ini Kisahnya
Cristiano Ronaldo (Foto: standard.co.uk)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.idReal Madrid bukan hanya kehilangan ikonnya dengan kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus senilai 105 juta euro atau sekitar Rp1,76 triliun. Megabintang berjuluk CR7 lebih dari itu, dia adalah jimat Madrid, serta alpha dan omega buat klub ibu kota Spanyol itu.

Lebih dari sekadar seorang mesin gol, dia juga aset jualannya Los Blancos yang membuat mereka bolak-balik menjadi klub terkaya di dunia. Dia juga figur yang membuat Madrid merasa tak perlu merombak skuat secara besar-besaran dalam tujuh musim terakhir.

Perpindahan Ronaldo ke Juventus bukan sekadar transfer terbesar kedua sepanjang sejarah sepak bola. Kesepakatan itu, setelah memperhitungkan upah, biaya transfer dan komisi, akan muncul angka sekitar 298 juta euro (Rp5 triliun) yang hanya bisa dilewati oleh penjualan Neymar Jr dari Barcelona ke Paris Saint-Germain tahun lalu. Itu juga pertaruhan besar untuk semua orang yang terlibat.

Buat Ronaldo, ini juga lompatan terbesar dalam kariernya. Banyak harga yang dia pertaruhkan di sini. Sebab, dia meninggalkan klub terbesar di dunia, kota tempat dia menetap dan liga di mana dia nyaman dan dominan dalam kurun sembilan musim terakhir sejak ditransfer dari Manchester United pada 2009 silam.

Dihitung dari pendapatan, perpindahannya ke Juventus bisa jadi malah di bawah apa yang ditawarkan Madrid untuknya. Secara nilai jual, Los Blancos dan La Liga tentu lebih menjanjikan ketimbang berada di Juventus dan Serie A.


Namun, pindah ke Juventus juga bukan semi-pensiun untuk bintang 33 tahun itu. Karena klub Kota Turin itu masih menuntut persaingan tingkat tinggi yang penuh memeras keringat.

Lalu, apa yang mendorong langkah Ronaldo meninggalkan Santiago Bernabeu? Jawabannya bisa jadi masalah psikologis.

Ya, Ronaldo merasa sudah tidak dicintai publik Madrid. Dua musim terakhir langkahnya di Santiago Bernabeu dipenuhi sinisme dan ejekan. Sampai yang terkini adalah penurunan klausul pelepasan (buyout clause) dirinya.

Suatu saat di waktu musim dingin 2018, Madrid diyakini membuat kesepakatan dengan Ronaldo. Klub itu menyatakan, CR7 bisa pergi dengan banderol 100 juta euro, turun dari klausul sebelumnya sebesar 1 miliar euro. Syaratnya, dia tak bergabung dengan rival langsung Madrid.

Kesepakatan itu kurang disukai Ronaldo. Dia menganggap klausul itu sebagai sinyal kalau klub itu sudah tak menginginkannya lagi.

Madrid pun tidak salah melakukan itu. Yang ada dibenak Presiden Madrid Florentino Perez adalah masalah untung-rugi. Mendapatkan 100 juta euro untuk pemain 33 tahun menjadi pilihan yang cukup menggiurkan. Apalagi di saat kontraknya menyisakan dua tahun lagi.

Sejak 2016, Perez seperti membuka lapak penjualan Ronaldo. Sang bos memilih bersiap mencari calon ikon baru yang lebih segar dan lebih menjanjikan ke depannya seperti Neymar Jr. Jadi, penjualan CR7 bisa dibilang langkah bisnis yang tepat ketimbang melihat dia pensiun dalam dua tahun ke depan.

Namun, menjual Ronaldo yang sudah menghadirkan banyak trofi jelas tak mudah juga buat Perez. Maka dari itu, dia menyeret pemahaman bahwa ini adalah kemauan sang bintang sendiri.


Dari perspektif lain, bukan sekadar masalah bisnis saja yang dipikirkan Perez, namun juga tim. Dengan menyingkirkan Ronaldo, maka dia akan lebih fleksibel membangun skuat gugusan bintang baru yang lebih segar. Ingat, sang presiden punya riwayat panjang dalam menghadirkan bintang-bintang nomor wahid ke Santiago Bernabeu.

Lalu, bagaimana dengan Juventus? Tentu, Si Nyonya Tua tidak perlu Ronaldo untuk sekadar memenangkan scudetto Serie A mengingat tujuh titel beruntun yang mereka dekap selama ini. Menjuarai Liga Champions mungkin itu kepentingan lain dari kehadiran CR7 di Allianz Stadium. Tapi, bukan itu yang utama, karena klub Turin itu juga mampu dua kali melangkah ke final dalam empat tahun terakhir.

Dengan melabuhkan Ronaldo, Juventus melakukan lompatan jauh yang sangat penting dalam hal pendapatan komersial. Mereka ingin bergabung dengan empat klub sekelas Madrid, Manchester United, Barcelona dan Bayern Muenchen dalam hal sponsorship, dan kapten Portugal itu adalah figur yang tepat untuk menaikkan nilai jual klub.

Menghadirkan Ronaldo adalah spekulasi Juventus dalam mengelola dananya. Masuknya CR7 jelas akan menaikkan biaya harian mereka dengan mempertimbangkan biaya transfer, gaji dan lain sebagainya.

Namun, masuknya Ronaldo juga akan mengundang pertumbuhan ekononi yang lebih besar. Yang paling sederhana adalah bakal lebih mengundang minat suporter untuk datang ke stadion. Sponsorhip yang lebih besar juga dipercaya bakal antre.


Untuk menyeimbangkan pengeluaran, Juventus juga telah melepas para veteran bergaji tinggi seperti kiper Gianluigi Buffon, Kwadwo Asamoah dan Stephan Lichtsteiner. Ke depannya, Si Nyonya Tua bisa jadi bakal melepas asetnya yang lain seperti Paulo Dybala atau Miralem Pjanic.

Untuk Serie A, tidak diragukan lagi, kedatangan Ronaldo bak anugerah dari langit. Popularitas mantan pemain Manchester United itu diyakini akan mengangkat nama liga yang belakangan tertinggal dengan negara Eropa lainnya seperti Inggris, dan Spanyol.

Sementara buat La Liga, jelas ini adalah sebuah gempa. Sebab, mereka bakal kehilangan rivalitas kuat antara Ronaldo dan ikon Barcelona Lionel Messi yang selama ini jadi jualan utama.

Intinya, perpindahan Ronaldo jadi pertaruhan banyak pihak, bukan hanya untuk si pemain semata. Lalu, spekulasi siapa yang bakal menemukan keuntungan besar seperti yang diharapkan? Let’s wait and see.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut