Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AC Milan Lirik Bruno Fernandes, Ruben Amorim Siap Bajak Kapten MU
Advertisement . Scroll to see content

Krisis MU Makin Parah, Ini Perbandingan Taktik 3 Calon Pengganti Carrick

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:15:00 WIB
Krisis MU Makin Parah, Ini Perbandingan Taktik 3 Calon Pengganti Carrick
Perbandingan taktik tiga calon pengganti Carrick (Foto: Sky Sports)
Advertisement . Scroll to see content

MANCHESTER, iNews.id – Manchester United (MU) terancam semakin terpuruk setelah kalah telak 0-3 dari Bournemouth di kandang sendiri. Hasil memalukan itu membuat posisi Michael Carrick berada dalam sorotan, sementara Eddie Howe, Antonio Conte, dan Julian Nagelsmann muncul sebagai kandidat yang dinilai bisa membenahi situasi di Old Trafford.

Kekalahan tersebut kembali menyoroti persoalan taktik yang membayangi Manchester United. Manajemen klub, termasuk Jason Wilcox dan Omar Berrada, kini menghadapi keputusan besar terkait masa depan Carrick di tengah performa tim yang belum meyakinkan.

Pakar taktik SunSport, Dean Scoggins, membedah kemungkinan pergantian pelatih melalui program Tactics Exposed. Dia menilai tiga nama tersebut menawarkan pendekatan berbeda untuk mengatasi persoalan Manchester United, mulai dari pembenahan cepat hingga perubahan sistem permainan secara menyeluruh.

Eddie Howe disebut sebagai salah satu kandidat terdepan untuk mengambil alih kursi pelatih. Mantan pelatih Bournemouth dan Newcastle United itu dikabarkan menarik perhatian direktur sepak bola Manchester United, Jason Wilcox, berkat pendekatan taktik dan pengalamannya di sepak bola Inggris.

Scoggins menilai Howe memiliki karakter yang sesuai untuk menangani tim dalam situasi sulit. Dia dikenal intens, memperhatikan detail, dan memiliki pendekatan permainan yang masih memungkinkan Manchester United mempertahankan sebagian pola taktik yang digunakan pada era Carrick.

“Mulai dari favorit, yaitu Eddie Howe. Dia telah menapaki jenjang karier di sepak bola Inggris. Dia intens. Dia memperhatikan detail,” kata Scoggins.

Eddie Howe Dinilai Bisa Redam Krisis, Conte Berisiko Ubah Total Taktik

Menurut Scoggins, Howe cenderung menggunakan struktur menyerang 3-2-5. Saat kehilangan bola, timnya dapat turun ke formasi 4-5-1 yang rapat sebelum melancarkan serangan balik. Pendekatan tersebut dinilai bisa membantu Manchester United menemukan keseimbangan permainan.

Namun, ada persoalan yang harus segera diatasi jika Howe benar-benar datang. Sistem tekanan tinggi membutuhkan bek sayap yang mampu menjalankan tuntutan fisik dan taktik secara konsisten. Scoggins mempertanyakan kesiapan pemain Manchester United untuk menerapkan pendekatan itu, terlebih bursa transfer masih berjarak sekitar dua bulan.

“Dia akan datang ke sana dan membuat seluruh tim bergerak dengan pemahaman yang sama, sesuatu yang saat ini belum terjadi,” ujar Scoggins.

Dia menilai Manchester United membutuhkan sosok yang mampu menstabilkan situasi sekaligus menyatukan kembali para pemain. Howe dipandang bisa memberikan rencana permainan yang jelas dan membangkitkan kepercayaan diri skuad agar tidak semakin terpuruk.

“Pada saat ini, Anda membutuhkan sosok yang lebih aman dan bisa diandalkan. Dia akan datang dengan sebuah rencana. Dia akan menyatukan kembali sebagian pemain itu. Mereka tidak akan terpuruk di bawah Eddie Howe,” kata Scoggins.

Berbeda dengan Howe, Antonio Conte dinilai menawarkan perubahan yang jauh lebih ekstrem. Mantan pelatih Chelsea itu dikenal dengan sistem tiga bek dan penggunaan bek sayap, pendekatan yang menuntut para pemain Manchester United beradaptasi dengan cepat.

Scoggins menggambarkan perbedaan kedua kandidat tersebut dengan pernyataan tajam. “Eddie Howe mungkin akan memadamkan api. Antonio Conte justru akan menyalakan api.”

Menurut dia, Conte bukan tipe pelatih yang membiarkan pemain bermain tanpa disiplin taktik. Sistemnya menuntut kerja keras, kepatuhan, dan perubahan peran yang tegas. Meski pendekatannya kerap menghasilkan kesuksesan, penerapannya di Manchester United berpotensi menimbulkan persoalan jika skuad belum siap.

“Ini bukan soal suasana hati. Ini bukan bermain sesuka hati. Ini perubahan taktik otomatis. Dia membuat para pemain menderita dan mereka harus merasakan itu untuk bermain dalam sistemnya. Namun, ke mana pun dia pergi, hasilnya adalah kesuksesan,” ujar Scoggins.

Salah satu kendala utama adalah waktu. Conte pernah memaksimalkan peran Marcos Alonso dan Victor Moses dalam sistem tiga bek ketika melatih Chelsea. Namun, Scoggins mempertanyakan apakah dia memiliki cukup waktu untuk mengubah pemain Manchester United agar sesuai dengan tuntutan taktik serupa.

Dia juga memperingatkan risiko konflik jika Conte mengambil alih tim dalam situasi sekarang. Karakter pelatih asal Italia itu dinilai sangat intens dan berpotensi memicu gejolak internal. Scoggins bahkan mengingatkan kemungkinan terulangnya situasi sulit seperti era Jose Mourinho di Manchester United atau periode Conte bersama Tottenham Hotspur.

Julian Nagelsmann Tawarkan Proyek Jangka Panjang untuk Manchester United

Nama ketiga adalah Julian Nagelsmann, mantan pelatih tim nasional Jerman yang dinilai memiliki kemampuan taktik untuk mengembangkan potensi serangan Manchester United. Kepala perekrutan klub, Christopher Vivell, disebut menjadi salah satu pendukung kuat kualitas kepelatihan Nagelsmann.

Scoggins menyebut Nagelsmann sebagai kandidat yang paling menarik dari ketiga nama tersebut. Pelatih asal Jerman itu dikenal mampu membangun struktur menyerang yang kompleks, termasuk pola 3-1-6 ketika tim menguasai bola.

“Dia adalah sosok yang menarik di antara kelompok ini. Dia mendorong tim ke formasi 3-1-6 saat menyerang. Dia merupakan pelatih muda berbakat ketika pertama kali muncul. Semua orang tahu dia sangat cerdas dalam hal taktik,” kata Scoggins.

Nagelsmann gemar menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tengah. Pergerakan bola cepat dan kombinasi umpan pendek di ruang sempit menjadi bagian dari pendekatannya untuk membongkar pertahanan lawan.

Dia juga mengandalkan pergerakan silang para pemain sayap serta penyerang yang menahan posisi bek lawan. Menurut Scoggins, pola tersebut berpotensi cocok dengan gaya permainan yang ingin dikembangkan Manchester United.

Meski demikian, penerapan taktik Nagelsmann membutuhkan perubahan peran pemain dan disiplin yang tinggi. Scoggins menilai proses itu bisa menjadi evolusi jangka panjang bagi Manchester United, tetapi belum tentu menjadi solusi instan untuk mengatasi krisis saat ini.

“Rasanya begitu banyak hal yang harus berubah dalam peran para pemain. Ini akan menjadi semacam evolusi di bawah sosok seperti Nagelsmann,” ujarnya.

Scoggins juga mempertanyakan kesiapan skuad Manchester United untuk memenuhi tuntutan disiplin taktik Nagelsmann. Dia menyinggung pengalaman sang pelatih ketika berselisih dengan Manuel Neuer dan Joshua Kimmich saat menangani Bayern Munich.

“Secara taktik, saya menyukainya, saya menyukai bentuk permainannya. Namun, apakah Manchester United tempat yang tepat untuk itu saat ini?” kata Scoggins.

Dengan tiga pendekatan yang berbeda, Manchester United dihadapkan pada pilihan sulit jika memutuskan mengganti Carrick. Howe menawarkan stabilitas dan pembenahan yang relatif bertahap, Conte menjanjikan perubahan taktik yang keras, sedangkan Nagelsmann berpotensi membangun proyek permainan jangka panjang.

Kekalahan 0-3 dari Bournemouth menjadi latar yang memperbesar sorotan terhadap masa depan Carrick. Namun, penunjukan pelatih baru tetap bergantung pada keputusan manajemen Manchester United, sementara ketiga nama tersebut menawarkan jalan berbeda untuk mengembalikan daya saing klub.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut