Kylian Mbappe Jadi Target Penculikan, Remaja 18 Tahun Diduga Otak Komplotan Kriminal
PARIS, iNews.id - Kylian Mbappe diduga menjadi salah satu target penculikan komplotan kriminal di Prancis yang melibatkan seorang remaja berusia 18 tahun.
Remaja bernama Clément L tersebut ditangkap setelah polisi membongkar dugaan jaringan kriminal yang disebut menyasar sejumlah orang kaya dan terkenal di Prancis. Mbappe menjadi nama paling menonjol dalam daftar tersebut karena statusnya sebagai bintang Real Madrid dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai sekitar 200 juta poundsterling atau sekitar Rp4,5 triliun.
Clément diduga menjalankan aktivitas kelompok tersebut melalui aplikasi Snapchat menggunakan nama samaran “Lester Z”. Saat aktivitas itu berlangsung, dia diketahui sudah berada di dalam penjara karena kasus mucikari dan perampokan bersenjata.
Penyelidikan polisi semakin mengarah kepada Clément setelah aparat memeriksa dua telepon selulernya. Dari perangkat tersebut, penyidik menemukan alamat serta informasi yang berkaitan dengan 26 target.
Daftar tersebut tidak hanya mencantumkan Mbappe. Sejumlah rapper dan pengusaha dengan kekayaan besar juga disebut masuk sasaran. Di antaranya terdapat pedagang daging asal Turki dan seorang pengusaha perhiasan.
Kasus ini mulai terkuak setelah dua orang yang diduga anggota komplotan melakukan perampokan di sebuah toko jam tangan di Paris pada Mei. Keduanya disebut membawa senjata api dalam aksi tersebut.
Para pelaku berhasil membawa 11 jam tangan mewah dengan nilai sekitar 128.000 poundsterling atau sekitar Rp2,3 miliar. Setelah beraksi, mereka melarikan diri menggunakan skuter.
Pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Salah satu tersangka ditangkap sekitar 30 menit kemudian setelah skuter yang dia kendarai menabrak sebuah truk. Tersangka kedua juga berhasil diamankan tidak lama setelah itu.
Penyelidikan atas perampokan tersebut kemudian membawa polisi kepada Clément dan seorang rekannya. Aparat selanjutnya mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan yang memiliki daftar 26 target.
Jaksa Penuntut Umum menilai kasus Clément jauh lebih serius karena dia sudah memiliki riwayat kriminal sebelum terseret dalam perkara baru ini.
“Pemuda ini sudah berada di penjara karena pelanggaran serius, dan sekarang dia muncul dalam kasus baru yang melibatkan seorang rapper dan pesepak bola terkenal,” kata Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan pagi itu.
Jaksa juga menilai hukuman berat diperlukan untuk menghadapi perilaku kriminal Clément.
“Hanya penahanan di sel isolasi di penjara yang dapat membuat dia memahami kenyataan situasi ini, mengingat kehidupan kacau dan kriminal yang dia jalani.”
Catatan kriminal Clément mencakup dua hukuman atas kasus terkait narkoba serta satu hukuman akibat perampokan dengan kekerasan. Dia juga dilaporkan putus sekolah ketika sedang menempuh pendidikan kejuruan di bidang tata boga.
Di hadapan pengadilan, Clément mengakui seriusnya perkara yang sedang dia hadapi.
“Saya tahu pelanggaran yang dilakukan sangat serius,” ujar Clément kepada pengadilan.
Meski begitu, dia berusaha mengecilkan perannya dalam jaringan tersebut. Clément membantah menjadi otak utama komplotan dan mengklaim hanya bertindak sebagai perantara antara seorang bos misterius dengan para pelaku lapangan.
Dalam pembelaannya, dia juga mengungkapkan keinginan untuk meninggalkan kehidupan kriminal dan mengejar cita-citanya sejak kecil.
“Saya ditahan di sel isolasi, dikelilingi orang-orang gila dan teroris, dan saya tidak berpikir kondisi itu akan membuat keadaan menjadi lebih baik.”
“Saya benar-benar ingin menjadi koki; itu sudah menjadi impian saya sejak masih sangat muda.”
Kasus ini kini menempatkan nama Kylian Mbappe dalam perkara kriminal serius di Prancis. Polisi masih mendalami informasi mengenai 26 target yang ditemukan dari perangkat komunikasi Clément, termasuk dugaan rencana terhadap pesepak bola Real Madrid tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan