Khabib Ungkap Momen Tak Terduga dengan Khusanov di Man City: Diam Sejam, Tapi Penuh Arti
MANCHESTER, iNews.id - Mantan juara dunia UFC kelas ringan, Khabib Nurmagomedov, baru-baru ini bertemu langsung dengan bek Uzbekistan Abdukodir Khusanov saat berkunjung ke markas Manchester City. Pertemuan tersebut ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Khabib, yang kemudian membagikan ceritanya ke publik.
Khabib mengungkapkan bahwa pertemuan mereka berlangsung cukup lama, sekitar satu jam. Namun ada satu hal unik yang langsung mencuri perhatiannya: selama pertemuan itu, Khusanov nyaris tidak berbicara sama sekali.
"Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun selama pertemuan kami yang berlangsung satu jam. Semoga Allah melindungimu, saudaraku. Seluruh rakyat Uzbekistan menaruh harapan besar padamu. Jangan menyerah dan terus maju," tulis Nurmagomedov di akun media sosialnya.
Ungkapan tersebut bukan sekadar motivasi biasa. Di balik kata-kata Khabib, tersirat pesan kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Sang legenda MMA seolah menegaskan bahwa kesempatan yang didapat Khusanov di klub sekelas Manchester City bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan potensi yang harus dibuktikan.
Bermain untuk klub raksasa seperti Manchester City berarti setiap menit di lapangan adalah ujian. Setiap kesempatan menjadi panggung untuk menunjukkan karakter, mentalitas, dan kualitas sesungguhnya.
Sebagai catatan, Abdukodir Khusanov kembali merasakan atmosfer Liga Inggris saat masuk sebagai pemain pengganti dalam laga imbang 1-1 melawan Chelsea pada pekan ke-20 Premier League. Penampilan tersebut menjadi sinyal kebangkitan sekaligus memunculkan optimisme besar di kalangan pendukung Uzbekistan.
Kini, tantangan sesungguhnya menanti. Kepercayaan dari tokoh sebesar Khabib Nurmagomedov harus dibayar dengan konsistensi, disiplin, dan kerja keras di setiap sesi latihan maupun pertandingan. Seperti pesan Khabib, kunci kesuksesan adalah tidak menyerah dan terus melangkah maju.
Para penggemar sudah menaruh keyakinan besar. Selanjutnya, semua akan ditentukan oleh bagaimana Abdukodir Khusanov menjawabnya di atas lapangan.
Editor: Reynaldi Hermawan