Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Roma Gagal Datangkan Mason Greenwood, Langsung Bidik Bintang Piala Dunia 2026
Advertisement . Scroll to see content

Kontroversi Argentina vs Mesir! Pierluigi Collina Angkat Bicara Soroti Insiden Mo Salah dan Alvarez

Kamis, 09 Juli 2026 - 14:48:00 WIB
Kontroversi Argentina vs Mesir! Pierluigi Collina Angkat Bicara Soroti Insiden Mo Salah dan Alvarez
FIFA membantah tuduhan laga Argentina vs Mesir diatur demi Lionel Messi. (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

ZURICH, iNews.id – FIFA akhirnya angkat bicara terkait kontroversi laga Argentina vs Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Kepala Departemen Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, membela keputusan wasit Francois Letexier sekaligus menolak tuduhan pertandingan tersebut diatur demi menguntungkan Argentina.

Laga yang berlangsung di Atlanta Stadium berakhir dramatis dengan kemenangan Argentina 3-2. Tim Tango sempat tertinggal dua gol setelah Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko membawa Mesir unggul 2-0 hingga menit ke-67.

Argentina kemudian bangkit melalui gol Cristian Romero pada menit ke-79, Lionel Messi pada menit ke-83, dan Enzo Fernandez pada menit ke-92. Kebangkitan tersebut mengantarkan juara bertahan melaju ke babak perempat final.

Namun, pertandingan itu memicu kontroversi besar. Mesir merasa dirugikan setelah gol mereka pada menit ke-58 dianulir akibat pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses serangan.

Selain itu, Mesir juga menilai seharusnya mendapat hadiah penalti ketika Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti usai berduel dengan Julian Alvarez sesaat sebelum gol kemenangan Argentina tercipta.

FIFA membantah tuduhan laga Argentina vs Mesir diatur demi Lionel Messi. (Foto: IST)
FIFA membantah tuduhan laga Argentina vs Mesir diatur demi Lionel Messi. (Foto: IST)

Kekecewaan Mesir berujung pada tudingan serius. Mostafa Ziko menyebut turnamen tersebut telah "diatur" untuk menguntungkan Argentina. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan mengatakan, "Mereka ingin Argentina dan Messi tetap berada di Piala Dunia demi kepentingan pemasaran."

FIFA Tegaskan Wasit Bekerja Jujur dan Independen

Menanggapi polemik tersebut, Collina memberikan pembelaan penuh kepada wasit Francois Letexier melalui laman resmi FIFA.

"Mari kita mulai dengan mengatakan sekarang kami telah memainkan 50 persen lebih banyak pertandingan dibanding Piala Dunia Qatar 2022, dan masih ada delapan pertandingan besar lagi yang akan dimainkan," kata Collina dikutip dari Give Me Sport.

"Secara keseluruhan kami puas. Namun, dengan jumlah pertandingan yang sangat banyak dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai harapan. Ketika itu terjadi, mereka siap bekerja lebih keras agar benar-benar siap memimpin pertandingan berikutnya."

Collina menegaskan kritik terhadap keputusan wasit merupakan bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak bisa diterima.

"Diskusi yang membangun mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini. Tidak seorang pun boleh mempertanyakan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA. Tuduhan seperti itu dapat memicu ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Itu tidak benar."

Dia juga memastikan tidak ada pihak yang bisa memengaruhi Departemen Perwasitan FIFA, termasuk Presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Tidak seorang pun bisa mengklaim Departemen Perwasitan FIFA dapat dipengaruhi oleh siapa pun, termasuk Presiden FIFA. Dia selalu memberikan dukungan penuh kepada Tim Wasit FIFA dan mempercayai kami bekerja dengan independen sepenuhnya. Para wasit mengambil keputusan secara jujur dan, seperti pemain maupun pelatih, selalu berusaha memberikan yang terbaik."

FIFA membantah tuduhan laga Argentina vs Mesir diatur demi Lionel Messi. (Foto: IST)
FIFA membantah tuduhan laga Argentina vs Mesir diatur demi Lionel Messi. (Foto: IST)

Collina kemudian menjelaskan alasan VAR membatalkan gol Mesir. Menurutnya, setiap gol selalu diperiksa melalui proses Attacking Possession Phase (APP) untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam rangkaian serangan.

"Setelah setiap gol tercipta, VAR memeriksa fase penguasaan bola saat menyerang (APP). Jika ditemukan pelanggaran yang berdampak pada terciptanya gol, VAR akan merekomendasikan peninjauan langsung di lapangan. Tidak ada batasan mengenai jarak dari gawang maupun lamanya waktu antara pelanggaran dan gol."

Dia menyebut insiden Marwan Attia yang menginjak kaki Lisandro Martinez merupakan pelanggaran yang sah untuk dianulir melalui VAR.

"Kami meyakini pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran itu terlihat jelas atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi."

Mengenai insiden Mohamed Salah dan Julian Alvarez, Collina menjelaskan perangkat pertandingan menilai Alvarez lebih dulu menyentuh bola sehingga kontak yang terjadi masih dianggap sebagai bagian normal dari permainan.

"Wasit dan VAR menilai kontak antara Mohamed Salah dan Julian Alvarez merupakan kontak normal dalam permainan sepak bola."
FIFA juga merilis sudut kamera baru yang memperlihatkan Alvarez lebih dahulu memenangkan bola saat duel dengan Salah. Rekaman tersebut menunjukkan Salah langsung bangkit dan berlari mengejar serangan balik Argentina, bukan mengajukan protes kepada wasit.

Menutup penjelasannya, Collina mengakui beberapa keputusan memang tetap memiliki unsur subjektivitas. Meski demikian, dia puas dengan penerapan prinsip perwasitan sepanjang turnamen.

"Tentu akan selalu ada unsur subjektivitas dalam beberapa keputusan, tetapi kami puas dengan bagaimana prinsip ini diterapkan sepanjang turnamen."

Argentina kini melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Swiss. Jika kembali menang, Tim Tango berpeluang kembali bermain di Atlanta Stadium pada 15 Juli menghadapi pemenang laga Norwegia melawan Inggris.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut