Kronologi Lengkap! Kenapa Senegal Kehilangan Gelar Piala Afrika 2025? Ini Putusan CAF
KAIRO, iNews.id - Hasil final Piala Afrika 2025 resmi dibatalkan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Senegal dinyatakan kalah. Situasi ini membuat Maroko kini sah sebagai juara Afrika dalam keputusan paling kontroversial sepanjang sejarah turnamen.
Final Piala Afrika 2025 awalnya menghadirkan drama luar biasa. Senegal sempat memenangkan laga dengan skor 1-0 setelah pertandingan penuh ketegangan dan sempat terhenti akibat protes keras terhadap keputusan wasit.
Namun dua bulan setelah laga tersebut, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengeluarkan keputusan yang membalikkan hasil pertandingan. Dewan banding CAF menetapkan laga tersebut tidak sah dan Senegal tidak lagi diakui sebagai juara.
Dalam putusan yang dirilis 17 Maret, CAF menyatakan Senegal “dinyatakan kalah” dan hasil pertandingan resmi diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko. Keputusan ini muncul setelah adanya banding resmi dari pihak Maroko.
Brahim Diaz Menangis usai Penalti Panenka yang Gagal Bikin Maroko Gagal Juara Piala Afrika 2025
CAF menjelaskan tindakan Senegal meninggalkan lapangan menjadi pelanggaran serius terhadap regulasi turnamen, khususnya Pasal 82 dan 84. Kedua pasal ini mengatur konsekuensi bagi tim yang menolak bermain atau meninggalkan pertandingan tanpa izin wasit.
Pasal 82 berbunyi: “Jika, karena alasan apa pun, sebuah tim menarik diri dari kompetisi atau tidak hadir dalam pertandingan, atau menolak bermain atau meninggalkan lapangan sebelum pertandingan selesai tanpa izin wasit, maka tim tersebut dianggap kalah dan dikeluarkan dari kompetisi.”
Final Piala Afrika 2025 Ricuh, Sadio Mane Muncul sebagai Penyelamat
Sementara Pasal 84 menyebut: “Tim yang melanggar ketentuan pasal 82 dan 83 akan dikeluarkan dari kompetisi. Tim tersebut akan kalah 3-0 kecuali lawan telah mencetak skor yang lebih menguntungkan saat pertandingan dihentikan, maka skor tersebut yang dipertahankan.”
Sejarah! Senegal Juara Piala Afrika 2025 usai Kalahkan Maroko Lewat Drama Extra Time
Insiden bermula di masa injury time saat skor masih imbang. Wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala Ngambo, memberikan penalti kepada Maroko setelah menganggap terjadi pelanggaran terhadap Brahim Diaz oleh bek Senegal.
Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain Senegal. Pelatih Pape Thiaw bahkan memanggil anak asuhnya ke pinggir lapangan dan mendorong mereka meninggalkan pertandingan sebagai bentuk protes.
Sadio Mane Kembali Menghantui Mo Salah, Senegal Usir Mesir dan Tantang Maroko di Final Piala Afrika 2025
Tim Senegal sempat masuk ke ruang ganti selama beberapa menit, kecuali kapten Sadio Mane yang tetap berada di lapangan. Setelah itu, Mane berhasil mengajak rekan-rekannya kembali untuk melanjutkan pertandingan.
Saat laga dilanjutkan, kiper Edouard Mendy berhasil menggagalkan penalti Brahim Diaz. Pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu, dan Senegal akhirnya menang lewat gol Pape Gueye pada menit ke-94.
Meski sempat memastikan gelar juara, keputusan CAF kini menghapus kemenangan tersebut. Dewan banding menilai aksi meninggalkan lapangan lebih dari 10 menit sebagai bentuk penolakan bermain.
Peluang Senegal untuk mengajukan banding di internal CAF dinilai kecil. Namun, kasus ini hampir pasti akan dibawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk mendapatkan putusan final.
Jika Senegal ingin membalikkan keputusan, CAS harus menemukan kesalahan dalam penerapan aturan oleh CAF. Proses ini dikenal sulit karena membutuhkan bukti kuat terkait pelanggaran prosedur.
Keputusan ini tercatat sebagai peristiwa langka dalam dunia sepak bola. Hingga kini, belum ada catatan final turnamen besar yang hasilnya dibatalkan lalu gelar juara dialihkan ke tim lain.
Langkah CAF tersebut menjadikan final Piala Afrika 2025 sebagai salah satu momen paling kontroversial dan bersejarah dalam sepak bola Afrika, sekaligus mengubah catatan juara secara drastis.
Editor: Reynaldi Hermawan