Kontroversi Liverpool vs Arsenal! Madueke Benturkan Kepala ke Mac Allister tapi Bebas Kartu Merah, VAR Ungkap Alasannya
LIVERPOOL, iNews.id – Noni Madueke lolos dari kartu merah setelah terlibat benturan kepala dengan Alexis Mac Allister dalam pertandingan Liverpool vs Arsenal di Liga Inggris 2026-2027. Premier League akhirnya mengungkap alasan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) tidak mengusir winger Arsenal tersebut.
Insiden kontroversial itu terjadi pada menit ke-79 ketika Arsenal bertandang ke markas Liverpool, Stadion Anfield, Minggu (1/11/2026). Saat itu, The Gunners sedang mempertahankan keunggulan 1-0 melalui gol cepat Kai Havertz.
Madueke terlihat mengarahkan kepalanya ke Mac Allister ketika kedua pemain terlibat konfrontasi. Gelandang Liverpool tersebut kemudian terjatuh, sehingga muncul tuntutan agar pemain Arsenal mendapat kartu merah.
Namun, wasit tidak memberikan hukuman kartu merah kepada Madueke. Mac Allister justru menerima kartu kuning karena keterlibatannya dalam keributan tersebut.
Premier League kemudian memberikan penjelasan melalui pusat pertandingan resminya. VAR menilai kontak antara kedua pemain tidak memenuhi kriteria tindakan kekerasan yang layak diganjar kartu merah.
"Semua situasi telah diperiksa dan dinyatakan tidak ada pelanggaran yang memerlukan tindakan lebih lanjut. Memang ada kontak ketika Madueke dan Mac Allister saling berhadapan. Menurut saya, kontak tersebut tidak dilakukan dengan kekuatan besar, tidak mengandung kekerasan, dan tidak brutal," demikian penjelasan VAR, dikutip dari Sports Mole.
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena Arsenal akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Tim asuhan Mikel Arteta membawa pulang tiga poin penting dari Anfield.
Kontroversi Madueke dan Mac Allister mengingatkan publik pada insiden serupa yang pernah melibatkan bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, dengan striker Manchester City, Erling Haaland, musim lalu.
Dalam kejadian tersebut, Gabriel melakukan gerakan kepala ke arah Haaland. Namun, penyerang asal Norwegia itu tidak memberikan reaksi berlebihan sehingga pertandingan tetap berlanjut.
Gabriel akhirnya terhindar dari kartu merah dan potensi larangan bermain tiga pertandingan. Keputusan tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan tindakan kekerasan di Liga Inggris.
Berbeda dengan insiden Gabriel, gerakan kepala Madueke terhadap Mac Allister dinilai tidak terlalu agresif. Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, bahkan mengkritik reaksi Mac Allister yang dianggap berlebihan setelah terjadi kontak.
Di sisi lain, penyerang Liverpool, Alexander Isak, justru mendapat sorotan karena tidak bereaksi ketika bajunya ditarik Jurrien Timber di dalam kotak penalti. Tarikan tersebut dinilai berpotensi menghalangi kesempatan Isak mencetak gol.
Perbedaan reaksi pemain dalam dua insiden itu memunculkan perdebatan. Respons seorang pemain terhadap kontak fisik dinilai dapat memengaruhi perhatian wasit terhadap kemungkinan pelanggaran, meski keputusan seharusnya tetap didasarkan pada tindakan yang terjadi.
Keputusan tidak mengusir Madueke turut memperpanjang catatan disiplin Arsenal di Premier League. The Gunners kini melewati 49 pertandingan Liga Inggris secara beruntun tanpa menerima kartu merah.
Kartu merah terakhir Arsenal di kompetisi kasta tertinggi Inggris terjadi ketika menghadapi Liverpool pada Mei 2025.
Meski demikian, catatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan Arsenal mendapatkan perlakuan istimewa dari perangkat pertandingan.
Di bawah kepemimpinan Mikel Arteta, Arsenal mengalami perkembangan signifikan hingga mampu bersaing di papan atas sepak bola Inggris.
Kemenangan 1-0 atas Liverpool menjadi hasil penting bagi Arsenal dalam persaingan mempertahankan gelar Premier League. Gol cepat Kai Havertz menjadi pembeda, sementara keputusan VAR dalam insiden Madueke dan Mac Allister tetap menjadi salah satu pembahasan utama selepas pertandingan.
Editor: Abdul Haris