Mahrez Bawa Aljazair Hadapi Senegal di Final Piala Afrika 2019

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Senin, 15 Juli 2019 - 05:35 WIB
Mahrez Bawa Aljazair Hadapi Senegal di Final Piala Afrika 2019

Winger Timnas Aljazair Riyad Mahrez (kanan) merayakan golnya ke gawang Nigeria pada semifinal Piala Afrika 2019 di Cairo International Stadium, Senin (15/7/2019) dini hari WIB. (Foto: AFP)

KAIRO, iNews.id Riyad Mahrez jadi pahlawan kemenangan 2-1 Tim Nasional Aljazair atas Nigeria pada semifinal Piala Afrika 2019 di Cairo International Stadium, Senin (15/7/2019) dini hari WIB. 

Di final, Sabtu (20/7/2019) dini hari WIB, Aljazair menghadapi Senegal yang menang 1-0 atas Tunisia pada semifinal lainnya.  

Duel Aljazair kontra Nigeria berjalan lambat sehingga terasa datar pada 30 menit awal pertandingan. Walau mendominasi penguasaan bola, Aljazair kesulitan menembus lini pertahanan Nigeria. 
 
Namun, Aljazair mampu memimpin pada menit ke-40. Serangan Mahrez di sisi kanan, diakhiri dengan umpan tarik ke kotak penalti Nigeria. Bola kemudian mengenai kaki William Troost-Ekong sehingga dicatat sebagai gol bunuh diri. 
 
Tertinggal, Nigeria bermain lebih menyerang pada babak kedua. Tetapi, mereka kesulitan membongkar pertahanan Aljazair yang sedikit bermain bertahan. 

The Super Eagles 
akhirnya sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-73 lewat eksekusi penalti Odion Ighalo, setelah bek Aljazair Aissa Mandi terbukti handball di kotak terlarang. 
 
Mahrez akhirnya membawa Aljazair lolos ke babak final dengan golnya pada masa injury time babak kedua. Eksekusi tendangan bebas winger Manchester City itu meluncur deras ke gawang Daniel Akpeyi. 

“Kami senang bisa melaju ke final Piala Afrika karena ini sangat spesial,” ujar Mahrez, dikutip AFP.

“Tujuan kami melakukan ini untuk seluruh rakyat Aljazair dan keluarganya. Kami tahu mereka berada di belakang kami,” ucapnya.

Mantan bintang Leicester City itu senang bisa memberi kontribusi positif lewat gol penentunya pada semifinal ajang ini.

“Itu gol paling penting untuk timnas kami. Ya, ini mimpi saya memenangkan kejuaraan ini dan kami berharap bisa melakukannya,” katanya.

Pada semifinal lainnya yang digelar tiga jam sebelumnya, Senegal menang tipis atas Tunisia di 30 June Air Force Stadium. Kedua tim bermain dengan tempo cepat sejak laga dimulai. Mereka sama-sama mencari peluang untuk mencetak gol cepat di babak pertama.

Meski begitu, kedua tim kesulitan untuk memaksimalkan peluang, dan tak ada gol tercipta pada babak pertama.  Memasuki pertengahan babak kedua, Senegal dan Tunisia kembali terlibat persaingan ketat.

Lalu, saat mendapat hadiah penalti, keduanya sama-sama gagal memanfaatkan dengan baik. Tunisia yang dapat penalti lebih dulu pada menit ke-73 gagal memecah kebuntuan lantaran eksekusi Ferjani Sassi terlalu lemah dan mampu dibaca dengan baik oleh Kiper Senegal Alfred Gomis. 
 
Tak lama berselang, giliran Senegal dapat hadiah penalti. Sayang, tembakan penalti Henri Saivet yang maju sebagai eksekutor masih dibaca dengan baik oleh Kiper Tunisia Mouez Hassen. Pertandingan akhirnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. 
 
Senegal akhirnya mengunci kemenangan setelah Bek Tunisia Dylan Broon melakukan gol bunuh diri di menit ke-100. Senegal mampu bertahan hingga laga usai. 


Editor : Abdul Haris