KFI Akhirnya Lunasi Seluruh Subsidi Klub Futsal, FFI Turun Tangan Awasi Pengelolaan Liga
JAKARTA, iNews.id – PT Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) memastikan seluruh subsidi dan kontribusi untuk klub peserta Pro Futsal League (PFL) dan Women's Pro Futsal League (WPFL) telah dilunasi. Langkah ini dibarengi komitmen pembenahan pengelolaan kompetisi setelah muncul berbagai masukan dari klub.
KFI tidak hanya menyelesaikan kewajiban finansial kepada peserta liga. Operator kompetisi futsal profesional Indonesia itu juga menyiapkan sejumlah perbaikan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan hubungan kerja sama dengan klub.
Direktur Operasional KFI, Dirgantara Pangaribuan, mengakui masukan klub serta arahan Federasi Futsal Indonesia (FFI) menjadi perhatian serius. Menurutnya, evaluasi tersebut merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan liga.
“Kami berterima kasih kepada klub yang telah menyampaikan masukannya secara terbuka. Seluruh subsidi dan kontribusi klub telah kami tuntaskan, dan kami langsung bergerak melakukan perbaikan, termasuk berkoordinasi dengan mitra, agar ke depan semuanya berjalan lebih baik,” ujar Dirgantara.
Setelah menyelesaikan kewajiban subsidi, KFI akan memprioritaskan pembenahan mekanisme komunikasi dengan seluruh klub peserta PFL dan WPFL. Koordinasi yang lebih rutin dan terbuka diharapkan mampu mencegah persoalan berlarut-larut.
Melalui pendekatan tersebut, setiap kendala dalam penyelenggaraan kompetisi dapat dibicarakan lebih awal. KFI ingin seluruh pihak terlibat aktif dalam mencari solusi demi menjaga kelancaran liga.
Dirgantara menekankan keberhasilan kompetisi profesional tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang kuat antara operator dan klub. Karena itu, pembenahan yang sedang dilakukan diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas kompetisi futsal nasional.
“Kemajuan liga hanya bisa dicapai jika operator dan klub berjalan seiring. Kami ingin menjadikan ini momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun PFL dan WPFL yang lebih solid,” tambah Dirgantara.
Di tengah upaya pembenahan tersebut, Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar turut memberikan penegasan mengenai pembagian kewenangan dalam pengelolaan kompetisi futsal Indonesia.
Michael menjelaskan FFI menjalankan fungsi regulator sekaligus pengawasan. Sementara itu, seluruh pelaksanaan teknis kompetisi, termasuk pengelolaan subsidi klub, menjadi tanggung jawab langsung KFI sebagai operator.
Meski tidak menangani operasional liga secara langsung, FFI tetap membuka ruang bagi klub untuk menyampaikan usulan dan evaluasi. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai tujuan pengembangan futsal nasional.
Michael juga mengingatkan keberadaan klub dan kompetisi merupakan fondasi utama ekosistem futsal Indonesia. Jika keduanya tidak terjaga, keberlangsungan serta perkembangan olahraga tersebut berpotensi terganggu.
“Secara regulator FFI sudah melakukan tugasnya dengan memberikan pengawasan. Tetapi untuk pelaksnaan di lakukan KFI termasuk urusan subdsidi. Karena yang utama adalah mempertahankan ekosistem futsal untuk terus maju,” terangnya.
Dengan pelunasan seluruh subsidi dan kontribusi klub, KFI kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni memastikan perbaikan tata kelola benar-benar berjalan. Koordinasi antara operator, federasi, dan klub menjadi faktor penting dalam membangun PFL serta WPFL yang lebih solid dan berkelanjutan.
Editor: Abdul Haris