Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MU Gagal Datangkan Bek Kiri, 3 Pemain Gratis Ini Bisa Jadi Solusi Darurat!
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pelatih Sabah FK: Berawal dari Menang Kuis, Kini Hadapi MU di Liga Champions

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00:00 WIB
Kisah Pelatih Sabah FK: Berawal dari Menang Kuis, Kini Hadapi MU di Liga Champions
Valdas Dambrauskas membawa Sabah FK ke Liga Champions setelah perjalanan unik dari pemenang kuis televisi (Foto: Flash Score)
Advertisement . Scroll to see content

MANCHESTER, iNews.id - Valdas Dambrauskas akan menghadapi Manchester United di Liga Champions setelah perjalanan kariernya bermula dari kemenangan dalam kuis Who Wants to Be a Millionaire? Kisah pelatih Sabah FK asal Lithuania tersebut menjadi salah satu cerita paling unik dalam kompetisi elite Eropa musim ini.

Manchester United kembali tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2023-2024. Dalam fase liga, pasukan Michael Carrick mendapatkan sejumlah lawan tangguh, termasuk Bayern Munchen, Atletico Madrid, AS Roma, RB Leipzig, dan Villarreal.

Carrick sendiri memiliki pengalaman besar di kompetisi tersebut. Saat masih menjadi pemain Manchester United, dia ikut memenangkan Liga Champions pada 2008. Setelah pensiun, perjalanan kariernya berlanjut ke dunia kepelatihan hingga akhirnya dipercaya menangani klub raksasa Inggris tersebut.

Namun, kisah Dambrauskas menuju Liga Champions sangat berbeda. Pelatih berusia 49 tahun itu tidak pernah menjalani karier sebagai pesepak bola profesional sebelum memilih menekuni dunia kepelatihan.

Dambrauskas justru mendapatkan titik balik melalui acara kuis Who Wants to Be a Millionaire? versi Lithuania pada 2002. Dia memenangkan hadiah 4.000 litas Lithuania atau sekitar 2.500 poundsterling.

Uang tersebut kemudian digunakan untuk mengejar cita-citanya. Dambrauskas pindah ke Inggris dan mempelajari Sports Science and Coaching di London Metropolitan University.

"Saya mengikuti acara ini untuk berkompetisi dan bersenang-senang. Sejak usia 12 tahun, ketika saya menyadari tidak akan menjadi pemain profesional, saya tahu saya ingin menjadi pelatih sepak bola. Kebetulan, kesempatan untuk pindah ke Inggris datang," ujar Dambrauskas dalam wawancara dengan FlashScore.

Dia kemudian mulai membangun karier kepelatihan dari level bawah. Setelah menyelesaikan pendidikan di Inggris, Dambrauskas pernah menangani tim junior Manchester United. Dia juga memiliki pengalaman di akademi Fulham dan Brentford.

Perjalanan tersebut berlanjut ketika Dambrauskas menangani Kingsbury London Tigers, klub dari kasta kesembilan Inggris. Setelah itu, dia kembali ke Lithuania untuk melatih sejumlah tim usia muda sebelum menjelajahi berbagai kompetisi Eropa.

Kariernya kemudian berkembang melalui pekerjaan di klub Bulgaria Ludogorets Razgrad, klub Kroasia Hajduk Split, serta klub Siprus Omonia. Pada tahun lalu, dia mendapatkan kesempatan menangani Sabah FK.

Dari Sabah Juara Azerbaijan hingga Tembus Liga Champions

Dambrauskas langsung mencatat sejarah bersama Sabah. Musim lalu, dia membawa klub tersebut memenangkan liga domestik untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Tidak berhenti di sana, Dambrauskas juga membawa Sabah meraih Piala Azerbaijan. Dia menjadi pelatih pertama dalam sejarah klub asal Baku tersebut yang mampu mempersembahkan gelar ganda domestik.

Kesuksesan domestik itu berlanjut di Eropa. Sabah memulai perjalanan dari babak kualifikasi pertama Liga Champions dan berhasil menembus fase liga. Dambrauskas menjadi satu-satunya pelatih yang membawa klub tersebut melewati seluruh perjalanan tersebut.

Sabah mengawali kiprah Eropa dengan menyingkirkan juara Wales, The New Saints. Mereka kemudian membuat kejutan lain setelah mengalahkan KuPS dari Finlandia dan Aarhus dari Denmark.

Drama terbesar terjadi pada babak playoff melawan Hapoel Beer-Sheva. Sabah memasuki leg kedua dengan posisi tertinggal agregat 1-2.

Situasi semakin sulit setelah Sabah kebobolan dua gol tambahan dalam pertandingan di Baku. Namun, klub Azerbaijan tersebut tidak menyerah dan berhasil memperkecil ketertinggalan dengan mencetak dua gol.

Tellur Mutallimov kemudian menjadi penyelamat Sabah melalui volley pada menit ke-90+4. Gol tersebut membuat pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Hapoel Beer-Sheva kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Djibril Diop mendapat kartu merah. Sabah memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan maksimal.

Orphe Mbina dan Joy-Lance Mickels masing-masing mencetak gol pada babak tambahan waktu. Sabah akhirnya menang 5-2 pada leg kedua dan memastikan kemenangan agregat 6-4 di Tofig Bahramov Republican Stadium.

Kesuksesan tersebut membawa Dambrauskas ke panggung Liga Champions. Sabah tidak mendapatkan undian mudah karena selain Manchester United, mereka juga harus menghadapi Barcelona, Arsenal, Borussia Dortmund, dan Napoli.

Pertandingan melawan Manchester United di Old Trafford menjadi salah satu momen terbesar dalam perjalanan kepelatihan Dambrauskas. Dia kini akan berdiri di panggung yang dahulu hanya bisa dia dekati melalui pendidikan dan pengalaman di Inggris.

Dambrauskas mengakui kepindahannya ke Inggris sejak awal memang didorong ambisi membangun karier di dunia sepak bola.

"Saya pergi ke sana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tetapi dengan gagasan yang jelas untuk mencoba masuk ke jenjang kepelatihan sepak bola. Saya sangat bahagia bisa bekerja di sepak bola dan menjadikannya profesi. Saya tidak bisa menebak apa yang akan terjadi tanpa permainan ini, tetapi saya percaya saya akan menemukan cara untuk mencapai impian saya," tambahnya.

Kini, perjalanan unik tersebut membawanya berhadapan dengan salah satu klub terbesar di Eropa. Dari memenangkan kuis televisi dengan hadiah 4.000 litas Lithuania, Dambrauskas berkembang menjadi pelatih yang membawa klub termuda dalam sejarah Liga Champions Azerbaijan menembus fase liga.

Pertemuan Sabah FK dengan Manchester United pun menjadi babak terbaru dalam kisah tersebut. Dambrauskas datang ke Old Trafford bukan sebagai pemain bintang, melainkan sebagai pelatih yang membangun kariernya dari bawah hingga mencapai panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Bagi Sabah, perjalanan ini juga menjadi sejarah tersendiri. Klub tersebut tidak hanya memenangkan gelar domestik, tetapi mampu melewati seluruh babak kualifikasi Liga Champions dan kini mendapatkan kesempatan menghadapi Manchester United, Barcelona, Arsenal, Borussia Dortmund, serta Napoli.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut