Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangga Pulang ke Belanda, Maarten Paes: Ini Klub Terindah untuk Kembali!
Advertisement . Scroll to see content

Komentar Elegan Maarten Paes Setelah Diresmikan Ajax Amsterdam

Selasa, 03 Februari 2026 - 08:44:00 WIB
Komentar Elegan Maarten Paes Setelah Diresmikan Ajax Amsterdam
Maarten Paes resmi bergabung Ajax Amsterdam. (Foto: Ajax)
Advertisement . Scroll to see content

AMSTERDAM, iNews.id – Maarten Paes memberikan komentar elegan usai diresmikan Ajax Amsterdam sebagai pemain baru. Situasi ini membuatnya pulang ke Belanda setelah menyelesaikan perjalanan panjang kariernya di Amerika Serikat (AS).

Maarten Paes kembali ke Eropa dengan cara yang tidak biasa. Setelah empat setengah tahun berkarier di Major League Soccer bersama FC Dallas, dia memilih Ajax sebagai pelabuhan barunya di Belanda.

Paes menegaskan kepindahan ini bukan keputusan spontan. Dia mengaku selalu memegang visi jangka panjang sejak memulai karier profesional.

“Ketika kamu menjadi pemain profesional, kamu percaya pada diri sendiri. Kamu percaya banyak hal mungkin terjadi. Saya selalu punya visi jangka panjang,” ujar Paes, dikutip dari situs resmi Ajax, Selasa (3/2/2026).

Keputusan hijrah ke AS pada 2022 sempat mengundang tanda tanya. Namun bagi Paes, langkah tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan diri sebagai pemain dan pribadi.

“Ketika saya mengambil langkah ke Amerika, tidak semua orang melihat itu akan terjadi. Tapi saya punya visi jangka panjang juga di sana, dan saya melihat perkembangan yang terjadi,” katanya.


Belajar Disiplin dan Kepemimpinan di AS

Paes menyebut pengalaman bermain di MLS memberi tantangan besar. Faktor geografis, iklim, dan tuntutan fisik membuat setiap pertandingan menjadi ujian tersendiri.

“MLS adalah liga yang terus berkembang. Tapi itu juga liga yang berat karena negaranya sangat besar. Kadang kamu harus terbang tiga jam, menghadapi perbedaan iklim atau ketinggian,” tutur Paes.

Pengalaman tersebut membentuk mentalitas Paes. Dia menyebut tuntutan di Amerika memaksanya memberikan totalitas setiap hari sebagai atlet.

“Kamu harus memberikan segalanya untuk menjadi atlet terbaik yang kamu bisa,” ucapnya.

Selain itu, Paes juga mendapat pelajaran penting soal kepemimpinan. Selama membela FC Dallas, dia sempat mengemban peran sebagai kapten tim.

“Saya juga sempat menjadi kapten, jadi saya belajar soal kepemimpinan,” kata Paes.

Etos kerja Paes menjadi sorotan sejak muda. Dia mengakui kebiasaan serius dalam latihan bukan sesuatu yang baru.

“Itu sudah ada dalam diri saya sejak muda. Saya memang baru menjadi kiper di usia yang agak telat, tapi setelah menemukan passion, mereka tidak bisa membuat saya keluar dari lapangan,” ujarnya.

Bagi Paes, kecintaan pada sepak bola menjadi kunci utama. Rutinitas latihan panjang justru memberi kepuasan tersendiri.

“Ketika kamu menemukan passion, kamu ingin memaksimalkannya. Saya masih senang menghabiskan waktu berjam-jam di lapangan dan di gym untuk berkembang setiap hari,” tutur Paes.

Paes juga mengungkap proses kepindahannya ke Ajax berjalan cepat. Komunikasi dengan klub sebenarnya sudah terjalin cukup lama.

“Kami selalu berkomunikasi dalam beberapa tahun terakhir. Tapi pada hari pertama pemusatan latihan, agen saya mengirim pesan, dan setelah itu semuanya berjalan cukup cepat,” ucapnya.

Hari-hari terakhir menjelang kepastian transfer diakui Paes sempat menegangkan. Namun semua akhirnya terselesaikan dengan baik.

“Hari-hari terakhir sedikit menegangkan karena semuanya semakin dekat. Kamu tidak ingin kesepakatan ini gagal, tapi semuanya berhasil kami selesaikan,” tutur Paes.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut