Liverpool Seharusnya Dapat Penalti saat Lawan Arsenal? Eks Wasit Soroti Kesalahan VAR
LONDON, iNews.id - Kemenangan Arsenal 1-0 atas Liverpool di Stadion Anfield dalam lanjutan Liga Inggris menjadi sorotan setelah mantan wasit Premier League, Mark Halsey, mempertanyakan keputusan VAR yang tidak memberikan penalti kepada tuan rumah.
Halsey secara terbuka mengaku heran dengan keputusan wasit yang membiarkan insiden pelanggaran Jurrien Timber terhadap Alexander Isak tanpa pemeriksaan ulang melalui monitor di pinggir lapangan. Menurut dia, Liverpool seharusnya mendapatkan hadiah penalti dalam pertandingan tersebut.
Kontroversi itu terjadi ketika Timber terlihat menarik jersey Isak di dalam kotak penalti Arsenal. Halsey menilai tindakan bek The Gunners tersebut menghalangi peluang striker Liverpool untuk menjangkau bola.
Mantan pengadil pertandingan Premier League itu bahkan tidak memahami alasan VAR tidak meminta wasit Andy Madley meninjau ulang insiden tersebut. Dia menganggap keputusan tersebut sebagai kesalahan besar yang menguntungkan Arsenal.
"Saya benar-benar tidak mengerti bagaimana VAR bisa meloloskan insiden itu dan tidak merekomendasikan peninjauan ulang kepada wasit Andy Madley," ujar Halsey.
Menurut Halsey, tarikan jersey yang dilakukan Timber memiliki dampak langsung terhadap peluang Isak mendapatkan bola. Tanpa pelanggaran tersebut, striker Liverpool itu dinilai memiliki kesempatan untuk menjangkau bola di dalam kotak penalti.
"Jika Timber tidak menarik jersey Isak, penyerang Liverpool itu akan mendapatkan bola," katanya.
Kontroversi tersebut menjadi semakin menarik karena Arsenal akhirnya membawa pulang tiga poin dari Anfield. Gol tunggal Kai Havertz pada babak pertama memastikan The Gunners menang 1-0 sekaligus memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Liga Inggris.
Halsey juga menyoroti dua insiden yang membuat Liverpool meminta hadiah penalti sepanjang babak pertama. Namun, dia tidak sepakat jika kedua kejadian tersebut sama-sama dianggap sebagai pelanggaran yang layak berujung tendangan dari titik putih.
Insiden pertama melibatkan Christos Tzolis dan Cody Gakpo. Halsey menilai kontak yang terjadi di antara kedua pemain tersebut belum cukup kuat untuk dikategorikan sebagai pelanggaran penalti.
"Menurut saya, insiden pertama antara Christos Tzolis dan Cody Gakpo tidak cukup untuk menghasilkan tendangan penalti," ujarnya.
Penilaian berbeda diberikan Halsey terhadap insiden Timber dan Isak. Dia menegaskan tarikan jersey yang dilakukan pemain Arsenal tersebut merupakan pelanggaran yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dari perangkat pertandingan.
"Saya pikir insiden yang melibatkan Jurrien Timber, ketika dia jelas menarik jersey Alexander Isak, merupakan penalti yang jelas bagi saya," tutur Halsey.
Halsey mengaku sangat terkejut karena VAR tidak mengambil tindakan dalam kejadian tersebut. Padahal, menurut penilaiannya, insiden itu layak ditinjau ulang untuk memastikan keputusan yang diambil wasit di lapangan.
Pertandingan Liverpool kontra Arsenal sendiri berlangsung sengit sejak awal. Babak pertama menyajikan duel terbuka dengan sejumlah insiden penting, termasuk kontroversi keputusan wasit dan gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan tim tamu.
Selain persoalan penalti, pertandingan juga diwarnai perdebatan mengenai kemungkinan kartu kuning kedua untuk Nyoni. Halsey mempertanyakan apakah pemain tersebut tetap akan melakukan pelanggaran keduanya jika sebelumnya sudah menerima kartu kuning.
"Apakah Nyoni akan melakukan pelanggaran kedua jika dia sudah mendapatkan kartu kuning sebelumnya? Itu sulit untuk dinilai," kata Halsey.
Ketegangan pertandingan belum sepenuhnya mereda hingga mendekati peluit akhir. Alexis Mac Allister bahkan memicu keributan besar pada fase akhir pertandingan yang membuat suasana di lapangan semakin panas.
Meski Liverpool merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan pertandingan, Arsenal tetap berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir. Hasil 1-0 tersebut membuat The Gunners mengamankan seluruh poin sekaligus semakin menjauh dari para pesaing di papan atas Premier League.
Kontroversi keputusan VAR dalam duel Timber dan Isak pun menjadi salah satu sorotan utama setelah pertandingan. Bagi Halsey, kegagalan VAR merekomendasikan peninjauan ulang terhadap insiden tersebut merupakan keputusan yang sulit dipahami.
Editor: Reynaldi Hermawan