Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Juventus Selangkah Lagi Gaet Bek Tangguh Timnas Spanyol Gratisan!
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Pemain Top Iran Ditembak Mati Saat Demonstrasi, Dunia Sepak Bola Berduka!

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:30:00 WIB
Mantan Pemain Top Iran Ditembak Mati Saat Demonstrasi, Dunia Sepak Bola Berduka!
Mojtaba Tarshiz, mantan bek Tractor S.C., ditembak mati bersama istrinya saat protes anti-pemerintah Iran, memicu shock dunia sepak bola. (Foto: Caspian Post)
Advertisement . Scroll to see content

TEHEREAN, iNews.id – Mantan bek Tractor S.C., Mojtaba Tarshiz, tewas ditembak bersama istrinya oleh aparat keamanan Iran di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang mengguncang seluruh negeri.

Protes di Iran telah menyebar ke 31 provinsi, menjadi gelombang ketidakpuasan terbesar terhadap rezim dalam beberapa tahun terakhir. BBC melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas akibat penindakan brutal aparat keamanan terhadap demonstran.

Mojtaba Tarshiz, 47 tahun, yang sebelumnya membela beberapa klub papan atas Iran termasuk Nasaji Mazandaran, Tractor Tabriz, Fajr Sepasi Shiraz, dan Mes Kerman, meninggalkan dua anak. Tarshiz bermain sebagai bek kanan dan tercatat 73 kali tampil untuk Tractor S.C., juara Persian Gulf Pro League 2024/25.

Media Azerbaijan, Sports News, menyebut Tarshiz dan istrinya ditembak pada 8 Januari saat protes berlangsung. Kematian mereka memicu shock besar di masyarakat Iran, terutama komunitas olahraga.

Di tempat yang sama, Mehdi Lavasani, pelatih kepala tim amatir Mahan Novin di distrik Narmak, Teheran, mengalami luka serius akibat tembakan yang menembus punggungnya dan keluar melalui dada. Kondisi terkini Lavasani belum jelas karena tidak ada pernyataan resmi.

Protes ini dipicu oleh inflasi tinggi dan kemarahan publik terhadap rezim, yang telah berlangsung lebih dari dua minggu dan menyebar ke lebih dari 180 kota di seluruh Iran. Sejumlah tokoh olahraga lainnya juga dilaporkan cedera atau tewas dalam kerusuhan ini.

Situasi politik menambah ketidakpastian bagi sepak bola Iran, termasuk persiapan menuju Piala Dunia 2026. Dengan larangan perjalanan dari beberapa negara termasuk Iran, penggemar dan pemain menghadapi tantangan besar untuk mengikuti turnamen musim panas nanti.

Presiden AS, Donald Trump, menanggapi peristiwa ini dengan mengancam tindakan terhadap pihak berwenang Iran. Trump menulis di platform Truth Social bahwa Iran akan “membayar harga besar” atas kematian demonstran dan menegaskan, "BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN."

Kasus Tarshiz menyoroti risiko yang dihadapi tokoh olahraga di tengah krisis politik Iran dan membuka perhatian dunia pada kondisi hak asasi manusia yang memburuk di negeri itu. Dunia sepak bola internasional kini menyoroti tragedi ini sebagai salah satu peristiwa paling mengerikan yang menimpa atlet di tengah konflik sipil.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut