Kiper Juventus Marah-Marah usai Ditumbangkan Sassuolo, Soroti Kesalahan Fatal
REGGIO EMILIA, iNews.id - Kekalahan Juventus dari Sassuolo di Stadion Mapei terasa semakin menyakitkan karena gol penentu kemenangan tuan rumah tercipta pada sentuhan terakhir pertandingan. Situasi tersebut membuat kiper Guglielmo Vicario kecewa berat dengan cara Si Nyonya Tua menjaga keseimbangan permainan.
Juventus dua kali tertinggal setelah Sassuolo mencetak gol melalui Sebastiano Esposito dan Kieron Bowie. Bianconeri mampu menyamakan kedudukan pada kedua kesempatan tersebut berkat aksi individu Edon Zhegrova.
Namun, upaya Juventus mengejar gol kemenangan justru menjadi bumerang. Ketika para pemain Bianconeri bergerak maju, lini pertahanan mereka berada dalam kondisi terbuka dan Vasilije Adzic memanfaatkannya untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke-94.
Adzic melepaskan tembakan melengkung yang melewati Douglas Luiz dan tidak mampu dihentikan Vicario. Kiper Juventus itu terlihat sangat kecewa dengan minimnya perlindungan ketika pemain Sassuolo berada dalam situasi satu lawan satu.
Vicario menilai Juventus sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memenangkan pertandingan. Namun, hasrat tersebut tidak diimbangi keseimbangan permainan yang sudah mereka persiapkan sepanjang pekan.
"Ada kepahitan yang besar, karena saya memahami keinginan untuk pergi dan memenangkan pertandingan, karena kami adalah Juventus dan merupakan kewajiban kami untuk mengincar kemenangan setiap saat, tetapi kami kehilangan keseimbangan dan kami sudah membicarakan ini sepanjang pekan," ujar Vicario kepada DAZN Italia.
Kiper yang dipinjam Juventus dari Tottenham Hotspur itu kemudian menyoroti dua gol Sassuolo yang menurut dia tidak semestinya terjadi. Vicario menegaskan Juventus tidak boleh memberikan lawan kesempatan mencetak gol dengan cara seperti itu.
"Juventus tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu. Ini adalah klub dengan sejarah yang gemilang dan kami tidak bisa membiarkan gol seperti itu terjadi. Kami harus lebih tenang dan seimbang, karena kami memiliki tim yang penuh kualitas dan kami akan mampu menciptakan peluang," kata Vicario.
Kekalahan tersebut datang hanya sepekan setelah Juventus justru merasakan keuntungan dari gol pada menit-menit akhir. Federico Gatti yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol penyama kedudukan untuk mengamankan hasil imbang 1-1 ketika menghadapi Milan.
Vicario pun menilai kekalahan dari Sassuolo meninggalkan dua perasaan sekaligus, yakni kemarahan dan penyesalan. Menurut dia, Juventus sempat berhasil membalikkan momentum pertandingan, tetapi gagal mengendalikan situasi hingga laga berakhir.
"Menurut saya keduanya, karena kami sudah berhasil membalikkan keadaan untuk menguntungkan kami. Kami harus mampu mengendalikan momen-momen pertandingan seperti ini dengan lebih baik, karena kami memiliki kualitas," lanjut Vicario.
Dia mengingatkan Juventus perlu memahami risiko ketika seluruh pemain bergerak menyerang. Peluang mencetak gol pada detik-detik akhir memang selalu terbuka, tetapi ancaman serupa juga bisa datang kepada pertahanan sendiri.
"Kami harus menyadari kami bisa mencetak gol pada detik terakhir, tetapi kami juga bisa kebobolan, jadi kami harus sedikit lebih berhati-hati," tutur Vicario.
Juventus sendiri sedang menghadapi krisis cedera. Salah satu kehilangan terbesar mereka adalah kapten Manuel Locatelli yang diperkirakan harus menepi selama empat hingga enam bulan setelah menjalani operasi meniskus.
Vicario mengakui absennya Locatelli menjadi kerugian besar bagi Juventus. Namun, dia menolak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan atas kekalahan dari Sassuolo.
"Tentu saja, dia adalah pemain yang fundamental bagi kami, tetapi kami tidak bisa bersembunyi di balik alasan-alasan ini. Kami sedih kehilangan Manuel, tetapi ini merupakan cedera jangka panjang dan kami memiliki pemain-pemain berkualitas di dalam skuad. Kami tidak bisa terus mencari alasan," ujar Vicario.
Editor: Reynaldi Hermawan