Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cesar Meylan Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada Pra-Piala Dunia, Ambisi Cetak Sejarah Menggema
Advertisement . Scroll to see content

Kiper Iran Tetap Main meski Berdarah-darah, Protokol Kesehatan Piala Dunia 2022 Disorot

Selasa, 22 November 2022 - 16:17:00 WIB
Kiper Iran Tetap Main meski Berdarah-darah, Protokol Kesehatan Piala Dunia 2022 Disorot
Kiper Timnas Iran, Alireza Beiranvand tabrakan dengan rekan satu timnya Majid Hosseini saat melawan Inggris di laga perdana Grup B Piala Dunia 2022. (Foto: REUTERS/Peter Cziborra)
Advertisement . Scroll to see content

DOHA, iNews.id – Kiper Timnas Iran, Alireza Beiranvand tabrakan dengan rekan satu timnya Majid Hosseini saat melawan Inggris di laga perdana Grup B Piala Dunia 2022, Senin (21/11/2022) malam WIB. Anehnya dia tetap diperbolehkan melanjutkan pertandingan.

Insiden itu terjadi saat Beiranavand sedang menepis umpan silang dari pemain Inggris. Apesnya dia bertabrakan dengan Hosseini sehingga hidungya terbentur dan berdarah.

Beiranvand kemudian mendapatkan perawatan dari staf medis selama beberapa menit di lapangan. Namun, setelah perawatan tersebut Beiranvand tetap diperbolehkan bermain meski tak berlangsung lama.

Kiper 30 tahun itu memberikan isyarat untuk tidak melanjutkan pertandingan dan akhirnya dibawa keluar lapangan dengan tandu. Kemudian dia digantikan oleh kipper cadangan Iran, Sayed Hossein.

Headway selaku organisasi di Inggris yang bergerak di bidang kesehatan bagi orang yang mengalami cedera otak, memberikan kecaman atas kejadian tersebut.

Luke Griggs selaku Ketua Interim Headway terkejut dengan keputusan tim medis Iran yang memperbolehkan Beiranvard dapat bermain lagi.

“Sungguh memalukan kiper Iran, Alireza Beiranvand diperbolehkan untuk tetap berada di lapangan,” ujar Griggs dalam pernyataannya kepada PA Media dikutip dari Sports Yahoo, Selasa (22/11/2022).

“Tidak relevan dia (Beiranvand) keluar semenit kemudian, dia seharusnya tidak bertahan sedetik pun apalagi semenit. Dia jelas terlihat tertekan dan tidak fit untuk melanjutkan pertandingan,” lanjutnya.

“Ini menjadi contoh kasus di mana keputusan bermain dibuat pemain dan bukan staf medis. Ini adalah ujian pertama untuk pemain yang cedera, dan ini adalah sebuah kegagalan,” tambah Griggs.

Asosiasi Pesepakbola Professinal Inggris (PFA) juga mendukung pernyataan dari Headway bahwa kejadian Beiranvand ini adalah kegagalan pelaksanaan protokol kesehatan dalam pertandingan tingkat dunia.

Pada protokol cedera otak FIFA, tim dokter adalah yang mempunyai kuasa untuk memutuskan apakah seorang pemain cukup fit untuk melanjutkan pertandingan atau tidak, jika pemain bersangkutan menunjukkan gejala gegar otak.

Para dokter dari 32 tim peserta Piala Dunia 2022 sebelumnya telah mengikuti seminar di Qatar untuk memahami protokol kesehatan FIFA tersebut.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut