Kritik Fisik Ramadhan Sananta, Shin Tae-yong Disentil Pelatih Persis Solo
SOLO, iNews.id - Fisik Ramadhan Sananta dikritik Shin Tae-yong. Pelatih Persis Solo Leonardo Medina angkat bicara.
Shin Tae-yong pernah terang-terangan mengkritik fisik Sananta. Menurutnya sang striker tidak cukup kuat untuk tampil selama 90 menit penuh.
“Untuk Sananta memang secara otot tidak bisa bermain selama 90 menit penuh, saya sedang berusaha untuk mengubah itu, Sananta sendiri harus berusaha agar fisiknya bisa bermain 90 menit,” kata Shin Tae-yong usai Timnas Indonesia pesta gol ke gawang Brunei Darussalam pada putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 silam.

Bocah Ajaib Barcelona Marc Guiu Berpotensi Gemparkan Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia
Namun hal itu dibantah pelatih Sananta di klub. Leonardo Medina selaku arsitek Persis Solo tak sepakat dengan pernyataan Shin Tae-yong.
“Kita tahu Sananta adalah pemain dengan kualitas yang baik, saya pikir dia pemain terbaik, dia bisa bermain penuh, saya mendengar komentar dia tidak mampu bermain 90 menit, saya tidak tahu kenapa ada komentar seperti itu,” kata Medina pada konferensi pers jelang laga Persis Solo kontra Persita Tangerang, Sabtu (21/10/2023) silam.
Welber Jardim Fasih Bahasa Indonesia, sang Ibunda Bangga
“Mungkin Sananta di Timnas (Indonesia) merasa ada sesuatu, tapi saya percaya dia bisa bermain 90 menit,” ujar pelatih asal Meksiko itu.
Mantap! Jaminan Keselamatan Jakarta Marathon 2023 Lewati Standar Internasional
Terbukti, Sananta bermain penuh bersama Persis Solo sebanyak empat kali dari 12 penampilannya di Liga 1 2023/2024. Sananta juga kerap dimainkan selama lebih dari 80 menit membela tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu.

Angela Tanoesoedibjo Bongkar Makna Seragam Defile Indonesia di Asian Para Games 2022
Indra Sjafri, yang merupakan pelatih Sananta di Timnas Indonesia kelompok umur, sepertinya sependapat dengan Medina.
Coach Indra bahkan memainkan Sananta selama 120 menit kala Timnas Indonesia U-24 menghadapi Uzbekistan U-24 di babak 16 besar Asian Games 2023 lalu.
Editor: Reynaldi Hermawan