Matheus Cunha Mulai Tersingkir dari Skuad MU, 4 Pemain Sekaligus Jadi Ancaman
MANCHESTER, iNews.id - Matheus Cunha mulai terancam kehilangan tempat di Manchester United. Persaingan di lini depan semakin ketat pada awal musim baru Liga Inggris.
Manchester United sebelumnya memprioritaskan pembangunan ulang lini tengah pada bursa transfer musim panas. Langkah tersebut dilakukan setahun setelah klub lebih dulu memperkuat sektor serangan dengan mendatangkan tiga pemain sekaligus.
Pada musim panas 2025, Manchester United merekrut Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Matheus Cunha. Setahun kemudian, klub kembali mendatangkan tiga pemain untuk memperkuat lini tengah, yakni Youri Tielemans, Andrey Santos, dan Carlos Baleba.
Transfer musim panas 2025 memberikan hasil positif bagi Manchester United. Dalam kurun waktu 12 bulan, Setan Merah mampu bangkit dari posisi ke-15 Premier League hingga finis di peringkat ketiga sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions.
Sesko dan Mbeumo menjadi bagian penting dari kebangkitan tersebut dengan masing-masing mencetak 11 gol di Premier League 2025-2026. Cunha juga mencatatkan 10 gol dalam 33 penampilan di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Namun, awal musim baru justru mulai memperlihatkan persoalan berbeda bagi Cunha. Performa pemain asal Brasil tersebut dinilai belum meyakinkan, terutama ketika dia dimainkan sebagai penyerang tengah.
Cunha sebenarnya mendapatkan kesempatan besar pada tiga pertandingan pertama Premier League musim ini. Dia selalu menjadi starter di posisi penyerang tengah karena Sesko sempat melewatkan sebagian besar pramusim akibat cedera.
Cunha memang mencatatkan dua assist ketika Manchester United menang 5-2 atas Ipswich Town. Namun, kontribusi tersebut belum sepenuhnya menghapus keraguan mengenai kecocokannya dengan skema permainan Manchester United.
Ketika bermain sebagai penyerang tengah, Cunha dinilai belum terlihat nyaman, terutama dalam pertandingan tandang. Pada laga pembuka melawan Hull City, penampilannya bahkan mendapat rating 3/10 dari Manchester Evening News.
Penampilan Cunha dalam pertandingan tersebut dinilai minim kontribusi di lini depan. Situasi serupa kembali terlihat saat Manchester United menghadapi Everton di Hill Dickinson Stadium.
Cunha dinilai kurang memberikan kehadiran di lini serang dan beberapa kali terlihat terisolasi. Dia juga gagal memaksimalkan peluang bagus setelah tembakannya melambung di atas mistar.
The Sun memberikan rating 4/10 untuk penampilan Cunha saat menghadapi Everton. Situasi tersebut justru semakin meningkatkan antusiasme suporter terhadap Sesko setelah penyerang tersebut masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol sundulan di Merseyside.
Masalah terbesar Cunha kini adalah soal posisi. Jika Sesko menjadi pilihan utama sebagai penyerang tengah dan Rashford kembali menjadi pilihan pertama di sisi kiri, ruang untuk Cunha dalam starting XI Manchester United semakin terbatas.
Cunha sebelumnya tampil sangat efektif ketika beroperasi sebagai nomor 10 atau penyerang pendukung selama memperkuat Wolverhampton Wanderers. Dari 17 gol yang dia cetak pada musim 2024-2025, 13 di antaranya lahir ketika bermain dalam dua peran tersebut.
Namun, posisi tersebut juga sudah memiliki pemilik utama di Manchester United. Bruno Fernandes menjadi kapten sekaligus pemain penting di area tersebut sehingga selama dalam kondisi fit, pemain asal Portugal itu diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.
Di sisi kanan, Mbeumo juga semakin kuat mengamankan posisinya. Kombinasi situasi tersebut membuat Cunha berpotensi lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan jika seluruh pemain utama tersedia.
Cunha sebelumnya banyak memberikan pujian kepada Michael Carrick dalam enam bulan terakhir. Dia menilai peran Carrick memberikan pengaruh besar dalam proses pembelajaran tim.
“Cara dia mengajari semua orang sungguh luar biasa. Dia memiliki keajaiban dari era Ferguson. Kemudian dia datang dan membawanya kepada kami, mengajari kami bagaimana rasanya menjadi bagian dari semuanya," kata Cunha
“Ini luar biasa. Dia sosok yang menyenangkan. Tentu saja, saya pikir dia pantas mendapatkannya [mendapatkan pekerjaan itu secara permanen].”
Persoalan lain bagi Cunha adalah karakter permainannya. Saat masih di Wolverhampton, dia sangat efektif dalam situasi serangan balik ketika memiliki ruang untuk berlari, menyerang bek lawan, dan menciptakan kekacauan.
Situasi tersebut berbeda ketika Manchester United lebih dominan dalam penguasaan bola dan menghadapi lawan yang bermain dengan blok pertahanan rendah. Ruang untuk Cunha melakukan akselerasi dan mengeksploitasi pertahanan lawan menjadi lebih terbatas.
Karena itu, peluang Cunha untuk mempertahankan posisi sebagai starter sangat bergantung pada kondisi pemain lain. Cedera yang menimpa Rashford, Fernandes, Sesko, atau Mbeumo dapat membuka kembali ruang bagi dia.
Jika seluruh pemain utama tersedia, Cunha harus memaksimalkan setiap kesempatan yang datang dari bangku cadangan. Tanpa peningkatan performa dan kemampuan menemukan posisi yang paling cocok, masa depan Cunha di Old Trafford dalam jangka panjang mulai dipertanyakan.
Editor: Reynaldi Hermawan