Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Claudio Ranieri Siap Jadi Pelatih Timnas Italia: Kalau Negara Memanggil, Saya Bilang Ya!
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Pelatih Timnas Italia Wafat di Usia 84 Tahun

Rabu, 31 Januari 2018 - 21:50:00 WIB
Mantan Pelatih Timnas Italia Wafat di Usia 84 Tahun
Azeglio Vicini (Foto: Rai Sport)
Advertisement . Scroll to see content

BRESCIA, iNews.id - Kabar duka datang dari Italia. Mantan pelatih tim nasional (timnas) Italia, Azeglio Vicini meninggal dunia pada usia 84 tahun di kediamannya, yang berada di sebelah utara kota Brescia, Rabu (31/1/2018).

Kabarnya dia meninggal karena sakit, meski tak dijelaskan, apa penyakit yang dideritanya. Vicini sendiri merupakan salah satu legenda dan pelatih hebat di dunia sepak bola Italia.

Pelatih kelahiran Cesena tersebut, adalah mantan pelatih timnas Italia ketika menjadi juara ketiga Piala Dunia 1990.  Ketika itu, Italia sukses mengalahkan Inggris dengan skor 2-1, setelah sebelumnya takluk dari Argentina lewat adu penalti.

Semasa masih bermain Vicini bukanlah pemain hebat. Pada rentang 1953 hingga 1966, Vicini hanya pernah nmemperkuat  tiga klub yaitu Vicenza, Sampdoria dan Brescia. Namun, namanya kian dikenal ketika menjadi pelatih.

Apalagi, dirinya berhasil membuat timnas Italia U-21 berpretasi dan selalu mencapai perempat final Piala Eropa U-21 pada 1978, 1980 dan juga 1982. Puncaknya, tim muda Italia dibawanya ke final Piala Eropa U-21 1986.

Itulah yang kemudian membuat Vicini ditunjuk untuk menangani timnas senior pada 1986. Bermaterikan pemain berlabel bintang seperti Walter Zenga, Franco Baresi dan Roberto Donadoni, dia sukses membawa timnya menjadi semifinalis Piala Eropa 1988.

Pada turnamen itu pula, Vicini memberikan kesempatan bagi seorang pemain muda 19 tahun penuh talenta untuk merasakan kerasnya dan gagap gempitanya sepak bola internasional. Kesempatan itu rupanya membuat sang pemuda terasah dan terus menjadi langganan timnas, bahkan sempat menjadi kapten.

Pemuda yang dimaksud adalah pemain legenda AC Milan, Paolo Maldini. Sayang, ketika itu di semifinal Italia kalah dari Uni Sovyet. Mampu bangkit dari kegagalan, Vicini pun membawa Azzurri lolos ke Piala Dunia 1990.

Dengan materi pemain tak jauh berbeda, Italia sukses melenggang hingga semifinal dan menghadapi Argentina. Setelah melakoni laga sengit dengan skor imbang 1-1, di waktu normal, tim negeri Piza itu pun harus kalah lewat adu penalti.

Kegagalan eksekusi Roberto Donadoni dan Aldo Serena menjadi petaka untuk Italia. Sedangkan seluruh eksekutor Argentina, berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Italia pun berhasil menjadi juara ketiga setelah gol Roberto Baggio dan Salvatore “Toto” Schillaci hanya mampu dibalas satu gol David Platt. Kegagalan Italia ke Piala Eropa 1992, menjadi pentas terakhirnya dengan timnas, sebelum digantikan oleh Arrigo Sacchi.

Sempat menangani Cesena dan Udinese hingga pensiun pada 1994, Vicini kemudian ditunjuk sebagai kepala teknik dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) hingga digantikan Roberto Baggio pada 2010.

Ketika berusia 80 tahun, dia sempat mengungkapkan perasaan atas pencapaiannya dalam hidup. “Saya merasa puas dalam hidup saya,” ujarnya kepada ANSA. Namun, kekalahan di semifinal Piala Dunia 1990 menjadi kekecewaan terbesar.

“Kami pantas menang. Kami sedang tak beruntung,” ungkapnya menambahkan. Apa pun, Vicini pantas disebut sebagai salah satu pelatih besar yang pernah menangani timnas Italia.

Editor: Haryo Jati Waseso

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut