Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecintaan Sepak Bola Warga Spanyol Ternyata Warisan Keluarga, LALIGA Ungkap Fakta Mengejutkan
Advertisement . Scroll to see content

LaLiga Jadi Kompetisi dengan Nilai Pemain Akademi Tertinggi di Eropa, Tembus Rp28,3 Triliun

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:37:00 WIB
LaLiga Jadi Kompetisi dengan Nilai Pemain Akademi Tertinggi di Eropa, Tembus Rp28,3 Triliun
Lamine Yamal menjadi salah satu pemain muda jebolan akademi Barcelona. (Foto: LaLiga)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id – LaLiga mencatat prestasi luar biasa dalam pengembangan pemain muda. Berdasarkan laporan resmi terbaru, total nilai pasar pemain akademi klub-klub Liga Spanyol 2025-2026 mencapai 1,46 miliar euro atau sekitar Rp28,3 triliun. Angka tersebut menjadikan LaLiga sebagai liga dengan nilai akademi tertinggi di Eropa, melampaui Premier League, Bundesliga, Serie A, dan Ligue 1.

Selain unggul secara finansial, LaLiga juga memimpin dalam memberi kesempatan bermain kepada pemain muda. Pada musim 2024-2025, 19,8 persen menit bermain diberikan kepada pemain akademi, menjadikannya liga paling ramah bagi talenta lokal di Eropa.

Temuan ini menegaskan, sistem akademi merupakan pilar strategis dalam model kompetitif dan berkelanjutan yang diterapkan oleh LaLiga. Strategi ini tidak hanya mendorong performa di lapangan, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi bagi klub-klub anggotanya.


Unggul di Eropa dan Catat Rekor Finansial

Menurut analisis tersebut, nilai pasar pemain akademi LaLiga jauh melampaui liga top Eropa lainnya. Premier League menempati posisi kedua dengan 1,07 miliar euro (Rp20,7 triliun), disusul Bundesliga 960 juta euro (Rp18,6 triliun), Serie A 890 juta euro (Rp17,2 triliun), dan Ligue 1 760 juta euro (Rp14,7 triliun).

Pada bursa transfer musim panas 2025, klub-klub Spanyol juga mencatatkan pendapatan rekor sebesar 289 juta euro (Rp5,6 triliun) dari penjualan pemain akademi lokal. Angka ini menjadi bukti nyata keberhasilan strategi jangka panjang LaLiga dalam mencetak dan memasarkan pemain berkualitas tinggi.

Selama lima tahun terakhir, porsi pendapatan dari transfer pemain akademi meningkat dari 27 persen menjadi 45 persen, jauh di atas Bundesliga (31 persen), Serie A (28 persen), Ligue 1 (26 persen), dan Premier League (22 persen). Bahkan tanpa menghitung Real Madrid dan Barcelona, persentase itu hanya turun sedikit menjadi 43 persen, menegaskan kekuatan pengembangan pemain di seluruh struktur kompetisi Spanyol.


Keberlanjutan, Identitas, dan Keunggulan Global

Keberhasilan finansial tersebut tidak mengorbankan aspek pengembangan. LaLiga tetap menjadi kompetisi yang paling banyak memberikan kesempatan bagi pemain muda, dengan 19,8 persen menit bermain diberikan kepada jebolan akademi — jauh di atas Ligue 1 (13,5 persen), Bundesliga (7 persen), Premier League (6,4 persen), dan Serie A (5,5 persen).

“Data ini menegaskan kepemimpinan LaLiga dalam sepak bola akar rumput global. Investasi pada pembinaan pemain muda memberikan hasil nyata, baik dari sisi olahraga maupun ekonomi. Akademi muda adalah aset strategis bagi klub kami sekaligus ciri khas sepak bola Spanyol,” ujar Juan Florit, Kepala Departemen Proyek Sepak Bola LaLiga.

“Spanyol melatih lebih baik, mempertahankan lebih banyak, dan menjual dengan nilai lebih tinggi, semuanya secara berkelanjutan. Tujuan kami kini adalah memperkuat dan memperluas model ini, serta terus berbagi pengetahuan dengan entitas sepak bola internasional,” lanjutnya.

Sistem akademi Spanyol memungkinkan pemain mengumpulkan hingga 500 pertandingan resmi di kategori usia muda, memberikan pengalaman dan kematangan lebih awal sebelum tampil di level profesional. Kombinasi antara pembinaan jangka panjang dan regulasi ekonomi yang sehat menjadi fondasi keberhasilan model ini.


Rujukan Dunia dalam Pembinaan

Model akademi LaLiga kini menjadi rujukan global. Federasi dan liga di Eropa, Asia, hingga Amerika aktif menjalin kerja sama untuk mengadopsi sistem pengembangan sepak bola Spanyol.

Di Irak, kerja sama antara LaLiga dan federasi lokal telah menghasilkan 174 tim muda dalam dua tahun terakhir. Sementara di Tiongkok, LaLiga menjalin kolaborasi dengan CFL (liga profesional) dan CFA (federasi nasional) untuk membangun sistem sepak bola berkelanjutan. Presiden LaLiga, Javier Tebas, bahkan ditunjuk sebagai penasihat internasional pertama CFL.

Ke depan, LaLiga berencana memperluas program pelatihan pelatih, pencarian talenta, serta proyek konsultasi internasional untuk mengekspor praktik terbaik sepak bola Spanyol ke berbagai belahan dunia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut