Lionel Messi Kembali Dipanggil Timnas Argentina, Laga Lawan Benin Jadi Perpisahan
BUENOS AIRES, iNews.id - Lionel Messi kembali dipanggil Timnas Argentina untuk menjalani laga perpisahan melawan Benin pada 6 Oktober 2026. Pertandingan di Estadio Monumental, Buenos Aires, tersebut akan menjadi penampilan terakhir Messi bersama Albiceleste setelah dia mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Messi sebelumnya menyampaikan keputusan mengakhiri kariernya bersama Argentina setelah menjalani perjalanan internasional selama lebih dari dua dekade. Dalam periode tersebut, dia membantu Argentina meraih gelar Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memastikan Messi mendapat kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan di hadapan pendukung Argentina. Tapia menyebut Messi sebagai pemain terbaik dunia, simbol tim nasional, sekaligus kapten Argentina.
"Kami memutuskan untuk mengundang pemain terbaik di dunia, simbol tim nasional kami, kapten kami, Lionel Andres Messi, agar dia bisa mendapatkan perpisahan yang benar-benar layak pada 6 Oktober di sini, di Argentina," kata Claudio Tapia dikutip dari Vanguard.
Pertandingan tersebut akan digelar di Estadio Monumental milik River Plate. Stadion yang berada di Buenos Aires itu mampu menampung sekitar 85.000 penonton sehingga laga terakhir Messi bersama Argentina berpotensi menjadi salah satu momen besar dalam sejarah tim nasional.
Tapia juga mengundang seluruh pemain Argentina yang menjadi juara Piala Dunia 2022 untuk hadir bersama keluarga mereka. Kehadiran para pemain juara dunia tersebut dipersiapkan untuk mendampingi Messi dalam momen perpisahannya.
Messi diperkirakan akan mencatat penampilan ke-208 sekaligus terakhir bersama Argentina saat menghadapi Benin. Pemain berusia 39 tahun itu saat ini memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina dengan 125 gol.
Sebelum menghadapi Benin, Argentina dijadwalkan menjalani dua pertandingan persahabatan lainnya. Argentina akan menghadapi Bolivia pada 30 September di Cordoba, kemudian melawan Burkina Faso di Buenos Aires pada 3 Oktober.
Namun, Messi hanya disiapkan untuk pertandingan terakhir melawan Benin. Laga tersebut menjadi penutup rangkaian pertandingan Argentina sekaligus kesempatan bagi kapten mereka untuk mengenakan kembali seragam tim nasional dalam pertandingan perpisahan.
Keputusan Messi mengakhiri karier internasional sebelumnya muncul setelah dia melewati periode emosional. Setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada bulan sebelumnya, Messi sempat mengungkapkan keraguan serius mengenai kelanjutan aktivitasnya di sepak bola.
"Itu merupakan keputusan yang menyakitkan dan masih sangat menyakitkan di dalam jiwa saya, tetapi saya memahami ini merupakan waktu yang tepat," kata Messi ketika mengumumkan keputusan mengakhiri karier bersama Argentina.
Meski tidak lagi memperkuat Argentina secara reguler, Messi masih memiliki kontrak bersama klub Major League Soccer, Inter Miami, hingga akhir musim 2028. Dengan demikian, pertandingan melawan Benin menjadi penutup karier internasional Messi, bukan akhir dari karier profesionalnya di level klub.
Laga perpisahan tersebut juga berlangsung dalam situasi khusus bagi Argentina. FIFA sebelumnya menjatuhkan sanksi berupa pengurangan kapasitas penonton menjadi 50 persen untuk laga kandang Argentina akibat pelanggaran kode disiplin terkait penggunaan pertandingan olahraga untuk aksi non-olahraga.
Sanksi tersebut berkaitan dengan insiden pada semifinal Piala Dunia 2026 saat Argentina mengalahkan Inggris 2-1. Sejumlah pemain mengangkat spanduk dengan pesan terkait klaim Argentina atas Kepulauan Falkland.
Selain persoalan tersebut, sejumlah pemain Argentina juga masih menjalani hukuman akibat insiden setelah final Piala Dunia melawan Spanyol. Leandro Paredes mendapat larangan bermain 10 pertandingan, Nahuel Molina tujuh laga, sedangkan Thiago Almada harus menjalani hukuman satu pertandingan.
Dengan pemanggilan Messi untuk menghadapi Benin, Argentina kini sudah menyiapkan panggung terakhir bagi sang kapten. Monumental akan menjadi lokasi Messi mengakhiri perjalanan internasionalnya setelah lebih dari 20 tahun memperkuat tim nasional dan meraih berbagai trofi utama.
Editor: Reynaldi Hermawan